Saat di Singapura, Inneke Diminta Suaminya Belikan Tas untuk Mantan Kalapas Sukamiskin

Kompas.com - 20/12/2018, 07:27 WIB
Inneke Koesherawati menjadi saksi dalam sidang suap Lapas Sukamiskin dengan terdakwa Wahid Husein. KOMPAS.com/AGIEPERMADIInneke Koesherawati menjadi saksi dalam sidang suap Lapas Sukamiskin dengan terdakwa Wahid Husein.

BANDUNG, KOMPAS.com - Inneke Koesherawati menjadi saksi dalam sidang kasus suap Kalapas Sukamiskin dengan terdakwa Wahid Husein, di Pengadilan Tipikor Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat, Rabu (19/12/2018).

Dalam kesaksiannya Inneke menerangkan tentang sebuah tas clutch bag merk Louis Vuitton yang diminta suaminya, Fahmi Darmawansyah.

Dalam surat dakwaan, sebelumnya Jaksa KPK menyebut bahwa pada bulan juli 2018 Fahmi Darmawansyah melalui Andri Rahmat memberikan sebuah tas clutch bag merk Louis Vuitton untuk terdakwa Wahid Husein yang diterima Hendry Saputra.

Tas jenis clutch bag tersebut nantinya akan dihadiahkan terdakwa kepada atasannya, yakni Sri Puguh Budi Utami (Direktur Jendral Pemasyarakatan Kemenkumham) sebagai kado ulang tahun.

Baca juga: Inneke Bilang Suaminya Beri Mobil karena Kalapas Sukamiskin Sangat Baik

Dalam kesaksiannya, Inneke mengatakan, saat itu dirinya sedang berada di Singapura. Ia kemudian dihubungi suaminya untuk dibelikan barang untuk kado ulang tahun.

"Waktu itu kebetulan saya lagi di Singapura, suami bilang tolong belikan kado ada teman Pak Wahid yang ultah. Saya hanya bilang, oh ok. Saya lalu tanya, tas laki-laki atau perempuan, suami saya jawab perempuan. Lalu saya belikan sepatu ya, saya bilang," kata Inneke.

Meski begitu, akhirnya Inneke membelikannya sebuah tas. "Yang tas hadiah ultah, embel-embelnya itu hanya oleh-oleh untuk istrinya (Wahid Husein)," kata dia.

Sementara itu, beberapa waktu lalu, mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein mengaku bahwa tidak ada permintaan tas dari Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami. "Tidak ada, tidak ada," kata Wahid.

Baca juga: Kasus Lapas Sukamiskin, Adik Inneke Koesherawati Kembali Diperiksa KPK

Ketika ditanya apakah tas tersebut merupakan inisiatif, Wahid mengatakan bahwa itu hanya titipan. "Ya titipan saja," ujar dia.

Awak media kembali bertanya terkait apakah tas tersebut sudah diberikan kepada Dirjen Pas, Sri Puguh. "Ya disampaikan, tapi saya enggak tahu sampai atau enggak," tutur dia sambil berlalu.

Sementara itu diberitakan, Dirjen Pas Sri Puguh Budi Utami membantah bahwa dirinya mendapat jatah tas mewah dari terdakwa mantan Kalapas Sukamiskin Wahid Husein.

"Tidak benar (mendapatkan jatah tas mewah), Mas," kata Sri Puguh, saat dikonfirmasi Kompas.com.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Positif Covid-19 di Sulut Capai 1.431 Kasus

Positif Covid-19 di Sulut Capai 1.431 Kasus

Regional
Viral Video Wanita Lempar Alquran di Makassar, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Viral Video Wanita Lempar Alquran di Makassar, Polisi: Pelaku Sudah Diamankan

Regional
Kepala BPSDM Perhubungan Minta Taruna PKTJ Tegal Jadi Relawan Covid-19

Kepala BPSDM Perhubungan Minta Taruna PKTJ Tegal Jadi Relawan Covid-19

Regional
Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Polisi Tangkap Pembunuh Guru SD yang Jasadnya Dimasukkan ke Ember

Regional
Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Mataram Episentrum Penyebaran Corona, Wagub NTB Minta Penanganannya Keroyokan

Regional
Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Penjelasan Bupati Lumajang Tentang Sawah Istri Aktivis Salim Kancil yang Diduga Diserobot

Regional
Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Bandel Tak Pakai Masker, Warga Yogyakarta Siap-siap Didenda Rp 100.000

Regional
Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Cabuli, Bunuh, dan Ambil Perhiasan Bocah 5 Tahun, Pelaku: Saya Butuh Uang Beli Sosis dan Kopi

Regional
54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

54 Destinasi Wisata di Semarang Kembali Dibuka, Langgar Protokol Kesehatan Bakal Disanksi

Regional
Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di 'Freezer' Kapal China

Ada Bekas Penganiayaan pada Jasad WNI yang Disimpan di "Freezer" Kapal China

Regional
2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

2 Bocah Tertimpa Pohon Tumbang, 1 Tewas, 1 Patah Tulang

Regional
Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Ini Penjelasan BPPTKG Yogyakarta Soal Kondisi Gunung Merapi yang Menggembung

Regional
Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Pulang dari Semarang, Mahasiswi Kedokteran Ini Positif Covid-19

Regional
Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Rentan Tertular Corona, Ganjar Minta Tenaga Medis Rutin Cek Kesehatan

Regional
Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Ani Gelapkan Uang Nasabah Rp 7,7 M untuk Biaya Suami Jadi Anggota DPRD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X