Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Jalur KA Semarang-Yogyakarta Dibangun 2023, Bakal Dilengkapi Stasiun Depo Pasir

Kompas.com - 26/12/2018, 11:00 WIB
Kontributor Semarang, Nazar Nurdin,
Aprillia Ika

Tim Redaksi

SEMARANG, KOMPAS.com – Rencana pembangunan jalur Kereta Api (KA) Semarang-Yogya yang direncanakan pada 2023 bakal dilengkapi dengan kebutuhan-kebutuhan industri.

Sepanjang jalur tersebut, nantinya ada stasiun untuk mengangkut peti kemas, hingga stasiun khusus untuk depo pasir di Muntilan.

Kepala Bidang Jaringan Transportasi dan Perkeretaapian Dinas Perhubungan Jawa Tengah, Henggar Budi Hanggoro, mengatakan, ada beberapa stasiun di rute tersebut untuk menampung kebutuhan industri.

Selain untuk rute angkutan massal, jalur KA tersebut juga untuk angkutan barang.

“Stasiun di jalur itu nanti multi fungsi. Di Magelang, ada beberapa stasiun, mulai dari Secang ada drypot (daerah industri), Peti Kemas. Ada KA Barang, KA orang,” ujar Henggar, saat dikonfirmasi, Rabu (26/12/2018).

Baca juga: Reaktivasi Kereta Semarang-Yogyakarta, Jembatan Plengkung Tuntang Dibenahi

Ia mengatakan, moda transporasi KA dari Semarang ke Yogyakarta akan memberi alternatif transportasi massal antara dua daerah itu.

Henggar menambahkan, salah satu stasiun di Magelang akan dibangun di Muntilan. Di titik itu, akan dibangun khusus untuk mengangkut material pasir dari Gunung Merapi.

Sejauh ini, kata dia, pasir diangkut melalui truk-truk dan tidak jarang memenuhi jalanan Semarang-Yogyakarta.

“Di Muntilan, ada KA depot pasir. Saat ini truk pasir berjalan memenuhi jalanan Semarang-Yogyakarta, nanti akan diganti dengan KA,” ujarnya.

Menuju Borobudur jadi mudah

Di Magelang juga, kata dia, juga ada stasiun di daerah Palbapang. Di titik itu, nantinya KA dari Semarang-Yogyakarta akan disambungkan dengan light rail transit (LRT) menuju kawasan wisata Candi Borobudur.


“Di Palbaplang (Magelang) nantinya menggunakan KA ringan atau LRT untuk menuju Borobudur,” tambahnya.

Henggar mengatakan, saat ini pemerintah mematangkan rencana ini, termasuk dengan Komite Penyediaan Infrastruktur Pemerintah (KPPIP) yang akan mengkaji sinergitas KA dengan rencana tol Bawen-Yogyakarta.

Baca juga: Reaktivasi Jalur Kereta, Stasiun Lama Semarang-Yogyakarta Dihidupkan

Total panjang ruas KA Semarang-Yogyakarta direncanakan sepanjang 121 km, terdiri dari 102 km di wilayah Jawa Tengah dan 13 km meter di wilayah Yogyakarta.

Dari total 121 km, sepanjang 78 km mengunakan konstruksi baru dan sepanjang 42 km adalah jalur eksisting.

Jalur terpanjang ada di Kabupaten Semarang mencapai 47 km, sedangkan jalur terpendek di Kota Magelang sepanjang 1,1 km.

Selain itu, pemerintah nantinya juga akan mengintegrasikan pembangunan KA ini dengan akses menuju kawasan candi Borobudur sebagai Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN).

Jalur yang dibangun diperkirakan sepanjang 8,9 km. Akan dibangun pula untuk siding depo pasir sepanjang 3,5 km.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com