Emak-Emak Pasang Baliho Prabowo-Sandi di Depan Rumah, Ini Sikap Bawaslu

Kompas.com - 22/12/2018, 12:30 WIB
Habibah, salah satu relawan pasangan calon presiden nomor urut 2 memasang baliho Prabowo-Sandiaga di depan rumahnya, di Jalan Sutomo Semarang, Jumat (21/12/2018) KOMPAS.com/NAZAR NURDINHabibah, salah satu relawan pasangan calon presiden nomor urut 2 memasang baliho Prabowo-Sandiaga di depan rumahnya, di Jalan Sutomo Semarang, Jumat (21/12/2018)

SEMARANG, KOMPAS.com – Badan Pengawasan Pemilu ( Bawaslu) Kota Semarang, Jawa Tengah menanggapi viral seorang emak-emak yang memasang baliho salah satu pasangan calon presiden di halaman rumahnya, di Jalan Dr Sutomo Nomor 53 Semarang.

Pemasangan baliho capres-cawapres di depan rumahnya sendiri dibolehkan, asalkan sesuai dengan ketentuan.

“Boleh. Selama itu mendapat izin tertulis dari pemilik rumah dan tidak dilarang oleh peraturan walikota nomor 65 tahun 2018 dan PKPU Nomor 23 tahun 2018,” ujar Ketua Bawaslu Kota Semarang M Amin, saat dihubungi, Sabtu (22/12/2018).

Amin menjelaskan, bahwa semua alat peraga kampanye di Pileg maupun Pilpres pemasangannya difasilitasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sebelum dilakukan fasilitasi, desain alat peraga dibuat oleh pasangan calon.

Baca juga: BERITA POPULER NUSANTARA: Duduk Perkara Nisan Salib di Yogyakarta hingga Ibu Habibah Viral gara-gara Baliho Prabowo-Sandi

Kemudian, lokasi pemasangan juga telah diatur dalam Perwal nomor 65 tahun 2018. Dalam beleid itu, diatur lokasi mana saja yang dilarang seperti tempat ibadah, tempat pendiikan, Jalan Pemuda, dan sejumlah titik lainnya.

Pemasangan juga dilarang di tiang listrik, atau rumah seorang kecuali mendapat izin secara tertulis.

Terkait postingan video yang menjadi viral di jejaring WhatsAPP, Amin menerangkan bahwa pihaknya tidak pernah menertibkan baliho/spanduk sebagaimana yang ditulis dalam caption postingan tersebut. Bawaslu juga tidak pernah ada laporan tertulis jika seorang keberatan atas tindakan pencopotan.

“Kami tegaskan, terkait video viral itu tidak pernah ada laporan baik tertulis, telpon, wa, atau alat komunikasi yang lain. Kalau ada aduan pasti kami tindaklanjuti,” ujarnya.

Baca juga: Sudirman Said Temui Emak-emak yang Pasang Baliho Prabowo-Sandi di Depan Rumah

Selebihnya, kata dia, dia berharap pemasang baliho itu memahami aturan soal izin kampanye. Dalam aturan disebutkan, relawan yang ingin ikut berkampanye harus terdaftar di Komisi Pemilihan Umum. Jika tidak didaftarkan, maka masuk kategori liar.

“Jadi tim kampanye perorangan itu boleh berkampanye, asal didaftarkan ke KPU,” pungkasnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pesan Sultan HB X Saat Lantik 3 Kepala Daerah di DIY: Segera Belanjakan APBD

Pesan Sultan HB X Saat Lantik 3 Kepala Daerah di DIY: Segera Belanjakan APBD

Regional
Ini Harapan F.X. Hadi Rudyatmo untuk Wali Kota Solo yang Baru

Ini Harapan F.X. Hadi Rudyatmo untuk Wali Kota Solo yang Baru

Regional
Cerita Petani Usian75 Tahun Jadi Tersangka karena Tebang Pohon Jati yang Ditanam Sendiri

Cerita Petani Usian75 Tahun Jadi Tersangka karena Tebang Pohon Jati yang Ditanam Sendiri

Regional
Bobby Nasution Resmi Jadi Wali Kota Medan

Bobby Nasution Resmi Jadi Wali Kota Medan

Regional
Usai Dilantik, Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya, Berikan Ponsel ke Penjaga Parkir

Usai Dilantik, Bupati Trenggalek Mampir ke SMA 6 Surabaya, Berikan Ponsel ke Penjaga Parkir

Regional
Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Padang Panjang Melebihi Target

Vaksinasi Tenaga Kesehatan di Padang Panjang Melebihi Target

Regional
Tanggapan BCA soal Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Seorang Warga Dipenjara

Tanggapan BCA soal Kasus Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Seorang Warga Dipenjara

Regional
Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Mantan Sales Mobil Jadi Wali Kota Cilegon, Ini Jumlah Harta Miliknya

Regional
Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Terapkan Perda Kawasan Tanpa Rokok, Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulonprogo Disita

Regional
Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Terungkap, Nenek di Bandung yang Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantunya, Ini Motifnya

Regional
Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Regional
Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Senggol Bodi Truk Saat Hendak Mendahului, Pengendara Motor Tewas Terlindas

Regional
Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Alesya Kafelnikova Sebut Foto Viral Tanpa Busana di Atas Gajah Karya Seni dan Kecintaan pada Hewan

Regional
Derita Kusmiyati, Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Derita Kusmiyati, Anaknya Urung Jadi PNS, Duit Utang Rp 200 Juta Raib

Regional
Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Istri Selingkuh, Anak Dibunuh, Feri: Itu karena Kesalahan Saya...

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X