Dampak Pernyataan Gubernur NTT Naikan Tarif Masuk ke Pulau Komodo

Kompas.com - 16/12/2018, 15:49 WIB
Ranger atau jagawana di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/6/2011). KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANARanger atau jagawana di Pulau Komodo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, Rabu (1/6/2011).


KUPANG, KOMPAS.com - Rencana Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Viktor Bungtilu Laiskodat, yang ingin menaikan tarif masuk ke kawasan Taman Nasional Komodo (TNK), berdampak buruk pada aktivitas pariwisata di wilayah itu.

Ketua Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Mabar (Formapp Mabar) Rafael Todowela mengatakan, banyak dampak buruk yang dirasakan langsung oleh para pelaku pariwisata dengan wacana itu.

Pelaku pariwisata itu misalnya organisasi profesional yang tergabung di dalam Forum Masyarakat Penyelamat Pariwisata Manggarai Barat, yakni DPC ASITA Manggarai Barat, DPC HPI Manggarai Barat, Asosiasi Kapal Angkutan Wisata Manggarai Barat, PHRI Manggarai Barat, Persatuan Penyelam Professional Komodo (P3K) dan Koperasi Taxi Bandara (Flores Today).

Baca juga: Gubernur NTT Akan Naikkan Tarif Masuk Pulau Komodo, Pelaku Wisata Protes

"Dari total tour guide 350 orang yang ada di Labuan Bajo, akan kehilangan mata pencaharian tur dan kehilangan request tour dari agen-agen travel dan rekomendasi langsung dari tamu," ungkap Rafael kepada Kompas.com, Minggu (16/12/2018).

Dampak lainnya, lanjut Rafael, yakni akan menurunkan pendapatan bagi masyarakat Manggarai Barat, yang sumber perekonomian dari pariwisata seperti pengusaha hotel, restoran, warung kopi, kuliner, pasar lokal, perahu, petani, nelayan, peternak dan sebagainya.

Khsusus untuk pemandu DPC HPI Manggarai Barat, lanjut Rafael, yang sehari-hari selaku garda terdepan pariwisata Manggarai Barat, mereka mendengar dan mengalami sendiri komplain dari tamu wisatawan asing maupun wisatawan domestik, bahwa harga tiket sekarang sebesar Rp 350.000 sudah sangat mahal.

Apalagi bila harga tiket itu dinaikan tarifnya menjadi 500 dollar Amerika Serikat.

"Dampak buruk yang sudah dan sedang dialami oleh travel agency lokal Labuan Bajo saat ini, adalah di mana wisatawan yang sudah dan sedang berencana melakukan tur dan bahkan yang telah melakukan pemesanan tour package ke komodo melalui travel agency telah membatalkan bookingan turnya dengan alasan rencana kenaikan tarif masuk TNK yang sangat mahal," ujar dia.

Menurut Rafael, agen perjalanan wisata akan kurang percaya diri untuk memberikan informasi yang akurat dan menjawab secara pasti berbagai pertanyaan wisatawan yang berencana melakukan perjalanan wisata ke komodo.

Sejumlah pertanyaan yang selalu disampaikan oleh wisatawan adalah apakah kenaikan itu akan terealisasi atau sebatas wacana, dan kalau wacana kenaikan tarif masuk ini akan di realisasikan, kapan mulai pemberlakuannya.

Baca juga: Gubernur NTT: Pariwisata NTT Jangan Dijual Murah

Agenperjalanan, kata Rafael, akan dianggap sebagai pembohong dan tidak dapat diandalkan dalam memberikan informasi yang tepat dan jelas kepada wisatawan.

Tentu saja ini berdampak pada ketidak percayaan oleh wisatawan terhadap agen perjalanan karena tidak bisa memberikan informasi yang akurat soal realisasi tarif masuk ini.

Agen perjalanan, sebut Rafael, tentunya akan melakukan pemecatan terhadap karyawannya apabila banyak wisatawan yang akan membatalkan perjalanan ke komodo atau Labuan Bajo akibat dari wacana kenaikan tarif masuk ke TNK.

"Karena itu, kami meminta Gubernur NTT melakukan press rilis mencabut pernyataan wacana kenaikan tarif 500 dollar Amerika Serikat," ujar dia.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Ikuti Nikah Massal, Kakek dan Nenek Ini Senang Akhirnya Pernikahannya Tercatat

Regional
Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Stok Sudah Siap, Ekspor Beras ke Arab Saudi Tunggu Administrasi

Regional
Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Perkosa Remaja Keterbelakangan Mental hingga Hamil, Kakak Beradik di Sumbawa Ditangkap

Regional
Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Anggota TNI Gadungan Diciduk Saat Curi Sepeda Motor Warga

Regional
Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Sering Lihat Luka Lebam dan Sundutan Rokok, Guru Telah Menduga SW Jadi Korban Penganiayaan

Regional
Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Empat Tersangka Pemerkosaan Siswi SMA di Maluku Diserahkan ke Jaksa

Regional
Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Bentrok TNI-Polri di Tapanuli Utara, Kapolda Sumut: Hanya Kesalapahaman

Regional
Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Pembuang Sajen ke Bengawan Solo Divonis Hukuman Percobaan

Regional
Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Perahu Rombongan Pengantar Jenazah di Papua Terbalik, 5 Orang Tewas

Regional
'Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas'

"Kakiku Pernah Dijepit Kasur, Punggung Digigit Ayah, Ibu Dilempar Kipas"

Regional
Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Diduga Dukung Calon Petahana, Camat dan Kades Dilaporkan ke Bawaslu Jember

Regional
Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Tahanan Wanita yang Kabur Akan Menghadapi Sidang Putusan di PN Bandung

Regional
Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Jatinangor Sumedang Diterjang Banjir 1 Meter Lebih, Warga Panik

Regional
Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Edarkan 32 Paket Sabu, Pegawai Kafe di Cianjur Ditangkap

Regional
TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

TNI-Polisi Bentrok di Tapanuli Utara, Pangdam Bukit Barisan Minta Maaf

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X