Karim Raslan
Pengamat ASEAN

Karim Raslan adalah kolumnis dan pengamat ASEAN. Dia telah menulis berbagai topik sejak 20 tahun silam. Kolomnya  CERITALAH, sudah dibukukan dalam "Ceritalah Malaysia" dan "Ceritalah Indonesia". Kini, kolom barunya CERITALAH ASEAN, akan terbit di Kompas.com setiap Kamis. Sebuah seri perjalanannya di Asia Tenggara mengeksplorasi topik yang lebih dari tema politik, mulai film, hiburan, gayahidup melalui esai khas Ceritalah. Ikuti Twitter dan Instagramnya di @fromKMR

Natal di Surabaya dan Kisah Keluarga Andi

Kompas.com - 26/12/2018, 20:19 WIB
Hanya sebesar 4 persen dari sekitar 3 juta penduduk Surabaya menganut agama Katolik. Namun demikian, toleransi dan hubungan antar agama tetap dapat terjalin. Ceritalah/Fully SyafiHanya sebesar 4 persen dari sekitar 3 juta penduduk Surabaya menganut agama Katolik. Namun demikian, toleransi dan hubungan antar agama tetap dapat terjalin.

SELAMAT Hari Natal dari Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia. Dengan populasi lebih dari 8 juta – termasuk daerah pinggiran – Surabaya merupakan pusat bisnis yang vital.

Kota industri ini penuh dengan pabrik-pabrik, gudang, dan pusat perbelanjaan. Namun demikian, perayaan Natal tahun ini sedikit lebih kusyuk.

Enam bulan lalu, runtutan serangan bom bunuh diri melanda Surabaya. Bom meledak di tiga gereja dan pos polisi. Sebuah bom juga meledak di kompleks apartemen di Sidoarjo saat polisi melakukan penyerbuan. Serangan ini mengakibatkan 28 korban meninggal dunia dan sekitar 50 korban luka-luka.

Saat Surabaya bersiap menyambut Natal – lagu-lagu Natal bergema di mal terbesar Tunjungan Plaza – tim Ceritalah bertemu Agustinus Dono Chrismiandi atau kerap disapa Pak Andi, seorang penganut Katolik berumur 52 tahun yang keluarganya menjadi korban terluka oleh serangan bom.

Andi bersama istri dan dua anaknya tinggal bersama orangtuanya. Warga asli Surabaya ini memiliki tinggi sekitar satu setengah meter, namun perawakannya yang tegas dan pipi yang menonjol, menunjukkan ketenangan.

Baca juga: Elegi Anak-anak di Ledakan Bom Surabaya

Pada 13 Mei lalu, keluarganya sedang berada di Gereja Santa Maria Tak Bercela di Jalan Ngagel, dekat tengah kota Surabaya. Serangan di gereja tersebut dilakukan oleh dua remaja kakak beradik yang berusia 17 dan 15 tahun.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Orangtua mereka – Dita Oepriarto dan Puji Kuswati – serta dua adik perempuan, juga melakukan bom bunuh diri di dua gereja lainnya. Mereka bagian dari organisasi afiliasi ISIS, Jamaah Ansharut Daulah.

“Waktu itu, saya dan keluarga sedang menuju ke Gereja Santa Maria untuk menghadiri Misa Kedua jam 07.30. Keluarga berangkat duluan naik mobil Grab, sementara saya naik motor. . Mereka sampai sekitar pukul 07.10, tepat saat bom itu meledak,” tutur Andi.

“Saat saya sampai di gereja, saya tidak tahu kalau ada bom meledak. Saya hanya berpikir, ‘Mengapa motor-motor parkir di pinggir jalan? Kok ada asap?’ Lalu saya dengar orang berteriak kalau barusan ada bom meledak. Saya panik dan langsung mencari keluarga saya,” kata Andi.

Putranya yang berusia 17 tahun, Vincentius, masih ingat detik-detik saat bom meledak.
“Waktu itu saya sudah turun dari kursi depan mobil dan akan membuka pintu mobil sebelah kiri buat kakek," kata Vincentius.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.