Sri Sultan: Kasus Pesta Seks di Sleman Memalukan

Kompas.com - 18/12/2018, 10:32 WIB
Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.Kompas.com/Markus Yuwono Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X.

KOMPAS.com — Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta ( DIY) Sri Sultan Hamengku Buwono X mengaku sedih dengan kasus pesta seks di Condongcatur, Sleman. Sri Sultan menganggap kasus tersebut telah mencoreng nama "Kota Pelajar", Yogyakarta.

"Sedih aku. Saya malu, di Yogya kok bisa terjadi kejadian seperti itu," kata Sri Sultan setelah meresmikan Balai Desa Caturtunggal, Sabtu (15/12/2018).

Selain itu, Gubernur DIY juga mendesak aparat kepolisian mengusut kasus tersebut hingga tuntas.

"Jangan sampai terjadi lagilah yang begitu, tidak beradab kan memalukan itu," katanya, dilansir dari Tribunnews

Baca Juga: 5 Fakta Pesta Seks di Yogyakarta, Sudah 4 Kali "Pertunjukan" hingga Uang Tunai Rp 1,5 Juta

Hal senada diungkapkan Bupati Sleman Sri Purnomo. Sri mengimbau masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Harapannya, kegiatan yang melanggar hukum di masyarakat dapat dicegah.

Selain itu, Bupati Sleman juga akan mencabut izin operasional homestay jika terbukti terlibat dalam kasus pesta seks di Condongcatur tersebut. 

"Kalau memang terbukti pemiliknya ikut terlibat, otomatis langsung kita tutup izin operasionalnya," kata dia.

Seandainya tidak terbukti terlibat, pemilik homestay juga harus tetap diberi sanksi berat karena terkesan hanya menyewakan saja tanpa melakukan pengawasan, kata Sri Purnomo. 

Baca Juga: 5 Fakta Baru Pesta Seks di Yogyakarta, Menonton Suami Istri Bersenggama hingga 2 Orang Jadi Tersangka

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul: Soal Pesta Seks di Sleman, Sultan; Sedih Saya.

 


Terkini Lainnya


Close Ads X