Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Bisa Jadi Daya Tarik Wisatawan

Kompas.com - 17/12/2018, 16:18 WIB
Petugas memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/18. ANTARA FOTO/Andreas Fitri AtmokoPetugas memantau aktivitas kondisi Gunung Merapi pasca kenaikan status dari normal menjadi waspada dengan radio komunikasi di kawasan Cangkringan, Sleman, DI Yogyakarta, Selasa (22/5). Akibat meningkatnya status Gunung Merapi, BPPTKG mengimbau masyarakat yang tinggal di Kawasan Rawan Bencana III untuk meningkatkan kewasapadaan. ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko/ama/18.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Guguran lava pijar Gunung Merapi menjadi daya tarik yang bisa dinikmati oleh wisatawan.

Namun demikian, wisatawan tetap harus berada di lokasi aman yakni di luar radius bahaya yang ditetapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta.

Hal itu disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) DIY Biwara Yuswantana saat di hubungi Kompas.com, Senin (17/12/2018)

"Fenomena yang terjadi kemarin minggu itu atas dasar informasi dan rekomendasi BPPTKG masih sama. Artinya radiusnya 3 Km dan statusnya masih waspada," ujar Biwara. 

Baca juga: BPPTKG Yogyakarta: Guguran Lava Pijar Gunung Merapi Belum Bahayakan Masyarakat

Biwara menyampaikan fenomena guguran lava pijar Gunung Merapi bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan yang berkunjung ke Sleman. Wisatawan dapat melihat dari kejauhan, ketika terjadi fenomena guguran lava pijar.

"Justru kalau kami guguran itu malah bisa menjadi daya tarik, pemandangan yang bisa dinikmati," tegasnya.

Namun demikian, Biwara menegaskan wisatawan yang hendak melihat guguran Lava Gunung Merapi harus tetap berada di lokasi yang aman. Sesuai dengan rekomendasi BPPTKG Yogyakarta, radius bahaya ada di 3 km dari Puncak Gunung Merapi.

"Bisa dinikmati sejauh dari lokasi yang aman dan tetap harus mematuhi rekomendasi yang telah di tetapkan," ungkapnya.

Baca juga: Kepala BPPTKG Yogyakarta: Guguran Lava Pijar di Gunung Merapi Fenomena Biasa

Sementara itu Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Yogyakarta, Hanik Humaida menyampaikan sampai saat ini pihaknya belum merekomendasikan untuk pendakian di Gunung Merapi.

"Untuk wisata sejauh berada di luar radius 3 km tidak masalah. Pendakian sampai saat ini belum direkomendasikan," tandasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Gunung Merapi Minggu (16/12/2018) pukul 19.08 WIB mengeluarkan Lava pijar. Luncuran Lava pijar terpantau sejauh 300 meter ke selatan atau arah Kali Gendol.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tiga Mantan Pejabat PDAM Karawang Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Dana Kerja Sama

Tiga Mantan Pejabat PDAM Karawang Ditetapkan jadi Tersangka Korupsi Dana Kerja Sama

Regional
Stiker Bansos Covid-19 Pakai Foto Bupati dan Wakilnya, Ini Penjelasan Wabup Serang

Stiker Bansos Covid-19 Pakai Foto Bupati dan Wakilnya, Ini Penjelasan Wabup Serang

Regional
Terdampak Polusi, Warga Turun ke Jalan Hadang Truk Batu Bara

Terdampak Polusi, Warga Turun ke Jalan Hadang Truk Batu Bara

Regional
Per 13 Agustus Perbatasan Aceh Tamiang-Sumut Diperketat, Ada Syarat Masuk Aceh

Per 13 Agustus Perbatasan Aceh Tamiang-Sumut Diperketat, Ada Syarat Masuk Aceh

Regional
Kasat Reskrim Selayar Diduga Lecehkan 3 Polwan, Korban Tolak Dimediasi

Kasat Reskrim Selayar Diduga Lecehkan 3 Polwan, Korban Tolak Dimediasi

Regional
Dengan Tangan Diborgol, Ini Pesan Jerinx Sebelum Ditahan di Rutan Polda Bali

Dengan Tangan Diborgol, Ini Pesan Jerinx Sebelum Ditahan di Rutan Polda Bali

Regional
2 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Poliklinik RSUD Nunukan Tutup 14 Hari

2 Tenaga Kesehatan Positif Covid-19, Poliklinik RSUD Nunukan Tutup 14 Hari

Regional
Gempa 5,2 Magnitudo di Maluku Utara Terasa hingga Sulawesi Utara

Gempa 5,2 Magnitudo di Maluku Utara Terasa hingga Sulawesi Utara

Regional
Masuk Zona Hijau, Solok Selatan Buka Sekolah Tatap Muka Mulai 13 Agustus

Masuk Zona Hijau, Solok Selatan Buka Sekolah Tatap Muka Mulai 13 Agustus

Regional
Seluruh Pejabat Pemkot Banjarbaru Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Seluruh Pejabat Pemkot Banjarbaru Dinyatakan Sembuh dari Covid-19

Regional
10 Tahanan Titipan di Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Salah Satunya WN Rusia

10 Tahanan Titipan di Lapas Kerobokan Positif Covid-19, Salah Satunya WN Rusia

Regional
Wali Kota Wafat karena Covid-19, Mendagri Beri Mandat Wakil Wali Kota Pimpin Banjarbaru

Wali Kota Wafat karena Covid-19, Mendagri Beri Mandat Wakil Wali Kota Pimpin Banjarbaru

Regional
Suami Pembantu yang Cabuli Bayi 8 Bulan Ternyata Mantan Residivis

Suami Pembantu yang Cabuli Bayi 8 Bulan Ternyata Mantan Residivis

Regional
Bupati Agam Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Gerindra: Polisi Jangan Berpolitik Praktis

Bupati Agam Jadi Tersangka Ujaran Kebencian, Gerindra: Polisi Jangan Berpolitik Praktis

Regional
Bea Cukai Temukan Truk Angkut Jutaan Rokok Ilegal Ditutupi Cabai Keriting dan Kerupuk

Bea Cukai Temukan Truk Angkut Jutaan Rokok Ilegal Ditutupi Cabai Keriting dan Kerupuk

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X