Satu Lagi Jenazah yang Ditemukan di Selat Malaka Teridentifikasi, Korban Adalah Operator Kasino di Malaysia

Kompas.com - 15/12/2018, 16:17 WIB
Jenazah korban saat akan dievakuasi ke rumah sakit, Kamis (13/12/2018) KOMPAS.com/IstimewaJenazah korban saat akan dievakuasi ke rumah sakit, Kamis (13/12/2018)

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim Disaster Victim Investigation (DVI) Rumah Sakit Bhayangkara Polda Riau kembali berhasil mengidentifikasi satu jenazah yang ditemukan di Perairan Selat Malaka, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kasus ini sudah terungkap, yakni kecelakaan kapal yang membawa TKI dari Malaysia ke Rupat, Bengkalis.

"Satu jenazah dengan nama Fahrurrazi (27), warga Dusun Citra Murni, Desa Manyang SB, Kecamatan Tanah Luas, Kabupaten Aceh Utara," ungkap Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto kepada wartawan, Sabtu (15/12/2018).

Dia menjelaskan, korban diidentifikasi berdasarkan pencocokan data antemortem.


Korban memiliki ciri di antaranya tinggi badan 166-167 centimeter, umur 27 tahun, berat badan 50-60 kilogram, baju kaos belang-belang hitam putih horizontal lengan panjang, celana pendek motif loreng, jam tangan stainless merek Orient warna hitam, cincin bermata warna merah muda, gelang stainless, testis hanya tersisa 1 buah setelah operasi (kiri), gigi geligi atas berjarang (diastema) dan sebelah kiri dekat bahu ada bekas gigitan.

Baca juga: Terungkap, 11 Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka Korban Kapal Tenggelam

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, korban selama ini bekerja di Malaysia sebagai operator di sebuah kasino, kata Sunarto.

"Korban hendak pulang ke Indonesia karena ingin mengurus dokumen yang sudah mati. Hal ini berdasarkan keterangan abang kandung dan istri korban," jelasnya.

Jenazah korban sudah diserahkan kepada pihak keluarganya, dan selanjutnya dibawa ke Aceh.

Dengan demikian, hingga saat ini sudah lima jenazah yang diidentifikasi.

Empat korban lainnya, yakni Mimi Dewi, Ujang Chaniago, Marian Suhadi dan Faisal Ardiyanto. Korban ini juga sudah dibawa keluarganya.

Polres Bengkalis berhasil mengungkap misteri penemuan 11 jenazah di Selat Malaka. Kasus ini adalah sebuah kecelakaan kapal.

Baca juga: 4 Korban di Selat Malaka Sempat Hubungi Keluarga akan Pulang dengan Speedboat dari Malaysia

Kasus ini terungkap setelah dua orang pembawa 11 korban dari Indonesia ke Malaysia, ditemukan di Perairan Selat Malaka. Keduanya berinisial HM alias Boboi (31) dan JM (48), warga Kecamatan Rupat, Kabupaten Bengkalis, Riau.

Kedua tersangka menyerahkan diri ke Polres Bengkalis. Tersangka mengaku telah membawa 11 korban dari Malaka ke Rupat menggunakan kapal. Namun sesampainya di tengah laut, kapal tenggelam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

2020, Pemkot Surabaya Bangun Sekolah di Eks Lokalisasi Dolly

Regional
Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Pencemaran di Sungai Avur, Jombang, Diduga dari Pabrik Kertas

Regional
Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Petugas Masih Berupaya Evakuasi Kereta Api yang Terguling di Blora

Regional
Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Aniaya PSK karena Tak Mau Bayar Usai Berkencan, Pria Ini Kabur Sambil Telanjang

Regional
Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Pemkot Surabaya Cairkan Anggaran Pilkada Tahap Pertama Sebesar Rp 1 Miliar

Regional
Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Kisah Kakak Beradik 18 Tahun Alami Kulit Melepuh jika Kena Matahari, Sempat Minta Dibunuh

Regional
Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Menristek Tantang ITB Rancang Transportasi Kota Bandung Berbasis Kereta

Regional
Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Proyek PLTA Jatigede Capai 73 Persen, September 2020 Siap Beroperasi

Regional
Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Oknum Guru SMP Pendamping Olimpiade Sains yang Cabuli Siswinya di Hotel Berstatus Honorer

Regional
Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Kasus Bayi Penderita Hydrocephalus, RSUD dr Soetomo Fokus Perbaiki Status Gizinya

Regional
Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Ini Alasan Jaksa KPK Tuntut Mantan Kepala Imigrasi Mataram 7 Tahun Penjara

Regional
Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan 'Isi Tas' Minimal Rp 30 Miliar

Mau Bertarung di Pilkada Sumbar, Dibutuhkan "Isi Tas" Minimal Rp 30 Miliar

Regional
Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Antisipasi Telur Mengandung Dioksin, Pengusaha Tahu di Sidoarjo Mulai Tinggalkan Bahan Bakar Plastik

Regional
Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Kronologi Bus yang Bawa Siswa SMA Terlibat Tabrakan Beruntun

Regional
Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Program Mensos: Satu Kabupaten/Kota Berdiri Dua Puskessos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X