Asyiknya Mengamati Burung Kuntul Kecil saat Berbiak

Kompas.com - 11/12/2018, 16:33 WIB
Kumpulan burung kuntul kecil (Egretta garzetta) di Danau Limboto. Di kawasan lahan basah ini terdapat 94 jenis burung air yang berhasil didata oleh Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota). KOMPAS.com/ROSYID AZHARKumpulan burung kuntul kecil (Egretta garzetta) di Danau Limboto. Di kawasan lahan basah ini terdapat 94 jenis burung air yang berhasil didata oleh Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (Biota).

GORONTALO, KOMPAS.com –  Bangau putih yang sering terlihat di sawah yang tergenang air atau pinggiran danau adalah burung yang paling banyak dilihat orang.

Selain warnanya putih bersih, juga badannya yang lebih besar dari burung-burung lain sehingga lebih membekas di ingatan.  Karena seringnya terlihat, sering orang mengabaikan keunikan burung ini.

Bagi pengamat burung (birdwatcher), burung ini biasa disebut kuntul kecil (Egretta garzetta) atau little egret yang menyukai lahan basah. Biasa ditemukan di sungai atau sawah berair yang sedang dibajak untuk mencari makan dalam jumlah besar, mulai belasan hingga ratusan ekor.

Dalam kerumunan, kadang-kadang dijumpai jenis lain yang ikut mengelompok. Paruhnya yang runcing sangat cekatan mematok mangsa dalam air, seperti ikan atau hewan lainnya.

Baca juga: Ingin Mengamati Burung Air? Danau Limboto Tempat Terbaik

“Uniknya dalam masa berbiak, kuntul kecil ini muncul bulu-bulu tambahan berupa rumbai-rumbai  di sekitar leher punggung dan sayap,” kata Hanom Bashari, Hanom Bashari, spesialis kenaekaragaman hayati Perkumpulan Biodiversitas Gorontalo (BIOTA), Selasa (11/12/2018).

Hanom Bashari mengungkap, kuntul kecil ini umumnya berbiak pada bulan Maret hingga Juli. Pada rentang waktu ini biasa banyak ditemukan burung kuntul kecil dengan kondisi fisik bulunya yang berumbai-rumbai.

“Ada bulu yang berjumbai panjang di belakang kepalanya, ayo silakan perhatikan ya,” ajak Hanom Bashari.

Kulit mukanya juga terlihat berwarna merah jambu pada waktu berbiak. Sementara pada kondisi tidak berbiak berwarna kuning kehijauan.

Baca juga: Di RTH Ini Ditemukan Koloni Burung Gelatik Jawa Terbesar di Luar Jawa

Jumbai 2 helai bulu yang panjang ini menjadi ciri khas kuntul kecil saat memasuki masa berbiak.Di luar masa berbiak sebenarnya ada jumbai ini namun tidak panjang atau bahkan tidak terlihat.

Di Pulau Sulawesi umumnya masih di dominasi kuntul kecil pendatang dari daerah utara, wilayah Asia Timur seperti China,  Jepang dan Korea. Namun di pulau lain di Indonesia burung ini banyak yang sudah tercatat sebagai burung penetap.

“Jadi burung ini ada yang migran, juga ada yang penetap. Di Sulawesi masih banyak yang tercatat jenis yang migran, secara umum kelompok migran non-breeding” jelas Hanom Bashari.

Salah satu keunikan lain adalah saat terbang berkelompok, burung ini membentuk formasi huruf V, bisa disaksikan saat terbang ke tempat beristirahatnya saat sore.

Secara fisik, kuntul kecil memiliki tubuh berukuran sekitar 60 cm, berparuh hitam dan warna kaki gelap.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X