Apresiasi KPK, Sopir Angkot di Cianjur Gratiskan Tarif ke Penumpang

Kompas.com - 13/12/2018, 18:07 WIB
Sopir angkutan umum menggratiskan naik angkot hari ini. Dari tindakan itu, KPK menghargai keikhlasan dan support mereka kepada KPK. Twitter: Laode M SyarifSopir angkutan umum menggratiskan naik angkot hari ini. Dari tindakan itu, KPK menghargai keikhlasan dan support mereka kepada KPK.

CIANJUR, KOMPAS.com — Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Laode Muhammad Syarif mengunggah sebuah foto yang menampilkan respons warga Cianjur pasca-penetapan tersangka terhadap Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar.

Setelah Irvan ditetapkan sebagai tersangka, seorang warga Cianjur, Jawa Barat, yang berprofesi sebagai sopir angkutan kota mengungkapkan rasa syukurnya dengan menggratiskan tarif untuk penumpang.

Dalam foto yang diunggah Laode pada Kamis (13/12/2018) terlihat pintu angkot ditempel tulisan "Naik Angkot Gratis Hari Ini #Bonus Operasi Tangkap Tangan ( OTT) KPK".

Twit Laode itu telah disukai sebanyak lebih dari 500 pengguna Twitter.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Bupati Cianjur, Dimulai Sejak Rabu Dini Hari

Saat dikonfirmasi, Laode mengaku bahwa dia menganggap respons seorang sopir angkot itu sebagai bentuk apresiasi warga Cianjur kepada KPK.

"KPK menghargai keikhlasan dan support mereka kepada KPK," ujar Laode M Syarif saat dihubungi Kompas.com, Kamis sore.

Menurut Laode, tindakan korupsi yang dilakukan Bupati Cianjur merugikan warganya. Dengan demikian, ini yang membuat warga mengapresiasi penindakan KPK.

"Bupati Cianjur sudah beberapa kali melakukan korupsi dan menurut laporan tiap tahun memotong dana pendidikan," ujar Syarif.

"Mungkin hal itu yang membuat masyarakat mengapresiasi tindakan KPK," kata dia.

OTT

KPK menemukan uang Rp 1,5 miliar dalam sebuah operasi tangkap tangan atau OTT di Cianjur pada Rabu (12/12/2018). Diduga, uang tersebut sebagai barang bukti suap yang menjerat Bupati Cianjur.

Sebelumnya, KPK mendapat informasi ada penyerahan uang terkait anggaran pendidikan di Cianjur.

KPK menduga uang tersebut dikumpulkan dari kepala sekolah yang kemudian disetor ke bupati.

Selain Irvan, KPK juga menetapkan tiga orang lainnya sebagai tersangka. Masing-masing adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi dan Kepala Bidang SMP Dinas Pendidikan Rosidin, serta Tubagus Cepy Sethiady yang merupakan kakak ipar Irvan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

183 Warganya Keracunan Makanan, Bupati TTS Tetapkan Status Kejadian Luar Biasa

Regional
Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Siswi SMP yang Dicabuli Guru Les Vokal Pintar Sembunyikan Kehamilan hingga 8 Bulan

Regional
Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Virus Flu Burung Merebak di Tegal, 150 Unggas Mati Mendadak

Regional
Kasus Pembunuhan 'Debt Collector': Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Kasus Pembunuhan "Debt Collector": Kepala Korban Ditemukan Terpisah dari Tubuhnya

Regional
4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

4 Fakta Suami Bakar Istri di Surabaya, Terlibat Cekcok hingga Kabur Bawa Motor Pemilik Kos

Regional
Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Terduga Teroris AK dari Sukoharjo Dikenal Jarang Bergaul dan Tertutup

Regional
Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Lurah Way Halim: Nenek Nurhasanah Tidak Terlibat Terorisme

Regional
Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Menyoal Gibran Maju Pilkada Solo, Bukan Pilihan PDI-P Solo hingga Anjuran Ganjar

Regional
Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Nekat Keluyuran Saat Jam Kerja, 14 ASN Kena Razia

Regional
Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Susahnya Hidup Nenek Paulina: Tinggal Sendiri di Gubuk Reyot, Jual Kelapa untuk Beli Beras

Regional
Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Fakta Baru Remaja Dicabuli Ayah Tirinya, Ditetapkan Tersangka hingga Polisi Dalami Keterlibatan Ibu Kandungnya

Regional
Cuaca Buruk, 'Water Bombing' Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Cuaca Buruk, "Water Bombing" Kebakaran Hutan Gunung Arjuno-Welirang Batal

Regional
Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Upaya Penyelundupan 16.000 Ekor Bibit Lobster Digagalkan, 1 Pelaku Buron

Regional
[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

[POPULER NUSANTARA] Cerita Nasir Bongkar Makam Ibunya | Gibran Dikabarkan Siap Maju Pilkada Solo

Regional
Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Duduk Perkara Balita 3 Tahun Tewas Ditangan Pacar Ibunya, Disebut Jatuh di Kamar Mandi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X