Kompas.com - 25/12/2018, 00:27 WIB
Tugu Taman Beo, di Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Rabu (19/12/2018). Tigor Munthe/KOMPAS.comTugu Taman Beo, di Jalan Sisingamangaraja, Pematangsiantar, Rabu (19/12/2018).

PEMATANG SIANTAR, KOMPAS.com-Empat bocah perempuan dengan lincah menaiki skuter anak dengan tiga roda. Mereka bebas mengitari lantai dan track taman.

Sementara orangtua mereka, kaum ibu duduk santai di kursi antik terbuat dari besi bercat hitam. Para ibu bercengkerama, sambil sesekali memainkan telepon seluler untuk mengambil foto sejumlah sudut taman.

Suasana taman cukup ramai pada Minggu (23/12/2018) itu.

Di sudut taman, ada sebuah lapangan basket mini. Sejumlah remaja pria tengah bermain memanaatkan lapangan yang belum lama dibangun itu.

Taman Beo, sebuah ruang terbuka hijau yang baru diresmikan Walikota Pematangsiantar pada Jumat (14/12/2018) lalu. 

Baca juga: Libur Natal dan Tahun Baru, Taman Margasatwa Ragunan Targetkan Dikunjungi 550.000 Orang

Taman yang dengan luas tak sampai 1 hektar itu menjadi ruang terbuka hijau kedua yang dimiliki Pematangsiantar setelah Taman Bunga atau Lapangan Merdeka Pematangsiantar.

"Dulu ini seram. Ditumbuhi rumput liar dan pohon-pohon. Tak terurus dan gelap," ungkap Masinem (82), perempuan warga Naga Huta, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun.

"Senang, melihat taman ini jadi bagus seperti ini. Bisa duduk-duduk bawa anak dan cucu," ungkapnya.

Binar senang juga dipancarkan wajah Oyeng (15), pelajar SMA Negeri 3 Pematangsiantar, saat bersiap untuk bermain basket dengan temannya.

Pria warga Tozai, Pematangsiantar itu mengaku senang ada lapangan basket mini di Taman Beo.

Sejak Taman Beo diresmikan, dia selalu memanfaatkan lapangan basket. Cukup banyak yang bermain, ada pagi hingga sore hari. Hanya saja Oyeng berharap pemerintah membangun lapangan futsal di lokasi taman.

Semakin sore, taman yang berada di dekat Rindam 1 Bukit Barisan atau Jalan Sisingamangaraja, Kecamatan Siantar Sitalasari, makin ramai dikunjungi kaum remaja dan ibu. 

Di tengah taman, berdiri sebuah bangunan tugu setinggi 4 meter. Di ujung tugu itu, 1 ekor burung Beo berdiri. Itu sebabnya, taman disebut Taman Beo.

Selain arena permainan anak-anak, taman yang persis di pertigaan itu juga dipasangi track jogging dan lampu di bagian pinggir taman.

Tak heran, selain pagi dan sore digunakan lokasi olahraga, malam juga dikunjungi warga guna menikmati suasana.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman Pematangsiantar, Reinward Simanjuntak menyebut, lahan Taman Beo seluas 1.400 M2 atau sekitar 3, 5 rante. Taman disulap menjadi menjadi ruang terbuka yang bisa dimanfaatkan warga.

"Di sana kami bangun sejumlah sarana olahraga dan permainan anak-anak. Taman juga kita tata agar lebih indah dan rapi," katanya.

Baca juga: Melihat Pembangunan Taman Skateboard di Kolong Flyover Slipi

Tahun depan kata dia, pihaknya juga akan membangun sejumlah sarana olahraga lain menambah yang sudah ada.

"Saat ini, petugas sedang memasang sejumlah lampu hias dan dan lampu taman," ungkap Reinward. 

Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar, Budi Utari Siregar mengatakan, Taman Beo memang dulunya tidak terurus, gelap dan tak jarang dijadikan warga sebagai lokasi pacaran atau tindakan asusila.
 
"Jadi taman itu daripada tak terurus, sesuai program wali kota yang memang berniat membuat beberapa ruang terbuka sebagai wahana interaksi warga, diperbaiki dan ditata," kata Budi.
 
Dia menyebut, di taman tersebut masih akan diadakan sejumlah fasilitas pendukung menambah yang sudah ada saat ini, seperti pengadaan wi-fi.
 
"Kami akan membangun kerja sama dengan Telkomsel misalnya agar di lokasi taman tersedia fasilitas internet," katanya.
 
Budi menambahkan, tahun depan masih ada sejumlah ruang terbuka lain yang akan dibenahi dan ditingkatkan, menambahi Taman Lapangan Merdeka dan Taman Beo.
Kompas TV Untuk membantu dan meringankan, beban korban bencana tsunami yang menimpah warga banten serta Lampung. Organisasi kepemudaan di Indramayu, Jawa Barat, melakukan penggalangan dana ke pengguna jalan. Untuk informasi selengkapnya, kita terhubung dengan Kepala Balai Taman Nasional Ujung Kulon, Mamat Rahmat.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Golkar Gelar Baksos di Salatiga, Jateng, Warga: Kami Sekarang Kenal Pak Airlangga

Regional
Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Jan Ethes Raih Medali Emas Kejuaraan Taekwondo Piala Wali Kota Solo

Regional
Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan 'Sentra Padi Subang'

Kuatkan Program Ketahanan Pangan, Dompet Dhuafa Hadirkan "Sentra Padi Subang"

Regional
Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Peduli Warga Terdampak Pandemi di Salatiga, Partai Golkar Gelar Baksos dan Pengobatan Gratis

Regional
Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Turunkan Angka Kemiskinan di Jateng, Ganjar Targetkan Pembangunan 100.000 RSLH

Regional
8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

8 Peristiwa Viral karena Gunakan Google Maps, dari Sekeluarga Tersesat di Hutan hingga Truk Masuk Jurang

Regional
Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.