PNS Pemprov Diduga Terlibat Suap Meikarta, Ini Kata Ridwan Kamil

Kompas.com - 29/12/2018, 12:09 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (13/12/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung DPRD Jabar, Jalan Diponegoro, Kamis (13/12/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil angkat suara soal dugaan keterlibatan PNS Pemprov Jawa Barat dalam kasus suap perizinan proyek Meikarta.

Pria yang karib disapa Emil itu enggan terburu-buru mengambil tindakan sebelum ada ketetapan hukum yang jelas.

"Saya tidak akan melakukan dulu tindakan-tindakan tanpa ada data yang jelas. Itu (dugaan aliran dana) disampaikan pada fakta di persidangan, tapi butuh sebuah kepastian hukum dulu. Saya juga tidak mau zalim melakukan keputusan tanpa ada sebuah keyakinan atau fakta hukum," ucap Emil, Sabtu (29/12/2018).

Apalagi, kata Emil, ia sudah diperingatkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) agar tak turut campur selama perkara berproses di persidangan.

"Semua kan arahan KPK, saya tidak boleh follow up macam-macam dulu sebelum selesai urusannya," kata dia.

Baca juga: Deddy Mizwar Siap Bersaksi dalam Sidang Kasus Suap Meikarta

Saat ini, Emil masih menunggu keputusan persidangan. Setelah ada ketetapan hukum, ia berkomitmen untuk memberi tindakan jika ditemukan ada pelanggaran prosedur dan hukum.

"Jadi saya serahkan pada persidangan dulu. Pada akhirnya di waktu yang tepat kami akan memberikan tindakan kepada mereka yang melakukan prosedur atau hukum di waktu yang tepat. Pasti akan ada tindakan jika terbukti secara hukum di waktu yang kita tentutkan," tuturnya.

Baca juga: Aher dan Deddy Mizwar Bakal Jadi Saksi Sidang Suap Meikarta

Seperti diketahui, dalam surat dakwan yang dibacakan jaksa KPK, Kepala Seksi Pemanfaatan Ruang Dinas Bina Marga Pemprov Jawa Barat Yani Firman diduga menerima duit senilai 90.000 dollar Singapura (Rp 958,9 miliar) dari tersangka Fitradjadja Purnama dan Taryudi untuk mempercepat proses penerbitan rekomendasi dengan catatan (RDC) dari Pemprov Jabar pada November 2017.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Tenaga Medis RSUD Daya Positif Covid-19, Layanan UGD Dihentikan Sementara

5 Tenaga Medis RSUD Daya Positif Covid-19, Layanan UGD Dihentikan Sementara

Regional
Hindari Sapi, Mobil yang Ditumpangi Anggota Dewan Terguling, 4 Orang Luka Serius

Hindari Sapi, Mobil yang Ditumpangi Anggota Dewan Terguling, 4 Orang Luka Serius

Regional
Begini Tahapan Pembukaan Destinasi Wisata di Gunungkidul

Begini Tahapan Pembukaan Destinasi Wisata di Gunungkidul

Regional
Ini Alasan Risma Marah Soal 2 Mobil PCR yang Tiba-tiba Dialihkan ke Daerah Lain

Ini Alasan Risma Marah Soal 2 Mobil PCR yang Tiba-tiba Dialihkan ke Daerah Lain

Regional
Gugus Tugas Pemprov Jatim Alihkan 2 Mobil PCR, Risma: Saya Enggak Terima

Gugus Tugas Pemprov Jatim Alihkan 2 Mobil PCR, Risma: Saya Enggak Terima

Regional
Luwu Utara Raih Opini WTP Ke-8, Bupati IDP: Ini Bukti Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

Luwu Utara Raih Opini WTP Ke-8, Bupati IDP: Ini Bukti Akuntabilitas Pengelolaan Keuangan

Regional
Sedang Parkir Motor di Pasar, Perempuan Ini Dibacok Pria Misterius

Sedang Parkir Motor di Pasar, Perempuan Ini Dibacok Pria Misterius

Regional
Update Covid-19 Cilacap: Tambah 3 Pasien Positif Setelah 12 Hari Nihil Kasus Baru

Update Covid-19 Cilacap: Tambah 3 Pasien Positif Setelah 12 Hari Nihil Kasus Baru

Regional
Begini Gaya Marah Risma ketika Mobil Bantuan Dialihkan ke Daerah Lain

Begini Gaya Marah Risma ketika Mobil Bantuan Dialihkan ke Daerah Lain

Regional
Ekonomi Luwu Utara Tumbuh  7,11 Persen, Tertinggi di Tana Luwu

Ekonomi Luwu Utara Tumbuh 7,11 Persen, Tertinggi di Tana Luwu

Regional
Viral, Video Wanita Keluarga Pasien RS Siloam Makassar Diseret Tim Satgas Covid

Viral, Video Wanita Keluarga Pasien RS Siloam Makassar Diseret Tim Satgas Covid

Regional
Diduga Berusia Ratusan Tahun, Ini Fakta di Balik Penemuan Kerangka dan Koin Kuno di Bogor

Diduga Berusia Ratusan Tahun, Ini Fakta di Balik Penemuan Kerangka dan Koin Kuno di Bogor

Regional
Di Tengah Pandemi, Ekonomi Jatim Kuartal I Tahun 2020 Malah Tumbuh

Di Tengah Pandemi, Ekonomi Jatim Kuartal I Tahun 2020 Malah Tumbuh

Regional
Anggota TNI yang Ditembak Polisi di Jeneponto Meninggal Dunia

Anggota TNI yang Ditembak Polisi di Jeneponto Meninggal Dunia

Regional
Awal Mula Kemarahan Risma terhadap Pejabat Pemprov Jatim

Awal Mula Kemarahan Risma terhadap Pejabat Pemprov Jatim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X