Sedang Perbaiki Senapan Angin, Petani Ini Tewas Tertembus Peluru

Kompas.com - 10/12/2018, 05:41 WIB
Ilustrasi senapan serbu AK-47 Kalasnikov. THINKSTOCKPHOTOSIlustrasi senapan serbu AK-47 Kalasnikov.

Muhamad Teguh (43) yang ditemukan tewas tak jauh dari kebunnya usai tertembus oleh senapan angin miliknya sendiri.ISTIMEWA Muhamad Teguh (43) yang ditemukan tewas tak jauh dari kebunnya usai tertembus oleh senapan angin miliknya sendiri.
EMPAT LAWANG, KOMPAS.com - Warga Desa Aur Gading, Kecamatan Tebing Tinggi, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan dibuat geger ketika menemukan Muhamad Teguh (43) dalam keadaan meninggal dengan luka tembak di dada. 

Tetangga korban bernama Soni (40) menemukan jenazah korban di pinggir jalan menuju kebunnya. 

Saat ditemukan,  bagian dada Teguh terluka diduga karena tertembus peluru oleh senapan angin miliknya sendiri saat  korban sedang memperbaiki senapannya itu lantaran rusak..

“Saya langsung panggil warga dan pak Kades untuk minta pertolongan,” kata Soni, Minggu (9/12/2018).

 Dia menjelaskan bahwa dia sempat melihat Teguh duduk di pondok tak jauh dari kebun durian milik korban, sembari memperbaiki senapan angin tersebut. Sementara, anak korban pulang ke rumah untuk menjual hasil kebun.

Baca juga: Tak Mau Usaha Istrinya Tersaingi, Agus Tembak Sesama Pedagang dengan Senapan Angin

“Pas mau pulang dari kebun saya lihat korban sudah terlentang, tadi langsung dibawa ke rumah sakit tetapi sudah meninggal. Tadi korban memang lagi membetulkan senapan angin miliknya karena rusak, ” ungkap Soni.

Kepala Desa Aur Gading Iskandar menjelaskan, setelah mendapatkan kabar penemuan Teguh ia langsung menghubungi pihak kepolisian. Jenazah korban pun telah dibawa ke rumah sakit untuk dilakukan visum.

“Korban meninggal di perjalanan, karena lokasi kebun dan rumah sakit sangat jauh,” ujar Iskandar.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Empat Lawang AKP Muahamad Ismail membenarkan adanya kejadian tersebut.

Menurutnya, tim identifikasi telah melakukan oleh TKP ditempat kejadian.

“Dugaannya, korban meninggal karena tertembak peluru senapan angin miliknya sendiri. Tapi kasus ini masih kita dalami,“ ujar Ismail.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Cerita Abdussamad Seorang PNS yang Mengaku Kajari, Ajak Anak Istri Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar

Regional
Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Kata Melissa Wanita Perancis yang Menikah dengan Pria Lombok: I Love Him, Dia Ramah...

Regional
Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Berawal dari Panjat Pohon Kelapa, Indra Mampu Luluhkan Hati Melissa Wanita Perancis, Ini Ceritanya

Regional
Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Cerita Bayi Kembar Siam Adam dan Aris, Setahun Dirawat di RS, Sempat Jalani 10 Jam Operasi Pemisahan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 3 Maret 2021

Regional
Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Tembak Satwa Liar Dilindungi, Pria di NTT Terima Sanksi Adat, Serahkan 5 Ayam hingga Beras 20 Kg

Regional
Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Jadi Penambang karena Pandemi, Suami Istri Ini Tewas Tertimbun Longsor di Tambang Emas Ilegal,

Regional
Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Memburu Mujahidin Indonesia Timur Pimpinan Ali Kalora di Poso, Polisi Sebut Kelompok Sudah Melemah

Regional
Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Cerita Indra Luluhkan Hati Melissa Wanita Asal Perancis, Awalnya Diabaikan, Tetap Chat via Facebook sampai Baper

Regional
Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Bupati Luwu Utara Minta ASN Jadi Garda Terdepan Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Regional
Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Belasan Ton Ikan di Danau Batur Mati, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X