Hasil Sidak, Belasan TPH di Magetan Tidak Sesuai SOP dalam Memotong Hewan

Kompas.com - 18/12/2018, 10:29 WIB
Dinas Peternakan Kabupaten Magetan lakukan sidak ke sejumlah TPH yang melakukan pemotongan hewan. Sidak dilakukan untuk meminimalisir kecurangan pedagang dan memastikan standart operasi yang diterapkan TPH jelang natal dan tahun baru 2019. KOMPAS.com/SUKOCODinas Peternakan Kabupaten Magetan lakukan sidak ke sejumlah TPH yang melakukan pemotongan hewan. Sidak dilakukan untuk meminimalisir kecurangan pedagang dan memastikan standart operasi yang diterapkan TPH jelang natal dan tahun baru 2019.


NUNUKAN, KOMPAS.com - Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Jawa Timur, menggelar sidak ke sejumlah tempat pemotongan hewan (TPH) yang dikelola warga pada Selasa (18/12/2018) dini hari.

Sidak dilakukan untuk meminimalisir kecurangan pedagang dan memastikan standar operasi yang diterapkan TPH jelang Natal dan Tahun Baru 2019.

"Menjelang Natal dan Tahun Baru permintaan daging pasti tinggi, biasanya pedagang ada yang curang. Kita mau memastikan jangan sampai itu terjadi," ujar pejabat kesehatan hewan Kabid Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan, Sidik Perwito, Selasa.

Baca juga: BKSDA Tangkap Pemilik Warung yang Menjual Masakan Hewan Dilindungi

Sidik menambahkan, dari hasil sidak dipastikan belasan TPH di Magetan tidak menerapkan SOP sesuai dengan aturan yang berlaku saat memotong hewan, seperti daging diletakkan di lantai dan tidak adanya pemeriksaan hewan ternak oleh dokter hewan.

Bahkan, beberapa TPH ada yang membuang limbah kotoran ke saluran air yang masih dimanfaatkan warga.

"Dari higienitas kurang karena daging diletakkan di lantai, limbah juga dibuang di saluran air yang dimanfaatkan warga," imbuh dia.

Kabupaten Magetan sendiri saat ini telah memiliki Rumah Pemotongan Hewan (RPH) yang peralatan dan SDM-nya telah sesuai dengan aturan yang berlaku.

SDM RPH Kabupaten Magetan juga telah dibekali kemampuan dalam sehari mampu menyembelih 40 ekor sapi dengan kualitas daging yang telah melalui pemeriksaan dokter.

"Keberadaan dokter hewan ini juga untuk memeriksa jika ada daging yang tidak layak konsumsi seperti hati sapi biasanya ada cacing, dipastikan tidak akan beredar di masyarakat," ucap dia.

Baca juga: Cerita Warga Menabung Hewan Ternak dan Emas untuk Persiapan Musim Kemarau

Terkait keberadaan tempat pemotongan hewan, pemerintah daerah telah memberikan sosialisasi untuk memanfaatkan RPH yang ada.

Dari 18 TPH di Magetan, baru 3 yang sekarang memanfaatkan RPH untuk menyembelih hewan milik mereka.

"Kita akan melayangkan surat teguran kepada TPH yang masih melakukam penyembelihan hewan, untuk memanfaatkan RPH," pungkas Sigit.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.