Korban Tsunami Selat Sunda Keluhkan Kurang Makan hingga Rebutan MCK

Kompas.com - 28/12/2018, 18:24 WIB
Anak-anak di Posko Pengungsian Labuan tengah bermain berasama tim trauma healing, Jumat (28/12/2018). Di posko Labuan ini tercatat ada 400 pasien yang mengeluhkan berbagai penyakit, 116 di antaranya mengidap ISPA. KOMPAS.com/ACEP NAZMUDINAnak-anak di Posko Pengungsian Labuan tengah bermain berasama tim trauma healing, Jumat (28/12/2018). Di posko Labuan ini tercatat ada 400 pasien yang mengeluhkan berbagai penyakit, 116 di antaranya mengidap ISPA.

PANDEGLANG, KOMPAS.com - Hingga hari keenam setelah bencana tsunami Selat Sunda menerjang pesisir Kabupaten Pandeglang dan Serang, masih terdapat puluhan ribu korban yang mengungsi.

Mereka tersebar di sejumlah titik, satu di antaranya di Lapangan Futsal Labuan, Pandeglang.

Posko yang dikoordinir oleh Kementerian Sosial ini dipenuhi oleh 1.350 pengungsi pada Jumat (28/12/2018) sore.

Jumlah tersebut terus bertambah sejak posko dibuka pada Minggu (23/12/2018) dini hari.

Baca juga: Bupati Pandeglang Pastikan Bantuan Logistik untuk Korban Tsunami Cukup untuk 7 Hari

Mereka masih bertahan di pengungsian lantaran takut akan isu tsunami susulan yang kerap muncul.

Kondisi Gunung Anak Krakatau yang terus erupsi juga membuat mereka tidak berani pulang ke rumah. Tinggal di pengungsian adalah cara terbaik, kendati kondisinya apa adanya.

"Kalau bisa mah pulang ke rumah, di sini ya namanya juga pengungsian, mau makan saja kurang, harus bisa tahan perut lah mas," kata Oom, salah satu pengungsi posko pengungsian Lapangan Futsal Labuan, Jumat (28/12/2018).

Soal makanan di pengungsian, Oom mengaku para pengungsi dapat jatah makan dua kali sehari, yakni siang dan malam hari.

Sementara, pada pagi hari, asupan berupa makanan ringan saja seperti biskuit atau roti.

"Kadang sehari sekali, seperti kemarin, hanya siang saja, malamnya dibagi tapi jam 12 malam, siapa yang mau makan, orang-orang sudah pada tidur," cerita Oom.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Kadus: Lokasi Penemuan Yoni di Situs Candi Bowo Pernah Jadi Permukiman, Ditinggal Warga Sejak 1952

Regional
Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Proyek Penyulingan Air Laut Rp 14 M Tak Berfungsi, Warga Pulau Ende Minum Air Asin

Regional
Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Wisuda di Usia 85 Tahun, Kakek La Oede Jadi Sarjana Sastra Indonesia...

Regional
Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Truk Roda 10 Disinyalir Jadi Penyebab Kelangkaan Solar di Sumbar

Regional
[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

[POPULER NUSANTARA] Polisi Tangkap Pelaku Pelempar Sperma di Tasikmalaya | Kakek Diwisuda pada Usia 85 Tahun

Regional
Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Teror Harimau Hantui Warga Sumsel, Apa Penyebabnya?

Regional
Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Aktivis Antikorupsi di Aceh Tengah Hilang 10 Hari, Motor Ditemukan di Warnet

Regional
5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

5 Fakta Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Media Sosial hingga Pelaku Melawan Saat Ditangkap

Regional
Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Fakta Lengkap Teror Pelemparan Sperma di Tasikmalaya, Viral di Medsos hingga Pelaku Ditangkap

Regional
Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Ditjen Perkeretaapian: Longsor di Proyek Double Track Diduga Karena Faktor Alam, Pekerjaan Sementara Dihentikan

Regional
Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Sepekan Terakhir Selalu Diserang OTK, Perkuliahan di Kampus UMI Tetap Berjalan

Regional
Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Tetangga Ungkap Kegiatan Ibu Remaja Keterbelakangan Mental yang Ditemukan Tewas Terkubur di Pekarangan,

Regional
Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir Ajak Mendikbud Mencerdaskan Bangsa

Regional
Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Cerita di Balik Kakek Selesaikan Wisuda pada Usia 85 Tahun, Pesan Almarhum Anak Jangan Hanya Sampai D3

Regional
Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Tabrakan Maut Mobil Colt T Vs L300, Sopir Diduga Hilang Kendali, Satu Orang Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X