Kaleidoskop 2018: Peristiwa Penting di Palembang Sepanjang Tahun, Gubernur Baru hingga Akhirnya Punya LRT

Kompas.com - 28/12/2018, 06:55 WIB
Gubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan pidato perdananya di Monpera Palembang, usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Selasa ( 2/10/2018). Deru mengatakan, akan mengirimkan bantuan ke Palu dan Donggala berupa beras bagi korban bencana alam tsunami dan gempa. KOMPAS.com/ Aji YK PutraGubernur Sumsel Herman Deru saat memberikan pidato perdananya di Monpera Palembang, usai dilantik oleh Presiden Joko Widodo, Selasa ( 2/10/2018). Deru mengatakan, akan mengirimkan bantuan ke Palu dan Donggala berupa beras bagi korban bencana alam tsunami dan gempa.

JULI

Herman Deru-Mawardi Yahya, pemimpin baru Sumsel

Hasil rekapitulasi yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sumatera Selatan dari 17 kabupaten/kota, pada 8 Juli 2018, mencatat pasangan nomor urut 1, Herman Deru-Mawardi Yahya, memenangi Pilkada Sumsel 2018.

Mereka meraih 1.394.438 suara, mengalahkan tiga pasangan pesaingnya.

Pasangan nomor urut 4 Dodi Reza Alex-Giri Ramanda Kiemas kalah tipis dengan perolehan, sedangkan 1.200.625 suara, sedangkan pasangan nomor urut 2, Aswari Rivai-Irwansyah, mendapatkan 442.820 suara dan pasangan nomor urut 3, Ishak Mekki-Yudha Pratomo 839.743 suara.

Baca selengkapnya di Topik Pilihan: Pilkada Sumsel dan Rekapitulasi KPU, Herman Deru- Mawardi Yahya Menangi Pilkada Sumsel

 

7 terduga teroris ditangkap

Densus 88 menangkap tujuh terduga teroris di dua lokasi di Sumatera Selatan pada 18 Juli 2018. 

Lima terduga teroris ditangkap di Kota Palembang, sedangkan dua terduga teroris lainnya di Kelurahan Mariana, Kabupaten Banyuasin.

Para terduga teroris ini merupakan jaringan Abu Husnah yang berbasis di Solo, Jawa Tengah. 
Mereka masuk dalam kelompok Jamaah Anshorud Khilafah (JAK) yang berkiblat ke ISIS dan dipimpin Abu Husnah.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan berlangsung selama 5 jam. Selain buku-buku serta pipa paralon, polisi juga menemukan beberapa busur panah dari kediaman salah satu terduga teroris.

Baca selengkapnya: Kronologi Penangkapan 7 Terduga Teroris di Banyuasin

 

Warga kerap diterkam buaya

Seorang remaja bernama Alif diterkam seekor buaya saat sedang memancing di kawasan areal wilayah PT KAM Blok C, Kabupaten Banyuasin, pada 8 Juli 2018.

Kapolres Banyuasin AKBP Yudhi Surya Markus Pinem mengatakan, korban diterkam saat hendak mencuci tangan di sungai. Tubuhnya terseret hingga ke dalam sungai.

Dalam pencarian korban, seorang pawang buaya ikut diturunkan. Jenazah remaja 18 tahun itu ditemukan dalam kondisi tak utuh. Di Banyuasin, kejadian warga diterkam buaya kerap terjadi.

Baca selengkapnya: Seorang Pemancing Tewas Diterkam Buaya di Banyuasin

AGUSTUS

Ekspresi petenis ganda campuran Indonesia Aldila Sutjiadi (kiri) dan Christopher Rungkat (kekiri) seusai menang atas petenis Thailand Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana pada final tenis ganda campuran Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8/2018).ANTARA FOTO/INASGOC/WAHYU PUTRO A Ekspresi petenis ganda campuran Indonesia Aldila Sutjiadi (kiri) dan Christopher Rungkat (kekiri) seusai menang atas petenis Thailand Luksika Kumkhum dan Sonchat Ratiwatana pada final tenis ganda campuran Asian Games 2018 di Jakabaring Sport City, Palembang, Sumatera Selatan, Sabtu (25/8/2018).
LRT Palembang dibuka untuk umum

Penantian panjang selama 3 tahun akhirnya berbuah manis. Akhirnya, pada 1 Agustus 2018, LRT Palembang dibuka untuk umum. 

