Kabar Napi Kabur dari Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru Dipastikan Hoaks

Kompas.com - 09/12/2018, 23:02 WIB
Ilustrasi tahanan.THINKSTOCKPHOTOS Ilustrasi tahanan.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Beredar informasi terkait 40 orang narapidana kabur dari rumah tahanan (Rutan) Kelas IIB Sialang Bungkuk Pekanbaru, Riau, Minggu (9/12/2018). Informasi ini beredar di media sosial.

Kepala Rutan Kelas IIA Sialang Bungkuk Pekanbaru Riko Stiven menyampaikan bahwa informasi tersebut hoaks.

"Dipastikan hoaks. Ini hoaksnya ngeri banget ya. Masak pelarian 40. Saya di rutan ngecek-ngecek di depan kok. Enggak ada yang kabur. Saya bingung jadinya ada info seperti itu," ungkap Riko saat dikonfirmasi Kompas.com melalui seluler, Minggu.


Baca juga: 113 Napi Kabur di Banda Aceh, Pemerintah Didesak Atasi Overcrowding Lapas

Selain ada napi yang kabur, juga beredar kabar bahwa terjadi kerusuhan antarnapi di Rutan Sialang Bungkuk tersebut.

"Enggak ada kerusuhan. Saya bingung ada (informasi) kerusuhan. Kami malam memang melakukan pemindahan rutin warga binaan yang sudah putus pengadilan. Ini namanya rumah tahanan, jadi setelah putus pengadilan (napi) dipindahkan ke lapas-lapas. Jadi informasi itu hoaks," jelas Riko.

Secara terpisah, Kabid Humas Polda Riau Kombes Pol Sunarto juga menyampaikan bahwa informasi napi kabur adalah hoaks.

"Informasi ada selisih paham antara napi. Tidak ada yang kabur dan Humas Polda Riau tidak membuat berita sebagaimana yang beredar. Itu adalah hoaks yang mengatasnamakan Humas Polda Riau," kata Sunarto.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Jadi Korban Kekerasan Kelompok SMB, Kades Minta Polisi Tangkap Pelaku

Regional
Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Risma Alokasikan APBD Sebanyak 32 Persen untuk Pendidikan, Ini Alasannya

Regional
Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Walhi Sebut Kalsel Tak layak Jadi Ibu Kota Baru, Ini Alasannya

Regional
Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Tertangkap Curi Sapi, Seorang Pria Babak Belur Dihajar Warga

Regional
Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Istri Korban Mutilasi Gelisah Pelaku Lain Belum Ditangkap

Regional
Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Ini Alasan Ayah Aniaya Anaknya yang Derita Gizi Buruk hingga Patah Tulang

Regional
DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

DKPP Jatuhkan Sanksi kepada Ketua dan Anggota KPU Cianjur

Regional
Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Jerat Kawat Sling Masih Melekat di Kaki Depan, Harimau Palas Akan Dioperasi

Regional
Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Aturan Tes Narkoba Sebelum Menikah, Ini Kata Para Calon Pengantin hingga Alasan Kemenag Jatim

Regional
Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Pesawat Garuda Bermasalah, Ribuan Calon Jemaah Haji di Asrama Sudiang Makassar Terlantar

Regional
4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

4 Kota Ini Segera Punya Pembangkit Listrik Tenaga Sampah

Regional
Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Berikut 7 Poin Fatwa MPU Aceh tentang Hukum Permainan PUBG

Regional
Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Risma Belum Tentukan Bentuk Pengelolaan Aset YKP Bernilai Rp 10 Triliun

Regional
Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Puluhan Polisi Gendut Digembleng Program Diet di SPN Mojokerto

Regional
Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Viral Bangunan Sekolah Miris di Minahasa Selatan, Ini Penjelasan Wabup

Regional
Close Ads X