Cerita di Balik Panjangnya Nama Lembaga BP3APKBPMPD di Pangandaran yang Viral

Kompas.com - 22/12/2018, 08:59 WIB
Viral, sebuah lembaga pemerintahan daerah yang memiliki nama lembaga yang panjang, bahkan disingkat pun masih tetap panjang. Aplikasi pesan WhatsAppViral, sebuah lembaga pemerintahan daerah yang memiliki nama lembaga yang panjang, bahkan disingkat pun masih tetap panjang.

CIAMIS, KOMPAS.com - Nama salah satu lembaga di Pemerintah Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, ramai diperbincangkan di berbagai platform media sosial karena sangat panjang.

Badan Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Kependudukan Keluarga Berencana Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa atau disingkat BP3APKBPMPD, namanya.

Wakil Bupati Pangandaran Adang Hadari mengatakan, panjangnya nama lembaga itu dilatarbelakangi keberadaan undang-undang yang menyebutkan daerah pemekaran hanya boleh membentuk 7 satuan kerja perangkat daerah (SKPD).

Oleh karena itu, nama-nama lembaga di Pemkab Pangandaran menjadi panjang karena terbentur UU.

"Alasannya cuma itu, terbentur Undang-undang," kata Adang saat menghadiri silaturahim dengan Kapolda Jawa Barat, Inspektur Jenderal Agung Budi Maryoto di Mapolres Ciamis, awal pekan ini.

Menurut Adang, kelembagaan bisa ditambah atau dikembangkan jika sudah ada bupati definitif.

Sekarang setelah memiliki bupati definitif, lanjut dia, sudah ada 24 SKPD di Pemkab Pangandaran. SKPD yang dulunya digabung mulai dipisah.

"Dulu panjang-panjang nama dinasnya. Misalnya Dinas PU, Perhubungan, Kominfo digabung. Dinas Perdagangan dan Perindustrian digabung. Sekarang, Dinas Perdagangan baru mau dipisah," kata Adang.

Lembaga BP3APKBPMPD juga sudah dipisah. Sekarang badan ini sudah dibagi dua menjadi Dinas KB dan Dinas Sosial.

"Sudah mulai dibagi secara bertahap sejak pelantikan bupati 2016," kata Adang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Pria Ini Diduga Tewas Akibat Tersetrum Earphone

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X