Peneliti UGM Tak Temukan Plastik di Bangkai Penyu, hanya Kulit Ikan Buntal

Kompas.com - 17/12/2018, 17:43 WIB
Para peneliti dari Fakultas Biologi UGM dan relawan dari WWI Yogyakarta membongkar kubur penyu di Pantai Congot, Kulon Progo. Mereka hendak  memastikan keterkaitan sampah dengan kematian penyu, Senin (17/12/2018). KOMPAS.com/ DANI JPara peneliti dari Fakultas Biologi UGM dan relawan dari WWI Yogyakarta membongkar kubur penyu di Pantai Congot, Kulon Progo. Mereka hendak memastikan keterkaitan sampah dengan kematian penyu, Senin (17/12/2018).

KULON PROGO, KOMPAS.com - Balai Konservasi Sumber Daya Alam Daerah Istimewa Yogyakarta bekerja sama dengan laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi Universitas Gajah Mada meneliti bangkai penyu yang dikabarkan mati dengan kondisi plastik keluar dari perutnya.

Mereka bukan melaksanakan otopsi melainkan memeriksa apakah benar terdapat sampah plastik pada penyu dan mengidentifikasi jenis plastik. Apakah pula kondisi Congot bisa mempengaruhi kehidupan satwa, utamanya di laut.

Para peneliti dari Biologi UGM mendatangi kubur penyu di Congot. Mereka membongkar kubur, mengangkat bangkainya, memeriksa secara detil bagian yang masih tersisa, dan memastikan apakah ada plastik dalam bangkai itu.

Setelah tahap pemeriksaan berlangsung hampir 2,5 jam, para peneliti tidak menemukan plastik pada tubuh penyu.

"Setelah dibongkar tidak ketemu plastiknya," kata Donan Satria Yudha, dosen laboratorium Sistematika Hewan Fakultas Biologi, UGM, Senin (17/12/2018).

Baca juga: Pemancing Temukan Penyu Mati dengan Sampah Plastik Terburai dari Perutnya

"Tidak ada (plastik) sama sekali. Kita akan melaporkan ke kepala balai dengan nanti akan kami bandingkan foto dengan yang ditemukan mereka (pemancing). Kalau di sini tidak ketemu plastiknya," kata Donan.

Satu pekan lalu, para pemancing di pinggir pantai menemukan penyu ukuran 40 sentimeter sudah mati dan membusuk. Beberapa bagian sisik dan karapasnya sudah terlepas. Tampak pula plastik keluar dari bagian bawah sekitar perut dan sekitar kaki. Mereka merekam temuan itu dalam foto dan video dan mengunggahnya di media sosial.

Beberapa aktivis World Water Indonesia yang kebetulan ada di sana membantu mengubur bangkai itu. "Ditemukan Minggu (9/12/2018) jam 14.00 dekat menara Congot. Kondisi mati, busuk, banyak cairannya. Ada plastik (bagian bawah)," kata Hary Hermanto, aktivis WWI Kulon Progo, belum lama.

Sepekan kemudian, para peneliti mencoba memastikan ada tidaknya sampah plastik dalam tubuh penyu. Bangkai sejatinya sudah nyaris hancur. Kepalanya bahkan sudah tidak ditemukan. Tetapi upaya memeriksa bangkai tetap berlangsung.

Baca juga: Sampah Plastik Kotori Kawasan Tempat Penyu Membangun Sarang di Pantai Trisik

Dalam pemeriksaan itu, Donan memastikan tidak ada plastik di sana. Namun, mereka mendapati kulit transparan berduri dari ikan buntal. Donan pun menduga, kematian penyu ini bisa saja terkait apa yang dimakannya.

"Kita waktu bongkar tadi ketemu kulit ikan buntal. Suspect, tersangka utamanya, (mati) makan ikan buntal," kata Donan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X