8 Fakta Tsunami Selat Sunda, Pemicu Kejadian hingga Korban Jiwa

Kompas.com - 24/12/2018, 11:45 WIB
Pantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah. KOMPAS/RIZA FATHONIPantauan udara garis pantai di kawasan Banten yang terdampak tsunami dari pesawat Cessna 208B Grand Caravan milik maskapai Susi Air, Minggu (23/12/2018). Bencana tersebut menimbulkan ratusan korban jiwa, sebagian luka-luka dan korban hilang serta kerusakan pada gedung-gedung, permukiman hingga kapal nelayanPenanganan darurat dampak bencana terus dilakukan pihak BNPB bersama TNI, Polri, Basarnas, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian PU Pera, Kementerian ESDM, dan embaga terkait terus bersama pemerintah daerah.
Penulis Mela Arnani
|
Editor Bayu Galih

Namun, hal tersebut dibantah oleh Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho. Menurut dia, sirine tersebut berbunyi karena terdapat kerusakan teknis.

3. Facebook aktifkan Crisis Response dan Safety Check

Setelah tsunami menerjang pesisir Banten, Facebook mengaktifkan fitur "Crisis Response" dan "Safety Check" yang menyertakan informasi seputar bencana.

Fitur ini memungkinkan pengguna di sekitar wilayah terdampak, memberitahukan informasi, dan kondisi terkini.

Untuk mengakses fitur tersebut, masyarakat login ke Facebook, lalu di halaman utama klik menu "See More" di bagian kiri.

Terdapat beberapa menu yang akan muncul, pilih "Crisis Response", maka bencana terkini akan muncul, termasuk tsunami Selat Sunda beberapa waktu lalu.

Baca juga: Tsunami Banten, Facebook Aktifkan Safety Check

4. Grup band Seventeen jadi korban

Terdapat sebuah video amatir memperlihatkan grup band Seventeen tengah mengisi suatu acara gathering karyawan PT PLN, sesaat sebelum gelombang tsunami menerjang.

Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho menyampaikan, panggung acara tersebut terletak 3-4 meter dari laut dengan posisi membelakangi pantai.

Beberapa tim Seventeen ditemukan meninggal dunia, dan masih ada beberapa yang dinyatakan hilang.

Sebanyak 260 orang disebutkan mengikuti acara gathering tersebut dan terkena terjangan tsunami.

Baca juga: Sutopo: Panggung Seventeen Berjarak 3-4 Meter dari Laut

5. Korban hilang di Pulau Sangiang dan Pulau Oar

Gelombang tsunami juga menerjang Pulau Sangiang dan Pulau Oar yang berada di Kawasan Ujung Kulon, Pandeglang, Banten.

Halaman:
Baca tentang
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update 29 Maret, Jumlah Warga Kepri Positif Covid-19 Naik Jadi 14 Orang

Update 29 Maret, Jumlah Warga Kepri Positif Covid-19 Naik Jadi 14 Orang

Regional
Penyebaran Virus Corona tak Ganggu Produksi Pertanian di Papua

Penyebaran Virus Corona tak Ganggu Produksi Pertanian di Papua

Regional
Ayah di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas, Begini Kronologinya

Ayah di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas, Begini Kronologinya

Regional
Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Akses Keluar-Masuk Kota Tegal Ini Tetap Dibuka Selama Isolasi Wilayah

Regional
Satu Pasien Positif Sembuh, Riau Siap Tangani Covid-19

Satu Pasien Positif Sembuh, Riau Siap Tangani Covid-19

Regional
Pemilik Toko Tidak Patuhi Instruksi, Polisi Sita 48 Kardus Minuman Keras di Timika

Pemilik Toko Tidak Patuhi Instruksi, Polisi Sita 48 Kardus Minuman Keras di Timika

Regional
13 PDP di Kalbar Dipastikan Negatif Virus Corona

13 PDP di Kalbar Dipastikan Negatif Virus Corona

Regional
Indonesia Kini Miliki Laboratorium Hewan Uji Radioaktif

Indonesia Kini Miliki Laboratorium Hewan Uji Radioaktif

Regional
Wali Kota Semarang Cek Kesiapan Rumah Dinas untuk Ruang Isolasi Covid-19

Wali Kota Semarang Cek Kesiapan Rumah Dinas untuk Ruang Isolasi Covid-19

Regional
Bupati Sumba Timur Larang Perantauan dari Daerah Positif Corona Pulang

Bupati Sumba Timur Larang Perantauan dari Daerah Positif Corona Pulang

Regional
Terima 2.000 APD dan 2.400 Alat Rapid Test, Pemprov Maluku Utara Kirim ke 10 Wilayah

Terima 2.000 APD dan 2.400 Alat Rapid Test, Pemprov Maluku Utara Kirim ke 10 Wilayah

Regional
Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar

Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar

Regional
Kronologi Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Korban Sering Menangis

Kronologi Ayah Bunuh Anak Tiri di Pekanbaru, Kesal karena Korban Sering Menangis

Regional
Hadapi Gelombang Pemudik, Hendi Minta Pemda dari Zona Merah Covid-19 Lakukan Pendataan

Hadapi Gelombang Pemudik, Hendi Minta Pemda dari Zona Merah Covid-19 Lakukan Pendataan

Regional
Terlibat Cekcok, Seorang Bapak di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas

Terlibat Cekcok, Seorang Bapak di Kalbar Tembak Anaknya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X