Mayat Perempuan Tanpa Identitas Membusuk di Sungai Hebohkan Warga

Kompas.com - 09/12/2018, 21:18 WIB
Masyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di aliran Sungai Lusi, Dusun Pelem, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2018) KOMPAS.com/PUTHUT DWI PUTRANTOMasyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di aliran Sungai Lusi, Dusun Pelem, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2018)


GROBOGAN, KOMPAS.com - Masyarakat dihebohkan dengan penemuan mayat tanpa identitas di aliran Sungai Lusi, Dusun Pelem, Desa Pulokulon, Kecamatan Pulokulon, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Minggu (9/12/2018).

 Jasad perempuan itu membusuk hingga mengeluarkan aroma tak sedap.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Kompas.com, jasad itu kali pertama ditemukan oleh Samsi (32), warga setempat, siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Semula, Samsi penasaran lantaran dalam beberapa hari ini ia terus saja mencium bau busuk dari rumahnya.

Setelah mencoba ditelusuri, Samsi kaget bukan kepalang lantaran melihat mayat perempuan yang telentang di sungai tak jauh dari rumahnya.

Jasad korban yang mengenakan kaus dan rok itu tersangkut sampah dan rumput gelagah di pinggir sungai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bau busuk itu sudah tiga hari ini. Ternyata mayat perempuan," kata Samsi.

Baca juga: Pengakuan Keluarga dari Salah Satu Mayat yang Ditemukan di Selat Malaka

Penemuan mayat ini kemudian diinformasikan ke warga hingga ke pihak Kepolisian Sektor Pulokulon. Dari hasil pemeriksaan tim medis dan Inafis Polres Grobogan, korban diperkirakan sudah meninggal dunia lima hari yang lalu.

"Warga sekitar tidak ada yang mengenali mayat tersebut. Diduga korban sudah meninggal lima hari yang lalu," kata Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Agus Supriadi Siswanto.

Mayat tanpa identitas berpostur tinggi badan sekitar 150 sentimeter tersebut kemudian dibawa ke RSUD dr Soedjati Purwodadi untuk diautopsi.

Hingga saat ini, Satreskrim Polres Grobogan masih mendalami penemuan mayat yang membusuk itu. Kepolisian belum bisa memastikan apakah mayat itu korban pembunuhan atau tidak.

"Dugaan sementara korban terseret arus sungai yang meluap akibat hujan. Kami masih mendalami dan identitas belum kami kantongi," pungkas Agus.


Kompas TV Polisi berhasil mengungkap kasus penemuan mayat di dalam drum di Bogor, Jawa Barat. Pelaku pembunuhan diduga pasangan suami istri, saat ini kedua tersangka diserahkan ke Polsek Kelapa Nunggal. Kedua tersangka diserahkan tim reserse mobil Resmob Polda Metro Jaya ke Polsek Kelapa Nunggal, Kabupaten Bogor. Mereka dibawa ke Bogor karena lokasi penemuan jenazah dan pembunuhan terjadi di kabupaten Bogor.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Gencarkan Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Gandeng Pihak Swasta

Regional
AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.