Banjir di Samosir, Sekolah dan Kebun Warga Rusak - Kompas.com

Banjir di Samosir, Sekolah dan Kebun Warga Rusak

Kompas.com - 13/12/2018, 22:53 WIB
Para pelajar SMA Negeri 1 Ambarita, ikut gotong royong membersihkan sekolah mereka yang digenagni lumpur, Kamis (13/12/2018).Tigor Munthe/KOMPAS.com Para pelajar SMA Negeri 1 Ambarita, ikut gotong royong membersihkan sekolah mereka yang digenagni lumpur, Kamis (13/12/2018).


SAMOSIR, KOMPAS.com - Banjir melanda Dusun 3, Pasar Dolok, Desa Ambarita, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir, Kamis (13/12/2018). Sungai Tambun di daerah itu meluap.

Sungai tersebut memang merupakan sungai kecil. Namun, akibat hujan deras sejak Rabu (12/12/2018) pukul 20.00 WIB hingga Kamis (13/12/2018) pukul 01.00 WIB dini hari, membuat air sungai meluap.

Tak ada korban jiwa dalam banjir ini, namun sekolah, rumah, tanggul sungai, dan kebun milik warga, rusak akibat banjir yang membawa material lumpur.

Baca juga: Korban Banjir di Kampar Riau Mengeluh Tak Dapat Bantuan

Kepala Bidang Dinas Komunikasi dan Informasi Kabupaten Samosir, Ricky Rumapea menyebut, banjir terjadi akibat curah hujan cukup tinggi dan berlangsung cukup lama.

"Banjir membawa material lumpur, merusak tanggul Sungai Tambun sehingga membentuk aliran sungai baru. Air meluber dan lumpur memenuhi beberapa ruangan dan halaman SMA Negeri 1 Simanindo, serta komplek HKBP Ambarita. Selain itu, banjir juga merusak beberapa kebun rakyat, tiga unit rumah warga digenangi lumpur," terang Ricky.

Tim Pemerintah Kabupaten Samosir dipimpin Asisten I, Mangihut Sinaga, sudah turun ke lokasi untuk melakukan penanganan pasca-banjir.

Di sana, tim dikerahkan dibantu pemadam kebakaran, membersihkan genangan lumpur di lokasi SMA Negeri 1 Ambarita dan rumah warga.

Tim dari Pemerintah Kabupaten Samosir mengkoordinir petugas dan masyarakat, dibantu alat berat yang tiba pada Kamis sore, membersihkan lokasi banjir.

Baca juga: Kesaksian Warga Selamatkan Anak-anak di Mobil yang Tenggelam Saat Terobos Banjir

"Masyarakat juga diminta melaksanakan gotong royong, khususnya pembangunan areal sekolah agar aktivitas sekolah tidak terganggu," ujar Ricky.

Mengingat curah hujan yang cukup deras dan berkepanjangan, pihaknya berharap warga Kabupaten Samosir tetap waspada terhadap ancaman bencana.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Dinas Sosial melalui Camat Simanindo sudah menyalurkan bantuan kepada warga yang terkena dampak banjir. 



Close Ads X