Polisi Ungkap Motif Pelaku Perusakan Atribut Partai Demokrat di Pekanbaru

Kompas.com - 17/12/2018, 12:44 WIB
Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan jajaran Polresta Pekanbaru saat melakukan melakukan konferensi pers terkait kasus perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, Senin (17/12/2018). KOMPAS.com/IDON TANJUNGKapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo dan jajaran Polresta Pekanbaru saat melakukan melakukan konferensi pers terkait kasus perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau, Senin (17/12/2018).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Polisi telah menetapkan HS sebagai pelaku perusakan atribut Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.

Kapolda Riau Irjen Pol Widodo Eko Prihastopo menuturkan motif pelaku merusak baliho, spanduk dan bendera Partai Demokrat.

"Motif pelaku karena dijanjikan dibayar Rp 150.000. Itu saja. Enggak ada motif-motif yang lain," ungkap Widodo dalam konferensi pers di Mapolda Riau, Senin (17/12/2018).

Baca juga: Ruhut Ingatkan Jangan Sampai Ada Adu Domba dalam Peristiwa Perusakan Atribut Demokrat


Pelaku, lanjut dia, mengaku disuruh oleh orang lain untuk merusak atribut tersebut.

"Ya, ada seseorang. Itu yang masih dalam rangka penyelidikan. Pelaku dijanjikan akan dibayar Rp 150.000, tetapi belum dibayar. Itu saja motifnya," ujar Widodo.

Widodo mengatakan, dalam waktu yang tidak jauh dengan HS, polisi juga menangkap KS dan HW yang diduga merusak atribut salah satu caleg dari PDI-P.

"Tersangka HS diamankan di Jalan Jenderal Sudirman, KS dan HW di Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru. Ketiga tersangka merupakan pelaku pengrusakan atribut partai tertentu (Partai Demokrat)," kata Widodo.

Baca juga: Tiga Orang Jadi Tersangka Kasus Perusakan Atribut Partai Demokrat

 

Dia menambahkan, kasus ini masih dalam pengembangan karena tidak menutup kemungkinan ada pelaku lainnya.

"Sekarang dalam masa penyelidikan dan penyidikan. Penyidikan terhadap tersangka yang sudah dilakukan penangkapan. Penyelidikan adalah kami masih melakukan pengembangan terhadap kemungkinan adanya pelaku lain. DPO (daftar pencarian orang)," tutur Widodo.

Sebelumnya, Widodo mengatakan, pelaku perusakan atribut Partai Demokrat dijerat dengan Pasal 170 KUHP juncto Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan diancam lima tahun penjara.

"Jadi saya anggap permasalahan ini sudah selesai. Karena kami dari Polri dalam hal ini Polresta Pekanbaru sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan. Saya juga sudah perintahkan penyidik untuk segera melimpahkan ke penuntut umum," tutur Widodo.

Atribut Partai Demokrat yang dipasang di sepanjang Jalan Jenderal Sudirman, Pekanbaru, Riau, dirusak orang tidak dikenal, Sabtu (17/12/2018) dinihari.

Pelaku merusak ribuan atribut yang rata-rata berisi ucapan selamat datang kepada Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ibu Ani Yudhoyono di Pekanbaru. SBY datang langsung ke lokasi untuk melihat atribut yang sudah dirusak tersebut.

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teror Molotov di Makassar, Kios Fotokopi Jadi Korban

Teror Molotov di Makassar, Kios Fotokopi Jadi Korban

Regional
Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pengungsi Gempa Maluku

Pembaca Kompas Salurkan Bantuan Kemanusiaan ke Pengungsi Gempa Maluku

Regional
Limbah Batubara PLTU Cilacap Ganggu Kesehatan, Warga Mengeluh

Limbah Batubara PLTU Cilacap Ganggu Kesehatan, Warga Mengeluh

Regional
Ratusan Unggas di Tegal Mati Terserang Flu Burung, Kandang Disemprot Disinfektan

Ratusan Unggas di Tegal Mati Terserang Flu Burung, Kandang Disemprot Disinfektan

Regional
Istri yang Dibakar Suami Luka Bakar 16 Persen, Sebagian Besar di Wajah dan Leher

Istri yang Dibakar Suami Luka Bakar 16 Persen, Sebagian Besar di Wajah dan Leher

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel di Karawang

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Wanita Tanpa Busana di Hotel di Karawang

Regional
Guru Silat Cabuli 5 Murid Saat Olimpiade Siswa Nasional dan Latihan

Guru Silat Cabuli 5 Murid Saat Olimpiade Siswa Nasional dan Latihan

Regional
Denny Indrayana Kembalikan Formulir Pendaftaran Cagub Kalsel ke Partai Nasdem

Denny Indrayana Kembalikan Formulir Pendaftaran Cagub Kalsel ke Partai Nasdem

Regional
Korban Penusukan di Pasar Kreneng Denpasar Meninggal Dunia

Korban Penusukan di Pasar Kreneng Denpasar Meninggal Dunia

Regional
Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Fakta Kasus Balita 3 Tahun yang Tewas Dianiaya Pacar Ibunya, Mengaku Kesal hingga Ditemukan Luka di Tubuh

Regional
Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Siswi SMP Korban Pencabulan Guru Les Alami Trauma dan Berhenti Sekolah Sementara

Regional
Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule yang Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Tokoh Adat Minta Foto 2 Bule yang Lecehkan Tempat Suci di Bali Tak Diviralkan

Regional
Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda asal Indramayu Ditembak Polisi

Curi Laptop dan Berusaha Melawan, Pemuda asal Indramayu Ditembak Polisi

Regional
Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Geledah 2 Rumah Terduga Teroris di Sukoharjo, Densus 88 Amankan Buku Jihad

Regional
Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Satu Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun Divonis 7,5 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X