Dump Truk dan Alat Berat Dikerahkan untuk Normalisasi Jalan Raya Gubeng Surabaya

Kompas.com - 21/12/2018, 16:12 WIB
Aktivitas pengurukan jalan raya Gubeng Surabaya yang ambles, Jumat (21/12/2018) KOMPAS.com/ACHMAD FAIZALAktivitas pengurukan jalan raya Gubeng Surabaya yang ambles, Jumat (21/12/2018)

SURABAYA, KOMPAS.com - Proses normalisasi tanah ambles di jalan Raya Gubeng Surabaya dikebut selama 7 hari sejak Kamis (20/12/2018) kemarin.

Dalam sehari, akan ada 400 armada dump truk yang dikerahkan untuk mengangkut pasir dan batu dari luar kota.

Pantauan Kompas.com, Jumat (21/12/2018) siang, aktifitas pengurukan tanah dilakukan di lokasi Jalan Raya Gubeng yang ambles.

Dump truk datang dari arah selatan maupun utara. Petugas Linmas dan Satpol PP terlihat mengamankan lokasi pengurukan dan ikut mengatur lalu lintas.

Baca juga: Risma Pantau Perbaikan Jalan Raya Gubeng Surabaya dengan Kamera Drone

Puluhan alat berat juga difungsikan untuk menata dan memasukkan pasir dan batu di lokasi jalan yang ambles.

"Pasir dan batu didatangkan dari Mojokerto," kata Kabag Humas Pemkot Surabaya, Muhamad Fikser.

Untuk menutupi jalan ambles sepanjang 25 meter, lebar 40 meter, dan dalam 15 meter, dibutuhkan pasir dan batu sebanyak 36.000 meter kubik.

"Pasir dan batu itu akan diangkut 400 aramada dump truk selama 24 jam sehari. Satu unit dump truk berkapasitas 20 meter kubik," jelasnya.

Baca juga: Aksi Cepat Risma Saat Tangani Jalan Raya Gubeng dan Respons Netizen

Kata Fikser, ratusan dump truk pengangkut pasir bebas keluar masuk kota Surabaya dan menuju lokasi jalan ambles, karena oleh Polda Jawa Timur, masing-masing armada pengangkut sudah diberi tanda khusus di bagian depannya.

"Mohon doanya semoga normalisasi berjalan lancar dan jalan Raya Gubeng bisa kembali dilalui," terang Fikser. 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Pemprov DIY Siapkan Hotel Mutiara untuk Tampung Dokter dan Perawat Tambahan

Regional
'Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa'

"Jadi Guru Honorer itu Banyak Membatin, Tidak Tahan kalau Bukan Panggilan Jiwa"

Regional
Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Kisah Khamdan, Terpilih Jadi Guru Inovatif meski Mengajar di Pedalaman NTT Tanpa Listrik dan Sinyal

Regional
Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X