Ifan Seventeen: Mestinya Ada Peringatan Dini dari BMKG..

Kompas.com - 29/12/2018, 07:42 WIB
Vokalis Seventeen band, Ifan memegang batu nisan makam istrinya, Dylan Sahara Puteri yang meninggal setelah diterjang tsunami di Anyer, Banten. Jenazah Dylan dimakamkan di tempat pemakaman umum Taman Arum, Kelurahan Mangkujayan, Kota Ponorogo, Jawa Timur, Selasa ( 25 / 12 / 2018) . Kontributor Solo, Muhlis Al AlawiVokalis Seventeen band, Ifan memegang batu nisan makam istrinya, Dylan Sahara Puteri yang meninggal setelah diterjang tsunami di Anyer, Banten. Jenazah Dylan dimakamkan di tempat pemakaman umum Taman Arum, Kelurahan Mangkujayan, Kota Ponorogo, Jawa Timur, Selasa ( 25 / 12 / 2018) .

PONOROGO, KOMPAS.com - Vokalis grup band Seventeen, Riefian Fajarsyah atau yang biasa disapa Ifan, menyatakan kekecewaannya terhadap Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika ( BMKG).

Pasalnya, tidak ada peringatan dini apapun sebelum kejadian tsunami menyapu Anyer, Banten, beberapa waktu lalu.

Baca juga: Pemprov Sumsel Kirm 21 Ton Beras ke Lokasi Tsunami Selat Sunda di Lampung

"Semestinya peringatan itu disampaikan BMKG sejak dini. Itu yang kami sesalkan," ujar Ifan saat ditemui Kompas.com di kediaman mendiang istrinya, Dylan Sahara Puteri, di Kota Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, Jumat (28/12/2018) malam.


Ifan berada di kediaman keluarga almarhumah Dylan untuk mengikuti serangkaian doa tujuh hari meninggalnya istrinya akibat diterjang tsunami di Anyer.

Menurut Ifan, biasanya BMKG selalu memberikan peringatan dini kepada seluruh pihak bila akan terjadi bencana alam.

Namun dalam peristiwa itu, tidak ada satupun peringatan yang disampaikan oleh BMKG.

"Biasanya BMKG selalu memberikan peringatan sebelum ada kejadian bencana. Tetapi dari kami, Seventeen, hotel, dan PLN tidak mendapatkan peringatan apapun sebelum kejadian terjadi. Semestinya peringatan itu disampaikan," jelas Ifan.

Terlebih lagi, kata Ifan, saat itu BMKG hanya memberikan informasi terjadi gelombang pasang. Padahal sudah ramai beredar informasi di media sosial terjadi tsunami.

Baca juga: Tak Cukup Pasang Sensor, Kesiapsiagaan Masyarakat Hadapi Tsunami Juga Penting

"Aku tidak cari kambing hitam. BMKG itu ada untuk memberikan peringatan kepada masyarakat bila ada tanda-tanda bencana alam. Tetapi, infonya sepertinya tidak ada. Aku tidak ingin saudara yang lain mengalami hal yang sama," sebut Ifan.

Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di artikel ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini!


Dapatkan hadiah utama Smartphone setiap bulan dan Voucher Belanja setiap minggunya, dengan berkomentar di bawah ini! #JernihBerkomentar *Baca Syarat & Ketentuan di sini
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Pimpin Aksi Bersih Teluk Ambon, Gubernur Murad Ajak Warga Bebaskan Maluku dari Sampah

Regional
Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Ambulans Kecelakaan di Tol Pejagan-Pemalang Diduga Tersangkut Truk dan Terseret 200 Meter

Regional
Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Regional
Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Sebelum Kontak Senjata dengan TNI-Polri, Anggota KKB Lakukan Kekerasan Terhadap Warga

Regional
Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Penyelundupan 6.000 Detonator Disamarkan dengan Susu Kemasan

Regional
Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Dinilai Berjasa dalam Bidang Manajemen SDM, Panglima TNI Raih Doktor Honoris dari UNS

Regional
KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

KBRI Australia Disebut Sudah Bangun Komunikasi dengan Veronica Koman

Regional
Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Tertangkap Mencuri Stupa Kepala Buddha, Dua Bule Divonis 14 Hari Kurungan

Regional
Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul 'Traffic Cone' Sebelum Tewas

Terungkap, Zaenal yang Berkelahi dengan Polisi Dipukul "Traffic Cone" Sebelum Tewas

Regional
Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Kasus Bayi 14 Bulan Minum 5 Gelas Kopi Sehari, Pernikahan Dini Jadi Pemicu

Regional
Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Polda Jatim: Siapa Pun yang Temukan Veronica Koman Harap Hubungi Polisi

Regional
'Naik Kelas' Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

"Naik Kelas" Jadi Polresta, Polres Ambon Bakal Dipimpin Kombes

Regional
Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Tangani Pencemaran Sungai Cileungsi, Pemprov Jabar Bentuk Payung Hukum dan Satgas

Regional
Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Karhutla Mendekati Perumahan di Kubu Raya, Warga Pilih Mengungsi

Regional
Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Begini Kondisi 4 Bayi Kembar Perempuan yang Baru Lahir di Banyumas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X