Pelaku Pencabulan Menjerit Kesakitan, Eksekusi Cambuk Sempat Dihentikan

Kompas.com - 12/12/2018, 21:08 WIB
Eksekusi cambuk terhadap pelaku pencabulan anak dibawah umur sempat terhenti di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.com/Masriadi Eksekusi cambuk terhadap pelaku pencabulan anak dibawah umur sempat terhenti di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Rabu (12/12/2018).


LHOKSEUMAWE, KOMPAS.comEksekusi cambuk terhadap pelaku pencabulan anak di bawah umur sempat terhenti di Stadion Tunas Bangsa, Kota Lhokseumawe, Rabu (12/12/2018).

Sebab, salah seorang terhukum, Nurdin, menjerit dan mengaku kesakitan hingga meminta istirahat.

Padahal, algojo baru mencambuk sebanyak lima kali dari total 100 kali hukuman cambuk yang harus diterima pria paruh baya itu.

Baca juga: ICJR: Hukuman Cambuk Mencoreng Wajah Indonesia

Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Lhokseumawe, Isnawati menyebut, hari itu dua terhukum kasus pencabulan anak masing-masing menerima 100 kali cambukan.

Keduanya yaitu Nurdin dan Usman Huller, yang telah divonis pengadilan melanggar Pasal 34 Qanun (peraturan daerah) Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

“Untuk Nurdin sempat dihentikan sebentar, lalu dia dibawa tim medis ke dalam ambulans dan diperiksa kondisi kesehatannya. Hasil analisa dokter eksekusi bisa dilanjutkan, dia hanya mengalami keram paha,” kata Isnawati.

Baca juga: Pasangan Gay Dihukum Cambuk 83 Kali

Setelah menjalani pemeriksaan kesehatan, eksekusi untuk Nurdin dilanjutkan hingga 100 kali cambuk.

Sedangkan untuk terhukum Huller Usman, eksekusi cambuk berjalan lancar dan setelah itu mereka dikembalikan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA, Kota Lhokseumawe.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 1 Juni 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 1 Juni 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, Kalsel 1 Juni 2020

Regional
Tak Mau Menyerah, Penyerang Polisi di Kalsel Tewas Ditembak

Tak Mau Menyerah, Penyerang Polisi di Kalsel Tewas Ditembak

Regional
Seorang Perempuan di Jambi Diduga Diculik, Disekap 2 Pria di Dalam Mobil

Seorang Perempuan di Jambi Diduga Diculik, Disekap 2 Pria di Dalam Mobil

Regional
Berpamitan, ke Mana Risma Setelah Tak Lagi Menjabat?

Berpamitan, ke Mana Risma Setelah Tak Lagi Menjabat?

Regional
Polsek di Kalsel Diserang OTK, Satu Polisi Tewas, Mobil Patroli Dibakar

Polsek di Kalsel Diserang OTK, Satu Polisi Tewas, Mobil Patroli Dibakar

Regional
Pamit ke Warga Surabaya, Risma Nostalgia Soal Banjir, Ini Pesannya

Pamit ke Warga Surabaya, Risma Nostalgia Soal Banjir, Ini Pesannya

Regional
Bayi Baru Lahir Dibunuh dan Dibuang ke Selokan oleh Ibunya, Ini Alasannya...

Bayi Baru Lahir Dibunuh dan Dibuang ke Selokan oleh Ibunya, Ini Alasannya...

Regional
Gadis Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Selokan karena Ingin Menikahi Pria Lain

Gadis Ini Bunuh dan Buang Bayi yang Baru Dilahirkan ke Selokan karena Ingin Menikahi Pria Lain

Regional
Peti Mati yang Hanyut di Sungai Belo Ternyata Kosong

Peti Mati yang Hanyut di Sungai Belo Ternyata Kosong

Regional
Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Pasien Sembuh dari Covid-19 di Banyumas Terus Bertambah, PDP Naik

Regional
Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Dinyatakan Sembuh

Kabar Baik, Seluruh Pasien Positif Covid-19 di Bangka Barat Dinyatakan Sembuh

Regional
Risma Pamit, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Risma Pamit, Ini Pesannya untuk Warga Surabaya

Regional
Wali Kota Risma: Mungkin yang Merasakan bukan Kita, Tapi Anak Cucu Kelak

Wali Kota Risma: Mungkin yang Merasakan bukan Kita, Tapi Anak Cucu Kelak

Regional
Fakta Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Korban Trauma hingga Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Fakta Perawat Diancam Usai Periksa Pasien Covid-19, Korban Trauma hingga Ganjar Minta Pelakunya Diusut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X