Pengusaha Travel Haji dan Umroh Jatim Ancam Boikot karena Kebijakan Rekam Biometrik

Kompas.com - 31/12/2018, 14:10 WIB
Plt Ketua Amphuri Jawa Timur, Mochamad Sufyan Arif KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALPlt Ketua Amphuri Jawa Timur, Mochamad Sufyan Arif

SURABAYA, KOMPAS.com - Puluhan pengusaha travel haji dan umroh Jawa Timur mengancam akan memboikot pemberangkatan jamaah haji dan umroh dari Jawa Timur.

Ancaman tersebut sebagai bentuk protes atas kebijakan rekam biometrik yang diberlakukan pemerintah Arab Saudi.

Mereka yang tergabung dalam Asosisiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh (Amphuri) Jawa Timur mengaku rugi karena kebijakan yang dianggap diberlakukan tiba-tiba itu.

"Kami punya lebih dari 70 anggota pengusaha travel akan boikot jika kebijakan rekam biometerik tetap dilakukan," kata Plt Ketua Amphuri Jawa Timur, Mochamad Sufyan Arif, Senin (31/12/2018).

Baca juga: Wapres Kalla Minta Menag Pangkas Daftar Tunggu Haji

Akibat kebijakan tersebut, para pengusaha travel haji dan umroh mengaku mengalami kerugian akibat penjadwalan ulang atau reschedule keberangkatan.

"Bulan depan saja ada lebih dari 200 ribu jamaah yang di-reschedule," ujarnya.

Para travel agen, menurut Sufyan, harus mengeluarkan minimal USD 7 atau Rp 120 ribu per orang untuk sekali melakukan rekam biometrik. Biaya tersebut bisa membengkak jika ditambah transportasi menuju tempat perekaman.

Karena itu, pemerintah Indonesia diharapkan meminta pemerintah Arab Saudi untuk mengkaji ulang kebijakan rekam biometrik.

"Kalau memang harus diterapkan, harus ada solusi teknis seperti menyatukan rekam biometrik di kantor imigrasi dengan Kedutaan Arab Saudi atau menyediakan tempat rekam biometrik di bandara keberangkatan," jelasnya.

Kebijakan rekam biometrik juga dianggap kurang tepat dengan kondisi geografis Indonesia. Lokasi perekaman yang hanya ada di kota besar dianggap menyulitkan para jamaah untuk menjangkaunya.

“Di Jawa Timur hanya ada di Surabaya dan Malang saja. Padahal di Jawa Timur ini banyak daerah terpencil dan kepulauan," pungkasnya.

Kompas TV Presiden Joko Widodo bersafari ke sejumlah pondok pesantren di Jawa Timur. Salah satu pesantren yang dikunjungi adalah Pesantren Darul Ulum, Jombang. Presiden bertemu pimpinan dan santri Pondok Pesantren Darul Ulum, Jombang. Dalam pidatonya presiden kembali mengingatkan warga menjaga persatuan dan kesatuan di tengah menghangatnya iklim politik jelang pemilu terutama Pilpres. Di akhir silaturahim presiden kembali memberikan kuis. Namun kali ini tanpa hadiah sepeda. Santri hanya diberi hadiah berfoto bersama presiden. Hadiah bagi-bagi sepeda dihentikan karena status Jokowi sebagai peserta pilpres. Presiden juga berkunjung ke Pondok Pesantren Tebu Ireng, Jombang untuk bersilaturahim dengan pimpinan Pondok Pesantren Tebu Ireng Solahudin Wahid atau Gus Solah. Presiden juga akan meresmikan Museum Islam Indonesia Kiai Haji Hasyim Asy'ari.




Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X