Ketika Forum Lintas Iman Gelar Pentas Teater Saat Perayaan Natal...

Kompas.com - 25/12/2018, 15:48 WIB
Pentas Teater Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul sebelum Kebaktian Natal 2018 di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari, Selasa (25/12/2018)Kompas.com/Markus Yuwono Pentas Teater Forum Lintas Iman (FLI) Gunungkidul sebelum Kebaktian Natal 2018 di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari, Selasa (25/12/2018)

YOGYAKARTA,KOMPAS.com - Setiap perayaan hari besar agama di Gunungkidul, Yogyakarta, ada tradisi yang menarik dilakukan Forum Lintas Iman (FLI).

Mereka yang terdiri dari pemeluk berbagai agama mendatangi tempat ibadah untuk menyampaikan ucapan selamat perayaan hari keagamaan.

Demikian pula saat perayaan Natal 2018. Para anggota FLI mendatangi gereja.

Pada Senin (24/12/2018), FLI mendatangi Gereja Santo Petrus Kanisius, Wonosari, untuk mengucapkan selamat perayaan Natal kepada umat Kristiani yang usai melakukan misa malam Natal.


Pada Selasa (25/12/2018), FLI menggelar pentas teater sebelum kebaktian Natal di Gereja Kristen Jawa (GKJ) Wonosari.

Baca juga: Sejarah di Balik Tradisi Pohon Natal.....

Para pemain merupakan gabungan dari pemuda FLI dan pihak gereja.

Menurut sutradara teater, Gondol Sumargiyo, pementasan ini bercerita tentang kisah seorang ibu yang akan melahirkan.

Keluarga besarnya memiliki pandangan tentang lokasi melahirkan, mereka berdebat tentang lokasi mana ibu itu harus melahirkan.

Setiap orang dalam keluarga tersebut berasumsi tentang rumah sakit yang baik untuk melahirkan.

"Kisah singkatnya tentang perdebatan keluarga yang berdebat karena rumah sakit. Padahal yang terpenting bayi yang dilahirkan, dan ibunya harus selamat,"kata Gondol kepada kompas.com seusai pentas, Selasa

"Intinya menyederhanakan persoalan, saat ini orang berpikir tentang identitas padahal yang terpenting kerukunan," lanjut dia.

Baca juga: 25 Desember 1914, Gencatan Senjata Natal Saat Perang Dunia I, Dua Kubu Pesta Bersama

Uniknya, mereka yang terlibat dalam teater ini dengan latar belakang berbagai agama, diiringi dengan paduan suara dari GKI dan Hadroh.

Menurut Gondol, sempat ada pro dan kontra terkait pementasan ini, Namun, dirinya bersama FLI ingin terus menyuarakan kerukunan sampai batasan yang sewajarnya.

Halaman:
Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X