Ini merupakan angkutan massal canggih pertama yang beroperasi di Bumi Sriwijaya. Total jalur LRT Palembang sepanjang 23,4 km.

Namun, momen ini sempat diwarnai mogoknya LRT, tepat 2 km sebelum sampai bandara. PT INKA selaku pembuat LRT Palembang menjelaskan, ada kesalahan teknis yang terjadi. 

Meski demikian, warga Palembang bangga dengan kehadiran LRT yang cantik dan nyaman. Mereka antusias mencoba sejak hari pertama LRT dibuka untuk umum.

Pembangunan LRT Palembang diawali dengan ditandatanganinya Perpres Nomor 116 Tahun 2015 tentang percepatan penyelenggaraan kereta api ringan di Sumatera Selatan pada 20 Oktober 2015 oleh Presiden RI Joko Widodo.

PT Waskita Karya Tbk ditugaskan membangun prasarana LRT, mulai dari jalur, termasuk konstruksi jalur layang, stasiun hingga fasilitas operasi. 

Baca selengkapnya: LRT Palembang, Tak Cuma buat Asian Games 2018 

Simak juga pengalaman Kompas.com menjajal LRT baru di Palembang:

Nyamannya Naik LRT Palembang, Murah dan Dingin hingga Bikin Ketiduran (1)

Nyamannya Naik LRT Palembang, Semoga Tak Mogok Lagi (2)

 

Pembukaan Asian Games di Palembang

Selain Jakarta, Palembang juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan Asian Games 2018. Palembang pun menggelar upacara pembukaan pesta olahraga terbesar se-Asia itu.

Upaca pembukaan dipusatkan di Plaza depan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring (GSJ) Palembang pada 18 Agustus 2018. Konsepnya disebut lebih santai ketimbang di Jakarta.

Jika di Jakarta upacara pembukaan bersifat formal dengan parade atlet dan upacara penaikan bendera, pembukaan di Palembang diisi kegiatan makan sambil mendengarkan lagu.

Momen ini sempat terganggu karena warga Palembang baru tahu upacara pembukaan tidak dibuka untuk umum. Padahal, sejak pagi, mereka sudah mengantre di lokasi pembelian tiket di depan pintu kompleks Jakabaring Sport City (JSC) Palembang.

Mereka kecewa karena baru tahu, acara pembukaan itu hanya untuk tamu undangan.

Baca selengkapnya di Topik Pilihan: Asian Games 2018

 

SEPTEMBER

Bencana asap kepung Palembang

Pasca-perhelatan Asian Games, sejumlah lahan di wilayah Sumatera Selatan terbakar hebat hingga menyebabkan kabut asap masuk ke Palembang.

Wilayah yang mengalami kebakaran lahan pada September 2018 adalah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Kecamatan Cengal di Kabupaten Ogan Komering Ilir, Pangkalan Lampam OKI serta Tulung Selapan OKI.

Kebakaran lahan di Tulung Selapan, misalnya, berlangsung selama sepekan. Akses menuju lokasi sulit, sehingga tidak memungkinkan untuk dilakukan pemadaman dari darat.

BPBD menyebutkan, dari pengamatan citra satelit, terdapat 68 titik lokasi kebakaran.

Baca selengkapnya: Kabut Asap Mulai Selimuti Palembang, Ini Penjelasan BPBD

 

Alex Noerdin dipanggil terkait dugaan kasus korupsi

Mantan Gubernur Sumatera Selatan Alex Noerdin oleh penyidik Kejaksaan Agung di pertengahan September 2019, menjadi sorotan publik.

Alex diperiksa terkait kasus tindak pidana korupsi dana hibah dan bantuan sosial (bansos) Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan tahun anggaran 2013. 

Dalam kasus ini, Kejagung telah menetapkan 2 orang tersangka. Mereka adalah Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi Sumatera Selatan, LT dan mantan Kepala Kesbangpol Propinsi Sumatera Selatan bernama I.

