Umat Kristiani di Flores Bangun Kandang Natal Berbentuk Rumah Panggung

Kompas.com - 24/12/2018, 07:10 WIB
Kandang Natal dengan bentuk rumah panggung di Komunitas Umat Basis (KUB) Gerejani Keselamatan Orang Sakit di Paroki Santo Arnoldus dan Josef Waelengga, Keuskupan Ruteng, Flores, NTT, Minggu (23/12/2018). (KOMPAS.com/Markus Makur) KOMPAS.com/MARKUS MAKURKandang Natal dengan bentuk rumah panggung di Komunitas Umat Basis (KUB) Gerejani Keselamatan Orang Sakit di Paroki Santo Arnoldus dan Josef Waelengga, Keuskupan Ruteng, Flores, NTT, Minggu (23/12/2018). (KOMPAS.com/Markus Makur)

BORONG, KOMPAS.com - Bulan Desember bagi umat Kristiani di seluruh dunia merupakan bulan penuh rahmat untuk menantikan kelahiran Sang Isa Almasih.

Tak terkecuali umat Kristiani di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Setiap Desember dalam kalendar liturgi dan nasional di periode setahun, umat Kristiani di Pulau Flores mulai mempersiapkan perayaan Natal, perayaan kelahiran Tuhan Yesus Kristus.

Perayaan Natal memiliki keunikan tersendiri di masing-masing daerah di seluruh dunia, ada perayaan sinterklas, pembuatan pohon Natal di berbagai kota besar di seluruh dunia. Bahkan beraneka hidangan dipersiapkan oleh umat Kristiani di seluruh dunia.

Tak terkecuali di Pulau Flores, umat Kristiani memiliki tradisi yang terinspirasi dengan kandang Natal di Betlehem 2000 tahun silam.

Lewat kisah-kisah yang diwartakan oleh misionaris Eropa pertama 500 tahun lalu, umat Kristiani di Pulau Flores mengetahui kisah kandang Betlehem sebagai tempat kelahiran Sang Juru Selamat Dunia.

Dari Flores Timur, misionaris Eropa itu mewartakan kabar Sang Juru Selamat Dunia ke wilayah Flores Barat. Tepat di pesisir Reo, Kecamatan Reo, Kabupaten Manggarai, 107 tahun yang lalu.

Baca juga: 365 Narapidana di Jawa Tengah Dapat Remisi Natal

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu yang dikisahkan dalam pewartaan misionaris Eropa itu tentang Kandang Betlehem, tempat kelahiran Yesus Kristus. Bermula dari kisah pewartaan itu, umat Kristiani di Keuskupan Ruteng, Flores Barat, membangun kandang Natal sesuai dengan bentuk rumah panggung sesuai warisan leluhur, meski di Gereja Katolik sudah ada kandang serupa seperti kandang Betlehem.

Kandang Natal bentuk rumah panggung ini dibangun secara gotong-royong umat Kristiani pada Minggu (23/12/2018). Mereka di antarnya Petrus Kanisius Ardy Kubik, umat Komunitas Umat Basis (KUB) Gerejani Tahta Kebijaksanaan Mabakou, Lingkung Mabakou, Paroki Santo Arnoldus dan Josef Waelengga dan orang muda Katolik bersama anak-anak dan orangtua.

Selain itu, umat di komunitas lain di Paroki itu juga penuh semangat mengerjakan kandang Natal menyambut Kelahiran Sang Almasih Agung.

Mereka membangun kandang Natal dengan penuh antusias. Beberapa di antara mereka menyiapkan alang-alang, tiang bambu, kertas, serta patung domba, patung malaikat, patung Yesus berukuran kecil serta patung keluarga kudus dari Nazaret.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.