Pastikan Gunung Merapi Aman Jelang Natal dan Tahun Baru, Menteri Jonan Tinjau Pos Pantau di Yogyakarta

Kompas.com - 12/12/2018, 20:56 WIB
Menteri ESDM Ignasius Jonan saat mendengarkan penjelasan Kepala PVMBG Kasbani terkait situasi terkini aktivitas Gunung Merapi di pos pantau Kaliurang Yogyakarta, Rabu (12/12/2018). KOMPAS.com / WIJAYA KUSUMAMenteri ESDM Ignasius Jonan saat mendengarkan penjelasan Kepala PVMBG Kasbani terkait situasi terkini aktivitas Gunung Merapi di pos pantau Kaliurang Yogyakarta, Rabu (12/12/2018).

YOGYAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan Rabu (12/12/2018) malam mengunjungi Pos Pemantuan Gunung Merapi di Kaliurang.

Kunjungannya ini untuk mengetahui langsung perkembangan aktivitas Gunung Merapi saat ini dan terutama potensi selama musim libur Natal dan Tahun Baru.

Sekitar pukul 18.53 WIB Menteri ESDM Ignasius Jonan tiba di pos pemantuan Gunung Merapi Kaliurang, Sleman. Kedatangan Ignasius Jonan disambut oleh Kepala PVMBG Kasbani, Kepala BPPTKG Yogyakarta Hanik Humaida, dan Kasi Gunung Merapi Agus Budi Santoso.

Jonan lantas mendengarkan penjelasan Kepala PVMBG Kasbani mengenai kondisi terkini Gunung Merapi.

Baca juga: Aktivitas Gunung Merapi Tidak Signifikan, Warga Diminta Tenang

"Jadi inikan sebentar lagi dimulai kegiatan operasi Natal dan tahun baru, kalau enggak salah dimulai tanggal 17 atau 18 Desember," ujar Jonan, Rabu (12/12/2018)

Jonan menjelaskan kedatangannya ke Pos Pemantuan di Kaliurang untuk mengetahui perkembangan aktivitas Gunung Merapi terkini. Lebih khusus lagi, guna melihat potensi aktivitas selama libur Natal dan tahun baru.

"Kami mendahului, untuk antisipasi apakah ada yang perlu dipersiapkan apabila kegiatan vulkanis gunung-gunung berapi meningkat atau tidak. Salah satunya sekarang kami melihat Gunung Merapi di pos Kaliurang," bebernya

Baca juga: Jonan Janji Finalisasi Divestasi Saham Freeport Rampung Akhir 2018

Menurutnya dari laporan, status Gunung Merapi saat ini masih waspada atau level II. Dari hasil data pengamatan, tidak akan terjadi erupsi besar setidaknya sampai Januari 2019.

"Dari laporan, bahwa potensi sampai ke, mungkin sampai ke awal Januari untuk adanya erupsi yang besar semestinya enggak. Kalau toh ada ya mungkin hanya guguran lava, hanya muntah saja dari kawah yang agak penuh, " tegasnya.

Fase magmatik

Sementara itu, Kepala PVMBG Kasbani menambahkan saat ini Gunung Merapi memasuki fase magmatik dengan tipe erupsi efusif. Radius bahaya 3 Km dari puncak gunung Merapi.

"Kubah lava baru kondisinya saat ini masih stabil dan saat ini (Sebaran material) sudah meliputi seluruh kawah, maka di ujung-ujungnya ada potensi terjadi guguran. Perkembangan pembentukan kubah lava sangat lambat, jauh jika dibandingkan tahun 2006 dan 2010 lalu," pungkasnya. 

Baca juga: Pastikan Keselamatan Arus Mudik, Menteri Jonan Pantau Aktivitas Merapi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Pemerintah Daerah Ini Sediakan WiFi Gratis 24 Jam Bagi Pendaftar CPNS

Regional
APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

APBD Jateng 2020 Disahkan Sebesar Rp 28,3 Triliun

Regional
Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Trans Jateng Diprotes Awak Mikrobus di Purbalingga, Begini Respons Pemprov

Regional
Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Hujan dan Angin Kencang di Banyuasin, 83 Rumah Rusak

Regional
Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Pelaku Penggelapan Dana Nasabah BNI Ambon Kirim Toyota Alphard ke Temannya di Surabaya

Regional
Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Lukai 6 Orang, Ini Nama-namanya

Regional
Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Sungai Anyar di Solo Tercemar Limbah Detergen

Regional
Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Nasib Warga di Daerah Rawan Bencana di Sukabumi Tunggu Hasil Kajian Badan Geologi

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Seluruh Driver Ojol yang Masuk ke Mapolresta Samarinda Diperiksa

Regional
Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Sosok Djaduk Ferianto di Mata Dewa Budjana, Juki Kill The DJ, hingga Syaharani

Regional
Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Pasca-bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan, Linmas di Surabaya Dilengkapi Rompi Anti-Peluru

Regional
Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Pendaftar CPNS di Jatim Capai 2.362, Tertinggi Ketiga Nasional

Regional
8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

8 Kabupaten Kota di Jabar Rawan Pelanggaran Pilkada, Mana Saja?

Regional
Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Pelaku Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan Sering Pergi Pagi Pulang Tengah Malam

Regional
Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Sekolah Terendam Banjir, Siswa MTsN Matangkuli Terpaksa Diliburkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X