Terkait Kondisi Merapi, Ini Kata Sri Sultan kepada Warganya

Kompas.com - 18/12/2018, 10:01 WIB
Puncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/5). Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak Senin (21/5) hingga Selasa (22/5) dini hari, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama/18. Aloysius Jarot NugrohoPuncak Gunung Merapi terlihat dari Tlogolele, Selo, Boyolali, Jawa Tengah, Selasa (22/5). Pasca letutsan freatik Gunung Merapi yang telah terjadi empat kali sejak Senin (21/5) hingga Selasa (22/5) dini hari, status Gunung Merapi naik dari Normal (level I) menjadi Waspada (level II). ANTARA FOTO/Aloysius Jarot Nugroho/ama/18.

KOMPAS.com - Terkait aktivitas Gunung Merapi dalam satu pekan terakhir ini, Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Sri Sultan Hamengkubuwono X menghimbau warga untuk tidak panik.

Sri Sultan mengatakan, Gunung Merapi merupakan gunung berapi paling aktif di dunia. Untuk itu, masyarakat yang tinggal di wilayah sekitar Merapi harus menerima kenyataan tersebut.

“Merapi itu kan gunung teraktif di dunia, yo wis terima saja, wajar saja. Tinggal bagaimana mewaspadai dan menyikapi itu saja. Kalau wedi (takut) ya keluar dari Yogya gitu lho,” kata Sri Sultan, di kompleks Kepatihan, Senin (17/12/2018).

Baca Juga: 5 Fakta di Balik Lava Pijar Merapi pada Minggu Malam, Guguran ke Tenggara hingga Warga Waspada

Sri Sultan juga memastikan, para petugas terus melakukan pantauan terhadap aktivitas Gunung Merapi.

Dari hasil pantauan tersebut akan menjadi patokan untuk menentukan kebijakan secara proporsional untuk keselamatan warga.

Selain itu, Gubernur DIY tersebut meminta media massa untuk memberitakan informasi bencana dengan valid dan proporsional.

“Teman-temen pers seharusnya bisa memfasilitasi (informasi valid) saja biar masyarakat tidak panik,” kata Sri Sultan.

Baca Juga: Kepala BPPTKG Yogyakarta: Guguran Lava Pijar di Gunung Merapi Fenomena Biasa

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD DIY, Biwara Yuswantana, mengatakan, status Gunung Merapi hingga Senin (17/12/2018) masih waspada.

“Info dan hasil koordinasi dengan BPPTKG status masih sama l level II atau waspada. Rekomendasi sama, masyarakat tetap beraktivitas seperti biasa dan tidak panik, jangan termakan info-info tidak resmi lainnya," kata dia.

___________________________________

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul: Sultan: Kalau Takut dengan Merapi Silakan Keluar dari Yogya



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

3.447 Pengawas TPS di Semarang Jalani Tes Cepat, Reaktif Diminta Isolasi Mandiri

Regional
Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Sederet Fakta Tabrakan Maut Tol Cipali, Tewaskan 10 Orang hingga Cerita Keluarga Korban

Regional
Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Kesedihan Penggali Makam Jenazah Covid-19: Kadang Kami Menangis Mengubur Bayi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

[POPULER NUSANTARA] Tabrakan Maut di Tol Cipali | Jumlah Kasus Covid-19 di Jateng Tertinggi

Regional
Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik 'Ayah Bunda' di Pengungsian Dipertanyakan

Pengungsi Merapi Kebanyakan Lansia dan Anak, Bilik "Ayah Bunda" di Pengungsian Dipertanyakan

Regional
4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

4 Fakta Istri Bupati Demak Meninggal karena Covid-19, Disebut Jarang ke Luar Kota, Diduga Tertular dari Saudara

Regional
Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Sedang Video Call Istri Sambil Makan Bakso, Seorang Pria Tiba-tiba Ditikam hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Kurang Alat Bukti, Bawaslu Bantul Hentikan Kasus Dugaan Politik Uang

Regional
Film Jamal, Kisah Tentang 'Janda Malaysia' di Lombok

Film Jamal, Kisah Tentang "Janda Malaysia" di Lombok

Regional
5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

5 Daerah Rawan Jelang HUT OPM 1 Desember

Regional
Istri Bupati Demak Meninggal akibat Covid-19, Diduga Tertular dari Saudaranya

Istri Bupati Demak Meninggal akibat Covid-19, Diduga Tertular dari Saudaranya

Regional
2 Rumah Warga di Grobogan Ambruk Sebagian karena Diterjang Longsor

2 Rumah Warga di Grobogan Ambruk Sebagian karena Diterjang Longsor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X