Komentar Timses Jokowi-Ma'ruf soal Pendirian Markas Baru Prabowo-Sandiaga di Solo

Kompas.com - 23/12/2018, 23:10 WIB
Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima di Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Maruf Amin, Aria Bima di Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin menilai, pendirian markas baru Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno di Solo, Jawa Tengah, tak akan memengaruhi perolehan suara bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 itu.

Hal itu dikatakan Direktur Program Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma'ruf Amin, Aria Bima di Solo, Jawa Tengah, Minggu (23/12/2018).

Menurut Aria, yang terjadi justru sebaliknya. Pendirian markas BPN Prabowo-Sandiaga tersebut akan membuat para kader akar rumput semakin bekerja keras dalam memenangkan pasangan Jokowi-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019.

Baca juga: Ini Tujuan Prabowo-Sandiaga Dirikan Markas Baru di Solo


"Saya berterima kasih sama Pak Sandi yang memindahkan posko pemenangan ke Solo (Jawa Tengah). Karena memperingan saya mencambuk banteng-banteng ini bekerja," kata dia.

Aria Bima menilai, pendirian markas Prabowo-Sandiaga memberikan dampak positif bagi tinses Jokowi-Ma'ruf untuk bekerja keras dalam memenangkan kompetisi Pilpres 2019.

Akan tetapi, Aria Bima mengakui, pendirian markas BPN juga tidak boleh dianggap sepele.

"Sekarang konsolidasi tanpa harus melakukan kerja yang maksimal. Sudah dicambuk sama Pak Sandi yang membesar-besarkan pemindahan (posko pemenangan Prabowo-Sandi) berlebihan. Jadi, itu membuat kader bawah semangatnya luar biasa tanpa dikomando dari timses," kata Aria.

Baca juga: Lokasi Dekat Kediaman Jokowi Jadi Opsi untuk Markas Baru Prabowo-Sandi

Menurut Aria, Jawa Tengah selama ini dikenal sebagai basis massa PDI Perjuangan, dan tidak mudah bagi partai lain untuk menggerusnya. 

"Saya yakin Jawa Tengah tidak bergeser kekuatan PDI-P untuk Pileg dan Pilpres 2019. Karena kandang merah yang berkolaborasi dengan sabuk kuning dan hijau ini konfigurasi yang sangat menarik di Jateng," katanya.

Ketua DPC PDI-P Kota Solo FX Hadi Rudyatmo mengatakan, pendirian markas pemenangan BPN tersebut akan membuatnya semakin bersemangat berkompetisi dalam Pilpres 2019.

"Enggak apa-apa mau membuat posko pemenangan di dekatnya siapa pun. Pesta demokrasi itu kan kegembiraan," ujar Rudy.

Menurut pria yang juga menjabat Wali Kota Surakarta ini, pendirian markas pemenangan tersebut merupakan hak. Rudy tidak mempermasalahkan pendirian markas pemenangan tersebut.

Rudy mengaku telah memiliki strategi untuk menghadapi jika kemungkinan markas pemenangan capres nomor urut 02 didirikan di Solo. Namun, Rudy enggan membeberkan strateginya tersebut.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Pindad Bongkar Rahasia TNI AD Juarai Lomba Tembak Internasional 12 Kali Berturut-turut

Regional
Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Kesaksian Satu Keluarga asal Australia Saat Mobil Terguling ke Underpass Kentungan yang Ambles

Regional
Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Peduli Literasi Anak, 4 Pemuda Jalan Kaki Wonogiri-Jakarta untuk Temui Jokowi

Regional
Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Sultan Bubohu Bongo Gorontalo Yosep Tahir Maruf Mangkat

Regional
Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Fakta di Balik Ni Luh Djelantik Laporkan Lisa Marlina, Sebut Pelecehan Seks di Bali Biasa hingga Minta Maaf

Regional
Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Rabu Pagi, Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran

Regional
25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

25 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot, Mak Aroh Dapat Hibah Lahan dari Babinsa

Regional
Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Tipu 30 Orang, Dua Anggota BIN Gadungan Ditangkap

Regional
Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Pekerja Migran asal Karimun Dibunuh di Malaysia, Bupati Koordinasi dengan KBRI

Regional
Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Kontak Senjata, TNI Sebut Ada Kelompok Separatis Terluka di Nduga

Regional
Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Fakta KPK Geledah Rumah Gubernur Kepri Nonaktif, Bongkar Paksa Pintu hingga Diduga Terima Gratifikasi Senilai Rp 6,1 Miliar

Regional
Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Pekerjakan WN Filipina, 8 Kapal Ikan Indonesia Ditangkap KKP

Regional
Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Penyebab Kebakaran Rumah yang Tewaskan 4 Bocah Masih Simpang Siur

Regional
6 Fakta Proyek 'Underpass' Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

6 Fakta Proyek "Underpass" Kentungan Yogyakarta Ambles, WNA Australia Jadi Korban hingga Proyek Dihentikan Sementara

Regional
Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Duduk Perkara Dokter Gigi Romi Gagal Jadi PNS karena Penyandang Disabilitas

Regional
Close Ads X