Gemas Angka Kemiskinan di Gorontalo Lamban Turun, Ini yang Dilakukan Gubernur

Kompas.com - 26/12/2018, 16:08 WIB
Gubernur Gorontalo sekaligus Ketua DPD I Golkar Gorontalo, Rusli Habibie. KOMPAS.com/RAHMAT FIANSYAHGubernur Gorontalo sekaligus Ketua DPD I Golkar Gorontalo, Rusli Habibie.

GORONTALO, KOMPAS.com -  Rumah warga yang menerima bantuan sosial diberi tanda warna kuning oleh petugas Pemkab Gorontalo beserta data keluarga penerima serta bantuan apa saja yang telah diterima.

Penandaan ini dilakukan agar tepat sasaaran dan tidak tumpang tindih.

Verifikasi penerima bantuan langsung dilakukan oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie di rumah salah satu warga miskin, Adnan Apajulu dan Fahmi Abdul Rahmat di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, Kota Gorontalo, pada Rabu (26/12/2018). 

Bantuan yang diterima oleh keluarga tersebut diberi kode centang sebagai penanda telah menerima bantuan.

Baca juga: Gorontalo Usulkan Kuota PBI Tangani Kesehatan Warga Miskin

“Jenis bantuan sosial yang didata adalah bantuan Program Keluarga Harapan (PKH), program Beras Sejahtera (Rastra), Bantuan Pangan Non Tunai Pusat (BPNT-P), Bantuan Pangan Non Tunai Daerah (BPNT-D),” kata Rusli Habibie, Rabu (26/12/2018).

Selain itu juga ada bantuan sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan. Bantuan rumah layak huni, pemasangan listrik, Jamkesta/JKN-KIS, dan Komunitas Adat Terpencil (KAT).

Rusli Habibie menjelaskan, pemberian tanda ini untuk memastikan bahwa penerima bantuan benar-benar tepat sasaran.

Selain itu, tanda di setiap rumah diharapkan bisa memberikan informasi kepada pemerintah daerah terkait jenis bantuan yang telah diterima.

Baca juga: Limbah Rumah Makan Mampetkan Drainase Pusat Kota Gorontalo

“Banyak bantuan sudah kita salurkan tapi kemiskinan lambat turun, mungkin tidak tepat sasaran. Ada yang sudah dapat dari kabupaten/kota masih diberi bantuan oleh provinsi. Ada juga yang mampu tapi diberi bantuan. Dengan adanya tanda ini maka itu bisa diminimalisir,” ujar Rusli Habibie.

Dia juga meminta agar semua penerima bantuan diverfikasi, agar tidak ada bantuan yang tumpang tindih. Penerima bantuan adalah warga kurang mampu sesuai dengan jenis pekerjaannya.

“Ada keluhan kalau bisa bantuan langsung ke masyarakat, tidak melalui aparat. Kenapa? Karena masyarakat sering diminta proposal tapi begitu bantuan datang bukan mereka yang dapat. Nah dengan tanda ini kita bisa cocokkan apa benar seperti itu,” ujar Rusli Habibie.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X