Kompas.com - 12/12/2018, 15:51 WIB
Dua pelaku penyelundupan sabu sebanyak 6 kilogram untuk dibawa ke Jambi saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolda Sumatera Selatan, Rabu (12/12/2018). Dari penangkapan tersebut, satu tersangka bernama Edi diketahui adalah sipir di Lapas Anak Jambi. KOMPAS.com / AJI YK PUTRADua pelaku penyelundupan sabu sebanyak 6 kilogram untuk dibawa ke Jambi saat dihadirkan dalam gelar perkara di Mapolda Sumatera Selatan, Rabu (12/12/2018). Dari penangkapan tersebut, satu tersangka bernama Edi diketahui adalah sipir di Lapas Anak Jambi.

PALEMBANG, KOMPAS.com - Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Selatan menangkap dua warga Jambi yang hendak membawa sabu sebanyak 6 kilogram untuk diedarkan menjelang tahun baru dan natal.

Kedua tersangka tersebut, yakni Sukardian alias Adi (37), warga Jalan KH Tomo RT 11, Kelurahan Tahyatul Yaman, Kecamatan Palayangan, Kota Jambi dan Edimar alias Edi (54), PNS sipir Lapas Anak Jambi.

Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Zulkarnain Adinegara mengatakan, penangkapan bermula saat Adi tiba di Palembang untuk membawa sabu sebanyak 6 kilogram ke Jambi setelah diperintahkan oleh seorang napi yang mendekam di sel tahanan Batam.

Ketika hendak menaiki mobil bus menuju Jambi di kawasan Kolonel Haji Burlian, Kecamatan Sukarami, Palembang, petugas yang mengetahui informasi tersebut langsung menangkap Adi.

 "Ada satu tas dukung yang dibawa tersangka setelah diperiksa ternyata ada enam bungkus berisi sabu. Totalnya 6 kilogram," kata Zulkarnain saat gelar perkara, Rabu (12/12/2018).

Baca juga: Polisi Tangkap 4 Pemuda Pemakai dan 2 Wanita Pengedar Sabu di Riau

Dari Adi, petugas langsung mengembangkan siapa pemesan narkoba dalam jumlah banyak itu. Setelah diselidiki, tersangka mengaku disuruh bandar bernama Cak yang ada di Jambi.

Pengejaran pun dilakukan di sana, namun ternyata Cak yang dimaksud adalah tahanan di Lapas Batam. Cak kembali memerintahkan kurirnya, yakni Edi, sipir Lapas Anak, di Jambi.

"Ketika di Jambi, Edi hendak menerima narkoba itu sehingga langsung ditangkap. Edi ini adalah sipir lapas anak berstatus PNS," ujar Kapolda Sumsel.

Menurut jenderal bintang dua ini, pengiriman sabu dari Palembang ke luar Sumsel baru kali ini terjadi. Pihaknya akan mengembangkan siapa bandar besar yang ada di Sumsel.

"Dugaannya seperti itu, di sini ada bandar besar. Sebab ini baru pertama kali, biasanya sabu dari luar masuk ke Palembang. Tetapi ini sebaliknya, kita akan terus dalami dengan melakukanpemeriksaan terhadap kedua tersangka," ujarnya.

Baca juga: Disuruh Pacar, Gadis Berparas Ayu Ini Nekat Edarkan Sabu-sabu

Atas perbuatannya, Adi dan Edi dijerat Pasal 112-114 Undang-undang narkoba dengan ancaman hukuman penjara maksimal hukuman mati atau 20 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X