DPW PAN Sumsel Mengaku Tak Kenal 25 Kader yang Dukung Jokowi-Ma'ruf

Kompas.com - 14/12/2018, 19:10 WIB
Sebanyak 25 kader partai PAN di Sumsel mendeklarasikan mendukung Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 nanti. Dukungan ini diberikan mereka, lantaran mengaku merasakan hasil pembangunan sejak empat tahun Jokowi menjabat, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.com / AJI YK PUTRASebanyak 25 kader partai PAN di Sumsel mendeklarasikan mendukung Jokowi-Maruf pada Pilpres 2019 nanti. Dukungan ini diberikan mereka, lantaran mengaku merasakan hasil pembangunan sejak empat tahun Jokowi menjabat, Rabu (12/12/2018).

KOMPAS.com - Wakil Ketua Bidang Hukum Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional ( PAN) Sumatera Selatan, Darussalam, angkat bicara terkait 25 orang yang mengaku sebagai kader PAN dan mendeklarasikan diri untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Ma'ruf Amin pada Pilpres 2019.

Darussalam mengatakan, 25 orang itu tidak termasuk dalam daftar kader DPW PAN Sumsel.

Bahkan, mereka juga tak mengenal siapa saja yang mendukung salah satu capres dan cawapres menggunakan nama partai PAN di luar keputusan partai.

"Kalau dikategorikan mereka ini orang gila. Karena tidak ada angin, tidak ada hujan, mereka deklarasi menggunakan nama PAN. Di daftar kader tak ada satu pun nama mereka," kata Darussalam, saat dikonfirmasi, Jumat (14/12/2018).

Kisruh DPW PAN Sumsel Dukung Jokowi, Mengaku Anggota Kader dan Terancam Jerat Hukum

Seorang kader partai, menurut Darussalam, harus terdaftar di partai politik yang mereka ikuti. Sementara, dari 25 orang tersebut, tak ada satu pun nama yang terdaftar sebagai kader PAN.

 katanya.

"Kalau simpatisan (partai PAN) seluruh orang bisa, salahnya dia itu, kalau dibawa ke ranah hukum tidak boleh mencatut nama seseorang," lanjut Darussalam.

 

"Mereka siapa, nongkrong di mana kita juga tidak tahu. Bahkan, informasi yang kami dapatkan, mereka ini tidak saling kenal. Jadi misalnya satu yang kenal ikut-ikutan terus dikasih baju (PAN)," ungkapnya.

Dengan kejadian tersebut, DPW PAN Sumsel akan mengambil langkah hukum untuk melaporkan 25 orang itu ke pihak Kepolisian.

"Jelas PAN sangat dirugikan, di mata masyarakat kami tidak konsisten. Kami akan laporkan dugaan penipuan pasal 378 KUHP, karena mencatut nama partai untuk kepentingan pribadi," ujar Darussalam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X