Pernah Jadi Sasaran Bom Bunuh Diri, Gereja Kepunton Solo Dapat Pengamanan Khusus

Kompas.com - 21/12/2018, 11:09 WIB
Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/12/2018). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIKapolresta Surakarta Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/12/2018).

SOLO, KOMPAS.com - Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS) Kepunton di Jalan AR Hakim Tegalharjo, Jebres, Solo, Jawa Tengah akan mendapatkan pengamanan khusus saat perayaan Natal 2018.

Pengamanan khusus dilakukan mengingat gereja tersebut pernah menjadi sasaran serangan aksi bom bunuh diri pada tahun 2011 silam.

"Gereja yang pernah menjadi sasaran serangan (bom bunuh diri) itu kami prioritaskan pengamanannya," kata Kapolresta Surakarta Komisaris Besar Ribut Hari Wibowo dalam apel gelar pasukan Operasi Lilin Candi 2018 di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (21/12/2018).

Baca juga: Polisi Imbau Warga Tak Lakukan Sweeping Pengamanan Natal dan Tahun Baru

Menurut Kapolresta, ada 1.300 personel gabungan yang diterjunkan untuk mengamankan perayaan Natal 2018 dan Tahun Baru 2019 di Kota Solo.

Jumlah tersebut terdiri 800 personel Polresta Surakarta dan sisanya dari TNI, instansi samping, dan ormas.

Para personel dibagi di berbagai titik pos pengamanan (pospam) maupun bergabung dengan satuan tugas (satgas) lainnya di lapangan.

"Silakan masyarakat Kota Solo merayakan Natal dan Tahun Baru dengan aman, damai dan lancar," kata Ribut

Ribut menambahkan, menjelang Natal, pihaknya juga akan melakukan sterilisasi terhadap gereja-gereja yang ada di Solo.

Tujuannya adalah untuk memberikan rasa aman kepada para jemaat gereja saat merayakan ibadah Natal.

"Ada beberapa gereja besar yang kami sterilisasi. Supaya jemaat gereja bisa melaksanakan ibadah Natal dengan tenang dan aman," ujar dia.

Sementara pada kesempatan itu, Polresta Surakarta beserta Forkopimda Surakarta memusnahkan ribuan barang bukti minuman keras (miras) hasil operasi penyakit masyarakat (pekat) menjelang Natal dan Tahun Baru di Solo.

Ribuan miras berbagai jenis dan ukuran itu merupakan hasil operasi yang dilakukan Polresta Surakarta selama menjelang Natal dan Tahun Baru. Sebagian besar miras tersebut dipasok dari luar kota.

"Kami berharap selama Natal dan Tahun Baru nanti Solo bebas miras dan gangguan kamtibmas," jelasnya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Diduga Stres, Pasien di RSUP Kariadi Semarang Lompat dari Ruang Isolasi

Regional
Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Dua Jenazah di Salatiga dalam Sehari Dimakamkan dengan Protokol Covid-19

Regional
Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Jalur Ekstrem, Evakuasi Jenazah Multazam dari Gunung Piramid Lewat Tebing Jurang

Regional
67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

67 Warga Pandeglang Diduga Keracunan Usai Santap Makanan di Acara Khitanan

Regional
Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Dua Orangutan Kalimantan Diselamatkan dari Lembaga Konservasi Tak Berizin di Jateng

Regional
Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Kasus Karhutla yang Libatkan 2 Perusahaan di Kalbar Segera Disidangkan

Regional
Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Balita Terseret Ombak di Pantai Goa Cemara Belum Ditemukan

Regional
Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Lima Pegawai Positif Covid-19, Operasional Bank Banten Tetap Berjalan

Regional
Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Meninggal di Surabaya, Pasien Positif Covid-19 Dimakamkan di TPU Ngemplak Salatiga

Regional
Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Tujuh ASN Positif Covid-19, PN Surabaya Kembali Tutup Pelayanan 2 Pekan

Regional
Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Ditemukan Telungkup di Jurang Gunung Piramid, Jasad Multazam Berhasil Dievakuasi Tim SAR

Regional
Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Kontak dengan Pedagang Pasar Nglames yang Meninggal akibat Covid-19, 131 Orang Jalani Rapid Test

Regional
Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Istri Dirawat di RS karena Keguguran, Pria Ini Cabuli Anak Tirinya

Regional
Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Video Viral Warga Ciumi Jenazah Berstatus Probable Covid-19 di Malang, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Ratusan Wisatawan Pantai Gunungkidul Tersengat Ubur-ubur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X