Bermodal Rp 150.000, Perempuan Bandung Ini Pasarkan Sepatunya hingga Singapura

Kompas.com - 11/12/2018, 08:30 WIB
Hanya bermodal Rp 150.000, sisa dari uang jajan kuliah, Eva Putri Mardiani (26), memasarkan sneakers wedges buatannya hingga Singapura. KOMPAS.com/RENI SUSANTIHanya bermodal Rp 150.000, sisa dari uang jajan kuliah, Eva Putri Mardiani (26), memasarkan sneakers wedges buatannya hingga Singapura.

BANDUNG, KOMPAS.com – Hanya bermodal Rp 150.000, sisa dari uang jajan kuliah, Eva Putri Mardiani (26), memasarkan sneakers wedges buatannya hingga Singapura.

Kisahnya bermula dari kecintaannya terhadap sepatu. Hingga ia memiliki impian menjadi pengusaha sepatu. Namun, selulus SMA, ia belum bisa mewujudkan impiannya dan memutuskan bekerja.

Dua tahun berlalu, ia kemudian kuliah di Jurusan Administrasi Keuangan dan Komputerisasi Akuntansi di salah satu kampus di Bandung. Di sinilah, kecintaannya terhadap sepatu semakin besar.

“Saya suka sneakers wedges. Tapi dulu, tahun 2011-an mencari yang lokal susah. Akhirnya suka nyari sepatu luar,” ujar perempuan kelahiran Bandung, 7 Januari 1992 ini menjelaskan.

Baca juga: Jelang Pilpres, Wapres Kalla Minta Pengusaha Tak Khawatir

Ia kemudian berpikir, kenapa tidak dibuat saja di Bandung. Ia mengumpulkan sisa uang jajan kuliah sebesar Rp 150.000 dan mencari tukang sepatu.

“Tadinya untuk kebutuhan sendiri karena saya suka sepatu. Kalau 5 hari kuliah, 5 hari ganti sepatu. Kalau baju tidak usah banyak, yang penting sepatu,” ungkapnya.

Ternyata, desain sepatu yang ia buat banyak yang suka, pesanan pun mulai datang dari teman kuliahnya. Namun, karena tak ada modal, ia meminta uang muka 50 persen dari pemesan, baru dibuatkan.

Eva kembali berpikir untuk mulai mengembangkan bisnisnya. Ia memasarkan produknya melalui Instagram, namun terkendala tukang pembuat sepatu.

“Setiap mengeluarkan desain, saya harus coba dulu sepatunya. Nyaman enggak di kaki, kalau enggak nyaman, saya enggak akan lepas sepatunya. Jadinya beberapa kali juga cari tukang sepatu yang cocok,” ucapnya.

Hingga tahun 2014, ia memiliki bengkel sepatu sendiri. Ia pun secara rutin mengeluarkan model yang sengaja dibuat limited edition untuk dijual langsung ataupun dengan cara purchase order (PO).

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Detik-detik Pasar Wage di Purwokerto Terbakar, Ratusan Pedagang Panik Selamatkan Dagangan

Regional
Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Bupati Aceh Barat Positif Terjangkit Virus Corona

Regional
'Untuk Kebutuhan Penerangan Listrik, Kami Merasa Diabaikan dan Dianaktirikan'

"Untuk Kebutuhan Penerangan Listrik, Kami Merasa Diabaikan dan Dianaktirikan"

Regional
Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Wanita Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong 2 Bulan, Dinsos Buleleng: Kita Dampingi

Regional
Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Kena PHK di Malaysia, Ratusan TKI Asal Aceh Alami Kesulitan Ekonomi

Regional
Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Bupati Timor Tengah Utara Marah-marah Lihat Perlakuan Polisi terhadap Warga

Regional
Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Pasar Wage Purwokerto Terbakar, Api Diduga Berasal dari Lantai 1

Regional
Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Dikejar TNI AL, Penyelundup Buang 10 Kilogram Sabu ke Laut

Regional
Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Gajah Betina yang Terluka Parah akibat Jerat Akhirnya Melahirkan

Regional
Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Pembunuh Sadis yang Diduga Gangguan Jiwa Masih Berkeliaran dan Membuat Warga Panik

Regional
Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Pengamat: Perppu Nomor 2 Tahun 2020 Memungkinkan Pilkada Ditunda

Regional
Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Berkebun, Cara Warga Desa di Ciamis Berjuang di Tengah Pandemi

Regional
Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Wanita yang Hilang 8 Bulan dan Ditemukan Tinggal di Gorong-gorong Depresi Orangtua Meninggal

Regional
Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Arisan RT Digelar, 16 Orang Positif Covid-19

Regional
Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Longsor Memutus Akses Jalan Menuju 7 Desa di Sarolangun, Jambi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X