BP Batam Diisukan Dibubarkan, Pekerjanya Tetap Tenang hingga Bantahan Menko Darmin

Kompas.com - 13/12/2018, 10:25 WIB
Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution bersama pejabat baru BP Batam di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/10/2017) KOMPAS.com/YOGA SUKMANAMenteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution bersama pejabat baru BP Batam di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Kamis (19/10/2017)

BATAM, KOMPAS.com - Kabar pembubaran Badan Pengusahaan (BP) Batam ditanggapi dengan tenang oleh para pekerjanya, pada Rabu (12/12/2018). 

Sebelumnya beredar kabar jika Presiden Joko Widodo (Jokowi) memutuskan membubarkan BP Batam sebagai pengelola kawasan perdagangan bebas di Batam, usai rapat terbatas di Kantor Presiden, pada Rabu.

Dikonfirmasi secara terpisah pada Rabu malam, Kasubdit Humas BP Batam Mohamad Taofan, mengatakan jika isu tersebut ditanggapi dengan tenang oleh para pekerja BP Batam. 

Dengan demikian, isu tersebut sama sekali tidak mempengaruhi kinerja sejumlah pegawai dilingkungan BP Batam. Bahkan isu tersebut sama sekali tidak ditanggapi serius.

Baca juga: Gregetan, Jokowi Bubarkan BP Batam

"Saya malah tahunya dari sejumlah pemberitaan di media, kami belum dapat info resmi, belum ada info juga dari pimpinan," kata Taofan ketika dikonfirmasi Kompas.com, Rabu malam. 

Menurut dia, hingga Rabu malam Kepala BP Batam Lukita Dinarsyah Tuwo masih berada di Jakarta mengikuti rapat terbatas tersebut.

"Kami masih menunggu hasil rapat dari Kapala BP Batam. Namun demikian sebagai perpanjangan tangan dari pemerintah pusat, apapun yang diputuskan pemerintah, BP Batam siap melaksanaknnya," jelas Taofan.

Taofan berpendapat kalaupun pembubaran itu terjadi, tentunya tidak bisa secepat itu pembubarannya. Mengingat ada banyak pekerjaan yang harus terlebih dahulu diselesaikan yang menjadi pertanggungjawaban BP Batam sebelumnya.

Baca juga: Darmin Nasution Luruskan Kabar soal Pembubaran BP Batam

"Prosesnya akan panjang dan tidak mungkin (pembubaran) bisa dilakukan dalam kurun waktu singkat," ungkapnya.

Proses pembubaran makan waktu lama

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Video 5 Remaja Perempuan Memperebutkan Lelaki Viral, Polisi Panggil Keluarga dan Pihak Sekolah

Regional
Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Muncul Klaster Unjuk Rasa di Tangerang, 8 Pedemo Positif Covid-19

Regional
Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Pasutri Dokter Sembuh dari Covid-19, Padahal Punya Sakit Jantung, Hipertensi dan Obesitas

Regional
19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

19 Daerah di Jatim Jadi Zona Kuning Covid-19, Ini Pesan Khofifah untuk Warganya...

Regional
Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Lokasi Budidaya Ganja di Polybag Ternyata Rumah Orangtua Mantan Wali Kota Serang

Regional
Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Menengok Belajar Tatap Muka di Cianjur, Protokol Covid-19 Diberlakukan Ketat

Regional
Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Tips Nyaman Pakai Masker dalam Waktu Lama dan Bebas Bau Mulut

Regional
Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Budidaya 45 Batang Ganja di Polybag Bertahun-tahun, Pria Ini Berdalih untuk Penelitian

Regional
Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Kebakaran Hanguskan 158 Rumah di Jayapura, Kerugian Ditaksir Capai Rp 20 Miliar

Regional
Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Banjir dan Longsor di Cianjur, 5 Rumah Terendam, Akses Jalan Tertutup

Regional
2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus 'Lockdown'

2 Pejabat di UNS Meninggal karena Covid-19, Punya Riwayat ke Ubud Bali, Kampus "Lockdown"

Regional
Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Sekolah Gratis di Bantaran Kali Gajahwong Yogya, Kurikulumnya Diteliti Mahasiswa Berbagai Negara

Regional
Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Nyanyikan Lagu yang Menyinggung Polisi Saat Demo, Seorang Mahasiswa Ditangkap

Regional
'Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi'

"Tak Salah Apa-apa Kena Gas Air Mata, Aku Tuntut Kalian, Polisi"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

[POPULER NUSANTARA] Diyakini Meninggal jika Bersatu, Kembar Trena Treni Terpisah 20 Tahun | Pria Tanam Ganja Pakai Polybag di Rumah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X