Kompas.com - 25/12/2018, 13:45 WIB
Jajaran TNI AL kembali berhasil mengamankan dua kapal ikan asing (KIA) yang sedang melakukan pencurian ikan di perairan pulau terdepan di Kepulauan Riau (Kepri). DOK LANAL TAREMPAKJajaran TNI AL kembali berhasil mengamankan dua kapal ikan asing (KIA) yang sedang melakukan pencurian ikan di perairan pulau terdepan di Kepulauan Riau (Kepri).

ANAMBAS, KOMPAS.com - Jajaran TNI AL kembali mengamankan dua kapal ikan asing (KIA) yang sedang mencuri ikan di perairan pulau terdepan di Kepulauan Riau (Kepri).

Kedua kapal tersebut yakni KG 90280 TS berbendera Vietnam dengan muatan 2 ton ikan campur. Kapal ini diamankan KRI Kapitan Pattimura 371 di posisi sekitar 95 Nautical Mile Barat Laut Pulau Matak, Kabupaten Anambas, Kepri, Sabtu (22/12/2018) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kemudian kapal BL 92024 TS berbendera Vietnam ditangkap KRI Teuku Umar 385 di posisi 05°34’45” U – 105°38’48” T utara perairan Natuna pada hari yang sama sekitar pukul 07.35 WIB.

Komandan Lanal Tarempa Letkol Nur Rochmad Ibrohim yang dikonfirmasi membenarkan penangkapan tersebut. Nur mengatakan, saat ini kedua KIA tersebut sudah berada di Lanal Tarempat dan sedang diperiksa.

"Keberhasilan ini juga berkat informasi dari para nelayan Kabupaten Anambas dan Kabupaten Natuna yang tidak sengaja melihat keberadaan para pencuri ikan ini," kata Nur, Selasa (25/12/2018).

Baca juga: Bongkar Muatan di Tengah Laut, Kapal Asing Berbendera Singapura Diamankan

Dari kedua kapal tersebut, pihaknya juga berhasil mengamankan puluhan anak buah kapal (ABK) yang berada di dua KIA tersebut.

"Satu kapal rata-rata berjumlah 15 orang termasuk nakhoda. Jadi dua kapal sedikitnya ada 30 ABK," ungkap Nur.

Nur menambahkan, para ABK sempat hendak menenggelamkan kapal mereka dengan memasukkan air laut dan merusak mesin kapal.

Baca juga: 2 Kapal Asing Diamankan di Pulau Terluar, 1 Nakhoda Positif Narkoba

Tujuannya agar saat proses penarikan kapal untuk di Bawa ke Lanal Tarempak memakan waktu yang cukup lama.

"Karena tidak bisa jalan kencang, saat itulah mereka mencari bantuan karena rata-rata kapal mereka menggunakan mesin yang sangat kencang," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Positif Covid-19, Atalia Praratya Banjir Doa dan Dukungan

Regional
Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Ajak Pelajar Berbagi Selama Ramadhan, Disdik Jabar Gelar Rantang Siswa

Regional
Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Mudahkan Rancang Perda, Gubernur Ridwan Kamil dan Kemendagri Luncurkan Aplikasi e-Perda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X