Jenazah Emanuel Korban KKB di Papua Diantar Pulang dan Diberi Santunan

Kompas.com - 09/12/2018, 09:48 WIB
Perwakilan PT Istaka Karya Jawa Timur, saat menyerahkan santunan kepada kedua orang tua Emanuel Bano, korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, PapuaKOMPAS.com/Sigiranus Marutho Bere Perwakilan PT Istaka Karya Jawa Timur, saat menyerahkan santunan kepada kedua orang tua Emanuel Bano, korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua

KEFAMENANU, KOMPAS.com - Jenazah Emanuel Bano, korban pembunuhan kelompok kriminal bersenjata ( KKB) di Distrik Yigi, Kabupaten Nduga, Papua tiba di kampung halamannya di Tunbakun, Kelurahan Kefamenanu Tengah, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, Sabtu (8/12/2018) malam.

Sejumlah staf dari PT Istaka Karya yang mengantar langsung jenazah Emanuel sekaligus memberikan santunan duka kepada keluarga.

Penyerahan santunan itu diberikan oleh Mizadi, mewakili PT Istaka Karya Jawa Timur yang membawahi wilayah NTT.

Baca juga: Selamat dari Serangan KKB di Nduga Papua, Irawan Dipulangkan ke Garut

Santunan sebesar Rp 25 juta itu diterima oleh kedua orangtua Emanuel, Martinus Bano dan Yoneta Koko, serta Ira Bano yang adalah adik kandung Emanuel.

"Uang Rp 25 juta itu baru sebagian yang kami serahkan dan nanti sisanya akan ada perhitungan lagi, sesuai Peraturan Menteri Tenaga Kerja. Yang jelas, masih ada tambahan santunan," ucap Mizadi.

Mizadi enggan merinci sisa santunan dan juga waktu penyerahan santunan tambahan karena masih berkomunikasi dengan pihak Kementerian Tenaga Kerja.

"Nanti, seluruh korban akan mendapatkan santunan dengan nominal yang sama," ucap Mizadi.

Mizadi mengaku pihaknya akan terus berkomunikasi dengan keluarga Emanuel.

Menurut Mizadi, almarhum Emanuel dikenal mempunyai integritas sangat tinggi terhadap pekerjaannya.

Emanuel, lanjut Mizadi, sudah lama tidak pulang ke rumah demi menjalankan tugasnya di Papua.

Baca juga: Di Balik Pembantaian KKB di Nduga Papua, Proyek Tak Pernah Dikawal hingga Cerita Jokowi Sempat Dilarang Datang

"Artinya beliau adalah seorang laki-laki yang bertanggung jawab terhadap pekerjaan dan keluarganya. Mudah-mudahan amal ibadahnya bisa diterima di sisi Tuhan," pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian mengungkapkan, berdasarkan informasi sementara terdapat 20 yang tewas, yaitu 19 pekerja dan satu anggota TNI yang gugur di Kabupaten Nduga, Papua.

Mereka dibunuh oleh kelompok kriminal bersenjata (KKB) saat membangun jembatan di Kali Yigi dan Kali Aurak di jalur Trans Papua, Kabupaten Nduga.

Akibat kejadian tersebut, proyek Trans Papua yang dikerjakan sejak akhir 2016 dan ditargetkan selesai 2019 itu dihentikan untuk sementara waktu.

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Ikuti perkembangan berita ini dalam topik:
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Terkini Lainnya

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Kisruh Konfercab PDI-P Surabaya Berakhir, Adi Sutarwijono Dilantik Gantikan Wisnu Sakti Buana

Regional
Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Bus Cadangan Pengantar Calon Jemaah Haji Senggol Pagar, 1 Tewas, 4 Terluka

Regional
Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Guguran Lava Gunung Karangetang Mengarah ke Kali Beha Timur, Bupati Sitaro Keluarkan Imbauan

Regional
Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Buaya 2,5 Meter Ditangkap karena Kerap Muncul di Lokasi Pemandian Anak

Regional
Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Di Berlin, Kualitas Manajemen Pemkot Semarang Diakui Dunia

Regional
Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Kembali ke Lapas Sukamiskin, Begini Aktivitas Setya Novanto

Regional
Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Struktur Mirip Fondasi Ditemukan di Situs Peninggalan Majapahit

Regional
5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

5 Tersangka Dugaan Korupsi Pembangunan Jembatan Cisinga Tasikmalaya Ditahan

Regional
Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Murid SD Diculik dan Dicabuli di Toilet SPBU di Pekanbaru

Regional
Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Korban Gempa Bali dan Maluku Utara Dapat Bantuan Rp 15 Juta, Rumah Rusak Akan Diperbaiki

Regional
Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Pengungsi Gempa di Maluku Utara Capai 3.104 Jiwa, Butuh Tikar dan Selimut

Regional
Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Wakil Ketua DPRD Surabaya Jadi Tersangka Korupsi Jasmas

Regional
Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena 'Human Error'

Hasil Investigasi: Ambruknya Tiang Penyangga Tol BORR karena "Human Error"

Regional
Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Gerebek Pesta Sabu, Polisi di Palu Dilempari Batu dan Diacungi Senjata Tajam oleh Warga

Regional
Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Viral, Video Babi Berkeliaran Setelah Truk Pengangkutnya Terguling

Regional
Close Ads X