Di RUPS Bank BJB, Ridwan Kamil Bahas Bahayanya Rentenir "Online"

Kompas.com - 11/12/2018, 14:01 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berbincang dengan direksi Bank Jabar dan Banten (BJB) dalam kegiatan RUPS BJB di Hotel Aryaduta, Bandung, Selasa (11/12/2018). KOMPAS.com/DENDI RAMDHANIGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat berbincang dengan direksi Bank Jabar dan Banten (BJB) dalam kegiatan RUPS BJB di Hotel Aryaduta, Bandung, Selasa (11/12/2018).

BANDUNG, KOMPAS.com - Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil meminta semua pihak mewaspadai hadirnya aplikasi pinjaman uang berbasis online ( daring).

Hal itu ia bahas sewaktu membuka Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank Jabar dan Banten ( BJB) di Hotel Aryaduta, Bandung, Selasa (11/12/2018).

"Saya menemui fenomena fintech harus diwaspadai. Karena para rentenir juga mengunakan teknologi. Terus punya asosiasi dan aplikasi," ungkap Emil, sapaan akrabnya.

Ia mengamati, skema pinjaman itu cukup berbahaya bagi masyarakat. Ia banyak menemukan peminjam dipermalukan jika tak bisa membayar cicilan.

Baca juga: Lingkaran Setan Pinjaman Online: Pakai 40 Aplikasi untuk Tutup Utang

"Saya baca dan amati saat peminjam tidak bisa bayar dia dipermalukan secara online. Rentenir yang harus dilawan sudah bermutasi lebih kreatif canggih, masa kita kalah," kata Emil.

Sebab itu, Emil meminta agar BJB selaku bank pemerintah bisa berinovasi untuk melawan munculnya aplikasi pinjaman online.

"Kami risau sebagai kepala daerah. Siapa lagi kalau bukan BJB sebagai instrumen melawan fenomena itu," ujarnya.

"Pesan saya, mari kalau ingin menang kita harus beradaptasi terhadap situasi dinamika. Harus lebih canggih, harus lebih teknologis, harus lebih merangkul," tuturnya.

Baca juga: Hendak Ajukan Pinjaman Online, Denny Malah Tertipu Rp 10,5 Juta



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Jenazah Positif Covid-19 di Samarinda Dibawa Keluar Provinsi, Ini Penjelasan Wali Kota

Regional
Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem 'Drive Thru'

Pengenalan Sekolah, SD di Palembang Ini Gunakan Sistem "Drive Thru"

Regional
3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

3 Karyawan Metro TV di Surabaya Positif Covid-19

Regional
Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Simental dan Limosin, 2 Jenis Sapi yang Akan Dipilih Jokowi untuk Kurban

Regional
Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Demi Konten dan Terkenal, YouTuber Seret Biawak Hidup-hidup di Aspal dengan Motor

Regional
Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Harimau Sumatera yang Masuk Pemukiman Warga Berhasil Ditangkap

Regional
Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Miliki Riwayat Perjalanan ke Zona Hitam, Nenek Positif Covid-19 di Wonogiri Meninggal

Regional
Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Disdik Kabupaten Bogor Akui Belajar secara Daring Kurang Efektif

Regional
Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Ridwan Kamil: Kalau Tak Bisa Bayar Denda, Pilihannya Kurungan atau Kerja Sosial

Regional
Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Kadernya Jadi Tersangka Kasus Pengambilan Jenazah, PKS Belum Tentukan Sikap

Regional
850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

850 Penghuni Pondok Gontor 2 Jalani Rapid Tes Covid-19, 60 Orang Dinyatakan Reaktif

Regional
Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Ratusan Ojol di Kupang Mogok, Usai Protes Kenaikan Skema Pembayaran

Regional
IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

IDI Laporkan 5 Akun Facebook karena Dinilai Lecehkan Profesi Dokter

Regional
Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Nekat Izinkan Sekolah Tatap Muka untuk SD, Ini Alasan Bupati Pesisir Selatan

Regional
Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Diserang Lebah, 6 Pegawai PDAM Bantaeng Jatuh ke Jurang Sedalam 70 Meter

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X