Kompas.com - 15/12/2018, 19:00 WIB
Dua orang pekerja tampak sedang menyedot tumpahan minyak di sebuah kolam dengan menggunakan pipa untuk selanjutnya dimasukkan ke truk tangki. KOMPAS.com/Amriza NursatriaDua orang pekerja tampak sedang menyedot tumpahan minyak di sebuah kolam dengan menggunakan pipa untuk selanjutnya dimasukkan ke truk tangki.

PRABUMULIH, KOMPAS.com - Pipa milik PT Pertamina EP Asset 2 Prabumulih, Sumatera Selatan, kembali bocor, Sabtu pagi (15/12/2018).

Kebocoran pipa yang berfungsi mengalirkan minyak mentah itu terjadi di Jalan Anggrek, Kelurahan Prabumulih, Kecamatan Prabumulih Barat.

Sebelumnya, peristiwa serupa terjadi pada 5 Desember 2018 lalu. Akibat kebocoran pipa, ribuan liter minyak mintah tumpah dan mencemari lingkungan perumahan di sekitar lokasi kejadian.

Pantauan di lokasi, minyak mentah berwarna cokelat itu terlihat menggenangi selokan-selokan yang ada di rumah warga. Tanaman yang dilalui aliran minyak juga tampak layu dan berwarna cokelat terkena tumpahan minyak.

Sebuah kolam ikan milik warga yang berada di sisi rel kereta api juga berubah warna menjadi cokelat akibat terkena limbah minyak mentah.

Bambang, ketua RT setempat, mengatakan, ia mengetahui terjadi kebocoran pipa minyak milik Pertamina itu sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, ia melihat pipa yang berada tepat di depan rumahnya memuncratkan minyak setinggi 4 meter.

Baca juga: Hari ke-4, Limbah Minyak dari Pipa Pertamina yang Bocor Cemari Sungai Masih Terlihat

Tak lama berselang, sejumlah orang berpakaian seragam Pertamina datang dan berusaha menutup pipa minyak yang bocor. Sedangkan petugas lain membersihkan minyak yang mengalir ke kolam dengan cara menyedotnya ke dalam mobil tangki dan mobil skimmer.

Bambang menambahkan, dari informasi yang ia dengar di lokasi, pipa itu bocor akibat mengalami korosi.

“Kejadian sekitar pukul 6 pagi, saya melihat pipa yang ada di depan rumah saya memancarkan cairan minyak setinggi 3 hingga 4 meter,” terangnya.

Sementara itu, Legal and Relation Manager PT Pertamina Asset 2, Sigit Dwi Aryono mengatakan, pipa yang bocor telah diperbaiki sesaat setelah kejadian atau sekitar pukul 7.30 WIB.

Setelah itu, pihak Pertamina juga langsung membersihkan tumpahan minyak dengan mengerahkan kendaraan vaccum agar tumpahan minyak tak sampai masuk ke Sungai Kelekar.

Baca juga: 5 Fakta Pipa Pertamina Bocor di Prabumulih, Warga Sesak Napas hingga Sungai Tercemar

Sedangkan terkait penyebab kebocoran minyak, tambah Sigit, saat masih dalam proses investigasi.

“Perusahaan berkomitmen untuk melakukan pembersihan atas akibat kebocoran pipa hingga tuntas, dan juga bertanggung jawab atas dampak yang timbul dari kejadian tersebut,” katanya.

Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi terlihat sebuah spanduk peringatan agar warga tidak menyalakan api demi mencegah kebakaran.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Serahkan Sertifikasi SNI ke Masker Ateja, Emil Akui Sedang Buat Kain Antivirus

Regional
Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Bongkar Bangunan Bermasalah di Medan, Wali Kota Bobby: Mari Tingkatkan PAD

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X