Dari hasil penyelidikan, diduga dari perencanaan, penyaluran, penggunaan, dan pertanggungjawaban terhadap dana hibah dan bantuan sosial tersebut yang diberikan langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan dilakukan tanpa melalui proses evaluasi atau klarifikasi biro terkait.

Terkait pemanggilan ini, Alex sempat mangkir 2 kali. Alex mengatakan, dia tidak bisa datang pada 20 September 2018 karena adanya pelantikan Pejabat Gubernur di Palembang.

Baca selengkapnya: Mangkir 2 Kali dari Panggilan Kejagung, Ini Penjelasan Alex Noerdin

 

OKTOBER

Prosesi kremasi keluarga FX Ong yang berlangsung di Krematorium Sampurna TPU Talang Kerikil Kecamatan Sukarami Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (26/10/2018).
KOMPAS.com/ Aji YK Putra Prosesi kremasi keluarga FX Ong yang berlangsung di Krematorium Sampurna TPU Talang Kerikil Kecamatan Sukarami Palembang, Sumatera Selatan, Jumat (26/10/2018).
Pengusaha tembak istri dan Anak sendiri

Kasus bunuh diri pengusaha dan keluarganya di Palembang menyita perhatian publik se-Indonesia. Awalnya, satu keluarga pengusaha ditemukan tewas dengan luka tembak di kepala.

Mereka adalah Fransiskus Xaverius Ong (45) beserta istrinya, Margareth Lentin Liana (43), dan serta kedua anaknya Rafael Fransiskus (18) dan Kathlyn Fransiskus (11).

Belakangan diketahui, Ong nekat mengakhiri hidup dengan cara menembak kepala sendiri bersama istri serta dua anaknya di kamar masing-masing. Kedua anjing juga ditemukan mati dengan luka tembak.

Asisten rumah tangga (ART) korban sempat melihat gelagat aneh dari FX Ong. Mereka diberi uang Rp 2 juta serta perhiasan cincin emas. Para tetangga juga diberikan uang.

Polisi lalu menemukan secarik kertas surat wasiat tulisan tangan yang diduga dibuat Ong.
Diduga, Ong melakukannya karena menolak diceraikan istrinya.

Baca selengkapnya: Kisah Pilu Keluarga FX Ong, Dugaan Orang Ketiga hingga Tega Tembak Kepala Anak dan Istri sampai Tewas

 

Wali Kota Prabumulih nyaris adu jotos

Video Wali Kota Prabumulih Ridho Yahya dan Asisten III Abdullah Abadi yang nyaris terlibat adu jotos saat apel pagi di lapangan pemerintah, viral di media sosial pada 4 Oktober 2018.

Dalam video tersebut, Ridho tengah memimpin apel. Mendadak seorang pria yang diduga asisten III Pemkot Prabumulih, Sumatera Selatan, menuju tengah lapangan dan mendekati Ridho.

Adu jotos pun nyaris terjadi. Anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) yang berada di lokasi langsung melerai keributan dan membawa keluar pria tersebut dari lapangan upacara.

Apa sebabnya?

Baca selengkapnya: Viral, Wali Kota Prabumulih Nyaris Adu Jotos dengan Asisten III 

 

NOVEMBER

Lagi, sopir taksi online dibunuh dengan sadis

Pada 12 November 2018, polisi memastikan bahwa pengemudi taksi online Sofyan (43) yang mendadak hilang setelah mengantarkan penumpang dari kawasan KM 5 Palembang menuju KFC simpang Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang.

Sofyan dilaporkan hilang oleh istrinya yang tidak bisa mengontaknya pada 29 Oktober 2018.

Sofyan dirampok dan dibunuh oleh empat pelaku yang meminjam akun seorang perempuan berinisial TY untuk beraksi. Dia dihabisi di sekitar tempat tujuan di bandara.

Lalu mereka membawa jenazah korban menuju Kabupaten Musirawas Utara dan dibuang di areal perkebunan kelapa sawit di Kecamatan Lakitan.

Sekitar 15 hari kemudian, jenazah Sofyan baru ditemukan dalam kondisi tinggal tulang.

Baca selengkapnya: Kronologi Sofyan Tewas Ditangan Empat Perampok Versi Polisi dan Kronologi Pelaku Perampokan Sopir Taksi Online Serahkan Diri karena Takut Ditembak Polisi

 

Palembang kebanjiran

Hujan yang melanda kota Palembang, Sumatera Selatan selama satu malam membuat 17 kecamatan yang ada di kota ini terendam banjir pada 13 November 2018.

