Kompas.com - 28/12/2018, 14:21 WIB
Gelombang Tinggi yang Menerjang Pantai Selatan Yogyakarta dilihat dari Perbukitan di Sekitar Pantai Krakal, Gunungkidul Selasa (24/7/2018) Kompas.com/Markus YuwonoGelombang Tinggi yang Menerjang Pantai Selatan Yogyakarta dilihat dari Perbukitan di Sekitar Pantai Krakal, Gunungkidul Selasa (24/7/2018)
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

KOMPAS.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini adanya gelombang tinggi yang dapat mencapai 4-6 meter di beberapa wilayah Indonesia.

Dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com, ketinggian gelombang 4-6 meter tersebut berpeluang terjadi di Samudera Hindia Selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur, Laut Natuna Utara, dan Perairan Utara Kepulauan Natuna.

Hal tersebut disebutkan karena terdapat pola tekanan rendah 1002 hPa, 1003 hPa, dan 1007 hPa di Samudera Pasifik timur Filiphina, Laut Arafuru bagian barat dan Laut China Selatan.

Selain itu, pola angin di wilayah Indonesia secara umum bergerak dari arah barat daya-barat laut dengan kecepatan angin berkisar antara 5-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Selat Sunda, Perairan Kepulauan Seribu, Laut Jawa, Laut Sulawesi, Perairan Kepulauan Sangihe-Kepulauan Talaud, dan Laut Flores.

Baca juga: BMKG Hanya Keluarkan Peringatan Gelombang Tinggi di Manado, Bukan Tsunami

Beberapa kondisi di atas yang mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di beberapa wilayah. Peringatan dini gelombang tinggi ini berlaku hingga 31 Desember 2018 pukul 07.00 WIB.

Sementara, tinggi gelombang 2,5 meter hingga 4 meter berpeluang terjadi di beberapa wilayah berikut ini:

1. Selat Sunda bagian Selatan
2. Perairan selatan Pulau Jawa hingga Pulau Sumbawa
3. Selat Bali-Selat Lombok- Selat Alas bagian selatan.
4. Samudera Hindia selatan Banten
5. Samudera Hindia selatan Bali hingga Nusa Tenggara Barat
6. Perairan Kepulauan Anambas dan selatan Kepulauan Natuna
7. Laut Jawa
8. Perairan utara Kepulauan Kangean
9. Perairan Kepulauan Sangihe - Talaud
10. Perairan Manado - Bitung
11. Laut Sulawesi bagian tengah hingga timur
12. Laut Maluku
13. Perairan Utara Kepulauan Halmahera
14. Samudera Pasifik, utara Halmahera hingga Papua Barat

BMKG juga memberikan peringatan dini tinggi gelombang 1,25 meter hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di beberapa daerah berikut:

1. Perairan Barat Pulau Simeulue hingga Kepulauan Mentawai
2. Perairan Enggang-Bengkulu
3. Perairan Barat Lampung
4. Samudera Hindia Barat Pulau Sumatera
5. Perairan Selatan Pulau Sumba
6. Laut Sawu
7. Perairan Selatan Pulau Rotte-Kupang
8. Selat Sape bagian selatan
9. Selat Sumba bagian barat
10. Selat Ombai
11. Laut Timor Selatan Nusa Tenggara Timur
12. Samudera Hindia Selatan Nusa Tenggara Timur
13. Laut Natuna
14. Perairan Timur Pulau Bintan hingga Lingga
15. Selat Karimata dan Gelasa
16. Selat Sunda bagian Utara
17. Perairan Kalimantan Barat
18. Perairan selatan Kalimantan
19. Perairan Kotabaru
20. Perairan utara Pulau Jawa
21. Perairan barat Sulawesi Selatan
22. Perairan Kepulauan Selayar-Sabalana
23. Laut Flores dan Laut Banda
24. Perairan Kepulauan Baubau-Wakatobi
25. Teluk Bone bagian selatan
26. Perairan Kepulauan Leti hingga Tanimbar
27. Perairan Kepulauan Kei-Aru
28. Laut Arafuru dan Laut Seram
29. Selat Makassar
30. Laut Sulawesi bagian barat
31. Perairan utara dan selatan Sulawesi Utara
32. Teluk Tomini
33. Perairan barat dan timur Kepulauan Halmahera
34. Perairan utara Papua Barat hingga Papua
35. Samudera Pasifik utara Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk memerhatikan risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran pada beberapa moda transportasi laut, seperti:

  1. Perahu nelayan untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 meter.
  2. Kapal tongkang untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 meter.
  3. Kapal Ferry untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 meter.
  4. Kapal ukuran besar (kapal kargo atau kapal pesiar), untuk mewaspadai kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4 meter.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.