Puluhan Perlintasan Kereta Api Sebidang di Cirebon Tanpa Penjaga

Kompas.com - 19/12/2018, 06:02 WIB
Seorang warga Melintas di perlintasan Sebidang Janti, Yogyakarta. KOMPAS.com/Markus YuwonoSeorang warga Melintas di perlintasan Sebidang Janti, Yogyakarta.
Penulis Windoro Adi
|


CIREBON, KOMPAS.com - Pemerintah Daerah Kota Cirebon diimbau menempatkan tenaga penjaga pintu kereta api di seluruh perlintasan sebidang untuk mengakhiri sejumlah kasus kecelakaan lalulintas yang cenderung meningkat di perlintasan sebidang.

Saat ini, dari 192 perlintasan sebidang, 90 di antaranya masih tanpa petugas pengaman.

"Kecelakaan di perlintasan sebidang di wilayah Daops III PT KAI, cenderung meningkat, terutama di empat perlintasan sebidang, yaitu di Tanjung Rosa - Pabuaran, Cangkring - Cirebon, Tanjung - Losari, dan Jatibarang - Kertasemaya," ungkap Humas Daops III PT KAI, Krisbiyantoro kepada wartawan, Selasa (18/12/2018).

Oleh karena itu, lanjut Krisbiyantoro, PT KAI Daops III mengimbau pemerintah daerah segera melengkapi ke 90 perlintasan sebidang dengan tiga sampai empat personel pengaman.

"Kewajiban ini sesuai perintah Undang Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian," ucap Krisbiyantoro.

Peraturan lain yang mengatur soal perlintasan sebidang ini adalah Undang Undang nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas Jalan, Peraturan Pemerintah nomor 72 tahun 2008 tentang Lalulintas dan Angkutan kereta api,

Peraturan Menteri Perhubungan nomor 36 tentang perpotongan dan persimpangan jalan kereta api dengan bangunan lain, serta peraturan Ditjen Hubungan Darat nomor SK/770/KA.401 tentang pedoman teknis perlintasan sebidang jalan dengan jalur kereta api.

Saat ini, lanjut Krisbiyantoro, ada 55 perlintasan sebidang yang dijaga petugas internal PT KAI, sementara 26 perlintasan lainnya dijaga petugas swasta dan Pemda.

Ia mengeluhkan sejumlah pengalaman pahit yang dihadapi personil PT KAI menyangkut kasus kecelakaan lalulintas di perlintasan sebidang.

"Awam, bahkan sebagian pejabat negara, tahunya PT KAI yang bertanggungjawab jika ada kasus kecelakaan lalulintas di perlintasan sebidang. Padahal sudah jelas siapa yang bertanggungjawab sesuai Undang Undang nomor 23 tahun 2007 tentang Perkeretaapian," tandasnya.

Tambahan kereta api

Pada bagian lain Krisbiyantoro menjelaskan mengenai tambahan empat kereta api selama masa angkutan Natal dan tahun baru di wilayah Daops III sejak 20 Desember 2018, sampai 6 Januari 2019.

Keempat kereta api tersebut adalah Argojati tambahan, Argojati fluktuatif, Cirebon Ekspres tambahan, dan Senja Cirebon. "Tambahan kereta api ini untuk jalur Jakarta - Cirebon dan sebaliknya," ujar Krisbiyantoro.

"Untuk kereta api regulernya ada 16 perjalanan dari delapan kereta yang kita operasikan. Jadi, total kereta tambahan dan reguler sebanyak 24 perjalanan," lanjutnya.

Ketersediaan tiket empat kereta tambahan ini masih 70 persen. "Tiket kereta reguler untuk tanggal 25 Desember 2018 sampai 1 Januari 2019 sudah habis," ungkap Krisbiyantoro.

Ia memerkirakan, selama Natal 2018 dan Tahun Baru 2019, penumpang bakal bertambah lima persen. "Tahun lalu selama masa itu jumlah penumpang mencapai 109.485 penumpang, sedang tahun ini pihaknya diprediksi bakal 115.110 penumpang," jelas Krisbiyantoro. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X