Genangan air terjadi di seluruh titik di Palembang hingga merendam seluruh jalan protokol, seperti di Jalan Basuki Rahmat di bawah jembatan flyover simpang Mapolda Sumatera Selatan. 

Banjir sekitar 40 cm merendam seluruh badan jalan. Bahkan, ketinggian air hingga satu lutut orang dewasa membuat kendaraan, baik roda dua maupun roda empat, mendadak mati mesin karena kemasukan air.

Baca selengkapnya: Diguyur Hujan Semalaman, Kota Palembang Dilanda Banjir

 

DESEMBER

Perahu Jasa Mulya tiba-tiba meledak di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/12/2018). Akibat kejadian ini, tujuh orang mengalami luka bakar.KOMPAS.com/Aji YK Putra Perahu Jasa Mulya tiba-tiba meledak di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan, Kamis (20/12/2018). Akibat kejadian ini, tujuh orang mengalami luka bakar.
Perahu meledak di Sungai Musi

Jongkong atau perahu bernama Jasa Mulya meledak dan terbakar di Sungai Musi, Palembang, pada 19 Desember 2018. Sebanyak 10 orang luka dan 1 orang hilang akibat peristiwa tersebut. Seorang anak juga turut menjadi korban.

Sebelum ledakan terjadi, pengemudi jongkong sedang membeli 10 drum solar dan 10 drum premium di SPBB terapung milik Bukhori. Namun, saat pengisian itu berlangsung, perahu tersebut mendadak meledak.

Ledakan membuat polisi sempat menutup arus lalu lintas di Jembatan Ampera karena asap hitam pekat mengganggu jarak pandang para pengendara yang melintas di jembatan. Para pengendara dan warga sekitar lokasi juga sempat kalang kabut saat terjadi ledakan. 

Baca selengkapnya: 5 Fakta di Balik Perahu Meledak di Sungai Musi, 1 Orang Hilang hingga Kisah Para Korban Selamat

 

Suara dentuman misterius

Sejak 24 Desember 2018, warga Sumatera Selatan dihebohkan dengan suara dentuman keras yang terjadi di beberapa wilayah kabupaten/kota.

Kabar itu mulai heboh setelah sebuah video menyebar di media sosial. Berbagai spekulasi muncul, mulai dari kaitan dengan aktivitas anak Gunung Krakatau hingga latihan tempur dari jajaran TNI di wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU).

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Kenten Palembang menyatakan, dari pantuan citra radar dan satelit cuaca pada hari itu, tidak ada indikasi parameter cuaca yang menyebabkan suara di Kabupaten OKU.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamat Gunung Api Dempo dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), Mulyadi, mengatakan, perlu kajian secara ilmiah untuk memastikan sumber suara dentuman keras di Kabupaten OKU.

"Tupoksi saya hanya sebatas Gunung Dempo, tak sampai ke sana (Gunung Krakatau)," ujarnya ketika dikonfirmasi pada 25 Desember 2018).

Baca selengkapnya: Suara Dentuman Misterius di Sumsel, Ini Tanggapan BMKG dan PVMBG dan Suara Dentuman Misterius Juga Terdengar di Bandung, Ini Jawaban Ilmiah BMKG

Halaman:
Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Regional
Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

[POPULER NUSANTARA] Kasus BCA Salah Transfer Rp 51 Juta | Cerita Pasangan Suami Istri Punya 16 Anak

Regional
Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Sedang Masukkan Buah ke Mobil, Azhari Tewas Ditabrak Pikap dari Belakang

Regional
Kisah 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap Pabrik Tembakau, Bawa Balita ke Penjara, Kini Kasusnya Ditangguhkan

Kisah 4 Ibu Terdakwa Pelemparan Atap Pabrik Tembakau, Bawa Balita ke Penjara, Kini Kasusnya Ditangguhkan

Regional
 7 Polisi di Jambi Kedapatan Pakai Narkoba Saat Sidak Tes Urine

7 Polisi di Jambi Kedapatan Pakai Narkoba Saat Sidak Tes Urine

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X