Tiga Truk APK Dibongkar Bawaslu Siantar, Golkar Protes

Kompas.com - 13/12/2018, 09:25 WIB
Personel Bawaslu Pematangsiantar saat apel sebelum mengawal proses pembersihan APK, Rabu (12/12/2018). Tigor Munthe/KOMPAS.comPersonel Bawaslu Pematangsiantar saat apel sebelum mengawal proses pembersihan APK, Rabu (12/12/2018).

PEMATANGSIANTAR, KOMPAS.com- Bawaslu Pematangsiantar menertibkan seluruh alat peraga kampanye ( APK) yang bertebaran di sejumlah lokasi dan dipastikan melanggar aturan, Rabu (12/12/2018).

"Lebih kurang 3 truk APK bermasalah itu sudah diamankan ke kantor Satuan Polisi Pamong Praja Pemerintah kota," ungkap Ketua Bawaslu Pematangsiantar Sepriandison Saragih.

Penertiban dilakukan sejak pagi hingga sore, diawali apel pasukan melibatkan puluhan personel Satuan Polisi Pamong Praja, Dinas Perhubungan, dan Polres Pematangsiantar di Lapangan Haji Adam Malik.

Menurut Sepriandison, penertiban dilakukan empat tim. Satu tim terdiri dari 10 orang, tersebar di 4 titik perbatasan wilayah Pematangsiantar dengan daerah lain seperti di Jalan Asahan, Jalan Parapat, Jalan Medan dan Jalan Tanah Jawa.

Baca juga: Ribuan APK di Jawa Tengah Ditertibkan, Ini Alasannya...

APK yang ditertibkan yakni yang tidak sesuai dengan desain dan materi sebagaimana yang ditentukan oleh KPU Pematangsiantar, baik yang berada di zona atau di luar zona.

Kemudian. APK yang diproduksi sendiri oleh peserta pemilu dan desain serta materinya tidak diregistrasikan kepada KPU.

"Kami juga turunkan APK yang dipasang di dalam zona namun teknis pemasanganya tidak sesuai aturan yakni di pekarangan sekolah atau perguruan tinggi, tempat ibadah, rumah sakit atau puskesmas, gedung milik prmerintah dan juga yang terpasang di tiang-tiang listrik, pohon, jembatan dan yang membentang jalan," ungkapnya.

Selanjutnya, sambung Sepriandison, APK tambahan sebanyak 5 baliho dan 10 spanduk per kelurahan tiap peserta pemilu atau parpol boleh dipasang oleh calon legislatif, sepanjang APK tersebut diakui oleh peserta pemilu atau parpol yang dibuktikan adanya surat pemberitahuan dari parpol dimaksud.

"Soal APK tambahan, juga harus sudah dilaporkan kepada KPU," terangnya.

Dia menegaskan, dasar hukum pihaknya melakukan pembersihan seluruh APK mengacu pada Peraturan KPU Nomor 23 tahun 2018 tentang Kampanye Pemilu, Peraturan Bawaslu Nomor 28 tahun 2018 tentang Pengawasan Kampanye Pemilu dan SK KPU Pematangsiantar 1702 tentang lokasi pemasangan APK.

Sementara itu, saat proses penertiban dilakukan hadir juga sejumlah pengurus partai politik dan selama kegiatan tetap dalam kawalan aparat Polres Pematangsiantar.

Wakil Sekretaris DPD Partai Golkar Pematangsiantar, Ramli Sihotang mengatakan, pihaknya akan menyurati Bawaslu Pematangsiantar meminta penjelasan soal adanya APK yang sudah dipasang sesuai permintaan Bawaslu namun tetap dibongkar.

"Kami akan minta penjelasan terkait penertiban APK yang sudah dipasang dan sebelumnya sudah kami laporkan sesuai permintaan Bawaslu, tapi masih juga ada pembongkaran atau penertiban," kata Ramli.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Santri di Sukabumi Tewas di Areal Persawahan, 1 Orang Keracunan Obat

Regional
Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Kronologi Kepala Dusun di Bulukumba Rusak Mata dan Potong Kemaluan Warganya hingga Tewas

Regional
Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Gara-gara Suara Knalpot, Dua Pria Dikeroyok di Denpasar

Regional
Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Korban Tabrak Lari Pengendara Rush yang Diduga Stress Bertambah, di Antaranya Anak-anak

Regional
22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

22 Hari Penemuan Mayat di Senggigi, Jenazah Belum Dikubur

Regional
Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Kepala Dusun di Bulukumba Potong Kemaluan dan Rusak Mata Warganya karena Masalah Penyemprot Padi

Regional
Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Tanah Gambut di Rupat Bengkalis Kembali Terbakar, Petugas Berjibaku Padamkan Api

Regional
Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Main Tik Tok Bersama Cinta Laura saat Jabar Banjir, Ridwan Kamil Disentil Netizen

Regional
Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Melerai Perkelahian, Anggota Polisi Malah Dihajar hingga Terluka

Regional
Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Kecelakaan di Tol Bawen, Gran Max Tabrak Truk, Satu Tewas

Regional
Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Sadis, Kepala Dusun di Bulukumba Bunuh Warganya, Kemaluan Dipotong, Mata Dirusak

Regional
Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Dibuang, Bayi Baru Lahir Ditemukan di Selokan

Regional
Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Jenazah Pasien Suspect Virus Corona di Semarang Dibungkus Plastik Sebelum Dimakamkan

Regional
Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Kronologi Para Siswa Disodori Kotoran Manusia oleh Kakak Kelas di NTT

Regional
Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Usia 39 Tahun, Esti Jadi Profesor Termuda di Unmul,Ciptakan 4 Produk Obat Ikan dari Tanaman Lokal Kaltim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X