Pungli Pemulangan Jenazah Korban Tsunami, 5 PNS RSDP Serang Diperiksa

Kompas.com - 31/12/2018, 15:40 WIB
Direktur Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus) Kombes Pol Abdul Karim, di Polda Banten, Senin (31/12/2018). KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINDirektur Reserse Kriminal Khusus ( Ditreskrimsus) Kombes Pol Abdul Karim, di Polda Banten, Senin (31/12/2018).

SERANG, KOMPAS.com - Kasus dugaan pungutan liar pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara (RSDP), Kabupaten Serang terus diusut.

Terkini, Polda Banten memeriksa 5 orang pegawai negeri sipil (PNS).

"Kelimanya pegawai di RSDP Serang, termasuk pimpinan," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Kombes Pol Abdul Karim, di Polda Banten, Senin (31/12/2018).

Abdul Karim menyebut, pihaknya hingga saat ini terus melakukan pengembangan dengan memeriksa sejumlah saksi. Total sudah ada 9 saksi diperiksa, termasuk dari keluarga jenazah.

"Kasus ini masih kami kembangkan, kami coba gali dari awal sampai dengan kenapa terjadi, untuk sementara masih 3 tersangka dengan dua alat bukti yang kami dapatkan," ujar dia.

Baca juga: Tiga Orang Jadi Tersangka Pungli Pemulangan Jenazah Korban Tsunami di Serang

Ditanya soal kemungkinan adanya tersangka baru, dirinya mengatakan, masih terus melakukan pengusutan dengan cara memeriksa 9 saksi tadi. Namun, tidak menutup kemungkinan adanya tersangka baru maupun korban baru.

"Sejauh ini korban masih 6, tapi tidak menutup kemungkinan ada korban tambahan lagi," kata dia.

Diketahui, Polda Banten telah menetapkan 3 tersangka kasus dugaan pungutan liar pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda yang dilakukan oleh oknum di RSDP Kabupaten Serang.

Satu tersangka berinisial F diketahui merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang betugas sebagai staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Kabupaten Serang, Banten.

Sementara dua tersangka lainnya, I dan B merupakan karyawan CV Nauval Zaidan yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk pengadaan mobil jenazah.

Ketiganya diamankan dengan 2 barang bukti yakni uang sebesar Rp 15 juta dan kuitansi yang dibuat sendiri dan dikeluarkan tidak melalui loket resmi RSDP.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Ratusan Rumah di 4 Kecamatan di Merangin Diterjang Banjir

Regional
Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Fenomena Hujan Es di Bali dan Lombok, Ini Hal Penting yang Perlu Diketahui

Regional
BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

BMKG Ingatkan Waspada Gelombang Tinggi di Perairan Kepri

Regional
'Jadi yang Menolak Itu Masyarakat Secara Umum Kampung Taliwang, bukan FPI'

"Jadi yang Menolak Itu Masyarakat Secara Umum Kampung Taliwang, bukan FPI"

Regional
Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Belajar Tatap Muka Dimulai Tahun Depan, Ini Sikap Para Kepala Daerah

Regional
Pemuda di Gunungkidul Buat Miniatur Kapal Pesiar dari Bambu, Harganya hingga Rp 12 Juta

Pemuda di Gunungkidul Buat Miniatur Kapal Pesiar dari Bambu, Harganya hingga Rp 12 Juta

Regional
386 Narapidana di Riau Masih Positif Covid-19, Polisi Beri Bantuan

386 Narapidana di Riau Masih Positif Covid-19, Polisi Beri Bantuan

Regional
Warga Tolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab, Satpol PP: Mereka Minta Dipasang Kembali

Warga Tolak Penertiban Baliho Rizieq Shihab, Satpol PP: Mereka Minta Dipasang Kembali

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kisah Bocah Kleptomania yang Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah | Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi

[POPULER NUSANTARA] Kisah Bocah Kleptomania yang Bikin Balai Rehabilitasi Menyerah | Pesta Pernikahan Anak Kepala BPBD Dibubarkan Polisi

Regional
Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Fakta Napi Kendalikan Rumah Pabrik Sabu di Lombok Timur

Regional
BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

BKSDA Yogyakarta Lepasliarkan 1.000 Ekor Tukik di Pantai Trisik Kulon Progo

Regional
Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Kasus Covid-19 Kota Tegal Capai 1.043, 49 di Antaranya Meninggal Dunia

Regional
Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Unggah Program Salah Satu Paslon di Twitter, KPU Sleman Dilaporkan Bawaslu ke DKPP

Regional
Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Debat Pilkada Pandeglang, Thoni Ingin Buka Pendopo untuk Rakyat, Irna Ngantor di Desa

Regional
Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Heboh Video Porno ABG di Medsos, Pelaku Raup Rp 8 Juta Setiap Beraksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X