Keunikan Tajug Gede Cilodong Purwakarta, Jendela Tanpa Kaca hingga 9 Beduk dan 9 Muazin

Kompas.com - 22/12/2018, 01:27 WIB
Sembilan muazin sedang mengumandangkan azan pada shalat Jumat di Tajug Gede Cilodong, Jumat (22/12/2018). KOMPAS.com/ FARID ASSIFASembilan muazin sedang mengumandangkan azan pada shalat Jumat di Tajug Gede Cilodong, Jumat (22/12/2018).
Penulis Farid Assifa
|

Masjid ini juga dilengkapi karpet beludru yang cukup tebal dan empuk. Karpet ini menutupi seluruh lantai dalam masjid. Karpet itu memberi kenyamanan bagi jemaah yang melaksanakan shalat.

Selain itu, di karpet membentang kain merah putih untuk alas sujud. Warna merah putih itu tentu saja merupakan simbol bendera merah putih. Filosofinya adalah bahwa orang tetap menjalankan ibadah kepada Allah Swt tetapi tidak melupakan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Sembilan beduk dan muazin

Keunikan lainnya dari Tajug Gede Cilodong ini adalah jumlah beduk 9 buah. Beduk ini dilengkapi dengan kentung dan ditabuh sebelum azan dimulai.

Sembilan beduk ini ditempatkan berjejer di teras selatan masjid. Beduk terbesar ditempatkan di tengah. Setiap satu beduk ditabuh satu orang yang sebelumnya dilatih terlebih dahulu.

Ketika waktu shalat jumat sudah tiba, sembilan beduk ini pun ditabuh secara bersamaan. Setelah itu, baru muazin mengumandangkan azan. Sebagaimana beduk, jumlah muazin pun 9 orang, sesuatu yang tidak biasa.

Jumlah muazin lebih dari satu orang ini mirip yang terjadi di masjid Cirebon. Hanya saja, di masjid Cirebon, jumlah muazin sebanyak 7 orang dan tradisi itu dilakukan sejak masjid itu berdiri pada tahun 1498.

Ketua DKM Dedi Mulyadi menyebutkan, angka 9 merupakan angka tertinggi. Selain itu, angka 9 itu adalah simbol Wali Songo, penyebar Islam di tanah Jawa pada abad 14.

"Angka sembilan itu kan angka tertinggi. Saya berangkat dari kosmologi Wali Sembilan atau Wali Songo. Baik, khatib, muazin dan imam di sini menggunakan pakaian khas Sunda," kata mantan bupati Purwakarta dua periode ini.

Dedi menambahkan, untuk khutbah Jumat, setiap minggu menggunakan bahasa berbeda. Misalnya, Jumat minggu ini menggunakan bahasa Sunda, minggu depan bahasa Indonesia, selanjutnya bahasa Jawa, dan seterusnya.

Destinasi wisata

Selain untuk beribadah, Tajug Gede Cilodong juga berpotensi menjadi destinasi wisata. Dedi mengatakan, pihaknya akan membangun fasilitas menarik di sekitar kompleks masjid.

Baca juga: Matematika Aljabar, Konsep Arsitektur Masjid Raya Jawa Barat

Fasilitas dimaksud adalah air mancur, lapak kuliner, pertanian, sarana olahraga dan lainnya. Diharapkan, fasilitas ini bisa menarik pengunjung, baik dari dalam maupun luar kota.

"Tajug Gede ini juga akan menjadi rest area. Apalagi, lokasinya dekat dengan pintu keluar tol Cikopo," kata ketua DPD Golkar Jawa Barat ini.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Jateng Disebut Biang Kerok Kenaikan Kasus Covid-19 di Indonesia, Ganjar: Saya Protes

Regional
Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Sempat Tertutup Longsor, Jalan Nasional di Banjarnegara Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Kasus Pernikahan Anak Tinggi Akibat Pandemi Covid-19

Regional
Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Ibunda Mahfud MD Trauma Rumah Didemo, Diungsikan ke Tempat Aman

Regional
2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

2 Rumah Singgah Penuh, Pemkab Semarang Minta Bantuan Pemprov Jateng

Regional
Dampak Fenomena Madden Julian Oscillation, Yogya Banyak Hujan

Dampak Fenomena Madden Julian Oscillation, Yogya Banyak Hujan

Regional
Fakta Rumah Mahfud MD Didemo Ratusan Orang, Isunya Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab

Fakta Rumah Mahfud MD Didemo Ratusan Orang, Isunya Terkait Pemanggilan Rizieq Shihab

Regional
Selama November, BPBD Banjarmasin 9 Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Selama November, BPBD Banjarmasin 9 Kali Evakuasi Ular dari Rumah Warga

Regional
Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Dapat Jatah 465.036 Dosis Vaksin Covid-19, Kaltara Mulai Siapkan Tenaga Vaksinator

Regional
Situasi Boven Digoel Kondusif Pasca Rumah Salah Satu Paslon Dibakar Massa

Situasi Boven Digoel Kondusif Pasca Rumah Salah Satu Paslon Dibakar Massa

Regional
'Melihat Orang Berseliweran Sambil Teriak, Akhirnya Saya Tutup Pintu Rumah karena Ketakutan'

"Melihat Orang Berseliweran Sambil Teriak, Akhirnya Saya Tutup Pintu Rumah karena Ketakutan"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X