Kompas.com - 13/12/2018, 18:02 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian Resor Gunungkidul, Yogyakarta, mengamankan tiga orang pelaku pencurian spesialis komponen alat berat. Ketiganya mengaku pernah beraksi saat gempa Lombok beberapa waktu lalu.

Tiga orang pelaku, yakni SH (39), warga Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat; IKS (34), warga Sampang, Kabupaten Sampang, Jawa Timur dan; HT (31), warga Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Jawa Timur

Kasat Reskrim Polres Gunungkidul AKP Riko Sanjaya mengatakan, kasus pencurian alat berat terjadi pada Oktober 2018 lalu di kawasan Gading, Kecamatan Playen.

Petugas lalu melakukan penyelidikan. Petugas bisa mengidentifikasi pelaku berdasarkan hasil pemeriksaan sidik jari pada alat berat yang komponennya dicuri.

"Mereka mencuri panel monitor yang harganya cukup tinggi mencapai belasan juta. Kalau waktunya singkat biasanya alat yang diambil hanya monitor dari alat berat itu. Tapi kalau longgar bisa sama peralatan yang ada di mesinnya," katanya saat pres rilis di Mapolres Gunungkidul, Kamis (13/12/2018)

"Dari sidik jari yang kita temukan sama dengan apa yang kita temukan di TKP Patuk (kasus pencurian alat berat)," lanjut Riko.

Baca juga: Pencuri Mobil Bersimpuh dan Minta Maaf kepada Korban di Kantor Polisi

Petugas yang mengetahui identitas pelaku melakukan penyelidikan di Karanganyar, Sragen dan Wonogiri pada 9 November sekitar pukul 23.00 WIB. Keesokan petugas mengejar pelaku hingga ke Klaten dan jalan lingkar (ring road) Yogyakarta, namun kehilangan jejak.

Pada tanggal 11 November 2018, petugas dengan tidak sengaja menemukan mobil yang sebelumnya dicurigai, di Jalan Gito Gati, Sleman. Petugas pun menyergap para pelaku.

"Saat mobil pelaku kita dekati, mobil itu mundur. Anggota yang melihat keberadaan pelaku di dalam mobil kemudian mendekati dan menggeluarkan tembakan peringatan ke udara. Tapi mobil itu malah hendak menabrak anggota kami," ucapnya.

"Kemudian di dalam ada pelaku dan kita tembak pada bagian paha atas. Akan tetapi mobil tersebut masih berhasil kabur dengan menabrak kendaraan yang sedang lewat pada saat itu," katanya.

Polres Gunungkidul meminta bantuan tim Jatanras Polda DIY. Setelah dikejar, pelaku diketahui berada di Salatiga, Jawa Tengah. Saat itu juga petugas kepolisian lokasi para pelaku berada.

"Sesampainya di Salatiga, kita mendapat info kalau para pelaku berada di wilayah Pemalang, Jawa Tengah. Kemudian kita terjunkan tim 2 untuk menuju Pemalang dan meminta bantuan tim Opsnal Res Pemalang. Tiga pelaku berhasil diamankan bersama sejumlah barang bukti," ucapnya.

Riko menjelaskan, dari hasil keterangan para pelaku, sejumlah barang yang dicuri di Gunungkidul telah dijual di Surabaya dan Jakarta. Hasil dari penjualan tersebut mereka gunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

Uang hasil penjualan yang di Gunungkidul sebesar Rp 37 juga mereka bagi untuk keluarga mereka.

"Tidak hanya beraksi di Gunungkidul tetapi juga dibeberapa kota lainnya. Pengakuannya juga melakukan pencurian di Mataram (NTB), karena setelah gempa banyak alat berat yang beroperasi," ujarnya.

Baca juga: Lima Kapal Pencuri Ikan Berbendera Vietnam Ditenggelamkan

Para pelaku akan dikenakan Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.

Saat ini ketiga pelaku masih terus menjalani pemeriksaan untuk pengembangan lebih lanjut.

"Masih kita kembangkan karena satu orang masih buron," katanya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Trenggalek Gelar Festival Jaranan Ke-26, Wabup Syah Natanegara Ungkap Harapannya

Regional
Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Resmikan Mall Vaksinasi Covid-19, Gubernur Syamsuar Harap Kesadaran Vaksin Masyarakat Riau Meningkat

Regional
Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Kunker ke Unnes, Bupati Arief Ajak Rektor Fathur Diskusi Pembangunan di Blora

Regional
Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Walkot Makassar Dapat Banyak Pujian dari Mendagri, Apa Penyebabnya?

Regional
Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Mulai Bangkit, PAD Sektor Pariwisata Trenggalek Capai Rp 4,2 Miliar

Regional
Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Wujudkan Wonogiri Zero Stunting, Bupati Jekek Minta Komitmen Bersama Semua Pihak

Regional
Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Dinilai Tingkatkan Kompetensi ASN, Khofifah Diangkat Jadi Widyaiswara Kehormatan

Regional
Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Wujudkan Kesehatan Masyarakat Tulang Bawang, Dompet Dhuafa Resmikan RS Griya Medika

Regional
Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Makassar Jadi Tuan Rumah APEKSI 2023, Walkot Danny: Kami Sangat Siap

Regional
Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Bupati Arief Luncurkan Program Dashat untuk Tekan Angka Stunting di Blora

Regional
Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Komitmen Tingkatkan Kesejahteraan Guru di Blora, Bupati Arief Sigap Lakukan Pendataan

Regional
Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Bupati Arief dan Kiai Marzuqi Ajak Masyarakat Blora Jaga Kerukunan Bangsa

Regional
Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Peringati HUT Ke-65 Riau, Gubernur Syamsuar Paparkan Keberhasilan Proker Pemprov Riau

Regional
Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Polemik Desain Rel Kereta Api Trans Sulawesi, Inkalindo Sulsel: Rel Elevated Lebih Ramah Lingkungan

Regional
Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Merajut Keseimbangan di Taman Nasional Komodo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.