Mayat yang Diduga Korban Tabrak Lari Dibuang ke Dalam Selokan

Kompas.com - 21/12/2018, 15:34 WIB
Ilustrasi. THINKSTOCK Ilustrasi.

SAMARINDA, KOMPAS.com - Sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki ditemukan di dalam selokan di Jalan Harmonika, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (21/12/2018).

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh petugas penyapu jalan yang akan menyapu di depan Kantor Kementerian Agama Kota Samarinda.

Penemuan tersebut langsung dilaporkan pada kepolisian setempat. Diduga, mayat tersebut adalah korban Lakalantas oleh sebuah pikap yang kemudian jasadnya dibuang untuk menghilangkan jejak.

"Semula korban adalah korban lakalantas di Jalan Letjen Soeprapto, karena pihak keluarga sebelumnya telah melaporkan kecelakaan korban, namun tak tahu korban dirawat di mana," kata Kanit Laka Satlantas Polresta Samarinda, Ipda Heny Merdikawati, Jumat (21/12/2018).

Diketahui, identitas mayat tersebut bernama Darmanto, warga Jalan Anggur yang sehari-hari bekerja sebagai sopir truk antar kota.

Baca juga: Mayat dengan Gelang Arema Ditemukan Terapung di Sungai Brantas Kediri

Dari sejumlah rekaman video yang didapatkan pihak kepolisian terekam beberapa tayangan, di antarnya saat korban diangkat ke mobil pikap. Selain itu, ada pula tayangan saat pikap mondar-mandir di sekitar lokasi penemuan korban.

"Kami dapat laporan kecelakaan dari keluarga korban, tapi keluarga korban saat itu belum tahu si korban ini dirawat dimana. Setelah itu ada laporan penemuan mayat. Setelah dicek, ternyata mayat tersebut adalah korban yang dicari. Keluarga pun sudah membenarkan," jelasnya.

Dari pemetiksaan awal, didapati sejumlah luka ditubuh korban, diantaranya pelipis kanan, telinga, pinggang, bahu kiri dan kaki bagian kanan.

Dari hasil penyelidikan, korban ditabrak saat akan naik ke dalam truknya. Ketika itu, korban baru saja mengisi bahan bakar, namun dari arah flyover di Jalan Letjend Soeprapto ada mobil pikap melaju dan langsung menabrak korban hingga terpental dan tak sadarkan diri.

"Informasinya, setelah menabrak korban sopir pikap sempat mau kabur, tapi kembali lagi dan mengangkut korban untuk dibawa ke rumah sakit. Tapi ternyata mayat korban malah ditemukan di selokan," jelasnya.

Baca juga: Dua Mayat Ditemukan Hanyut di Sungai Kampar Riau

Pihaknya kini melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban.

"Kita masih lakukan penyelidikan lebih lanjut penyebab kematiannya. Kami juga menunggu hasil pemeriksaan rumah sakit, apakah memang akibat ditabrak atau ada penyebab lainnya. Satreskrim juga bergerak untuk ksus ini," pungkasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Jaringan Telkomsel di Sumatera Kembali Normal Pasca Kebakaran

Regional
Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Warga Enggan Pinjamkan Cangkul karena Takut Tertular, Makam Pasien Covid-19 Ditutup Pakai Tangan

Regional
Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Seorang Istri di Bengkulu Tengah Merekayasa Kasus Pembunuhan Suaminya

Regional
Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Kronologi Avanza Terbakar di Tol Bawen, Polisi Kejar Truk yang Diduga Kabur

Regional
Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Kisah Agus, Penyandang Tunanetra Dirikan Rumah Belajar Gratis Bagi Anak Berkebutuhan Khusus

Regional
Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Kasus Pembubaran Paksa Acara Midodareni di Solo, Kapolda Jateng: Kita Kejar Pelaku Lainnya

Regional
2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

2 Staf Sekwan DPRD Kabupaten Bogor Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Polisi Mulai Selidiki Kasus Kebakaran Lahan di Ogan Ilir

Regional
'Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah...'

"Pak Ganjar, Saya Ingin Kaki Saya Sembuh, Saya Ingin Sekolah..."

Regional
Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Polemik Potret Nyonya Meneer di Kemasan Minyak Telon, Ini Kata Saksi Ahli dalam Sidang

Regional
Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Fakta Gedung Telkom di Pekanbaru Terbakar, Toko Kartu Perdana Laris Manis hingga Keluhan Warga

Regional
[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

[POPULER NUSANTARA] Anak Gugat Ibu agar Harta Warisan Dibagikan | Kesaksian Warga Melihat Awan Tsunami

Regional
Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Anggota DPRD Ketapang Positif Corona Usai Kembali dari Kunker ke Jakarta

Regional
Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Kisah Efi Lahirkan Bayi Kembar 3, Sang Suami Menghilang dan Asuh 6 Anak Seorang Diri

Regional
Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Dilindungi Ibu, Bayi 40 Hari Itu Tewas di Tangan Ayah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X