Senangnya Jadi Pengantin Baru di Keluarga Pemadam Kebakaran... - Kompas.com

Senangnya Jadi Pengantin Baru di Keluarga Pemadam Kebakaran...

Kompas.com - 09/12/2018, 07:00 WIB
Salah satu anggota UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang saat diarak keliling kota menggunakan mobil pemadam kebakaran bersama mempelai wanitanya, Sabtu (8/12/2018). Arak - arakan itu merupakan tradisi di lingkungan UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang bagi anggotanya yang sedang melangsungkan resepsi pernikahan.KOMPAS.com / ANDI HARTIK Salah satu anggota UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang saat diarak keliling kota menggunakan mobil pemadam kebakaran bersama mempelai wanitanya, Sabtu (8/12/2018). Arak - arakan itu merupakan tradisi di lingkungan UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang bagi anggotanya yang sedang melangsungkan resepsi pernikahan.

MALANG, KOMPAS.com - Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemadam Kebakaran Kota Malang, Jawa Timur, memiliki tradisi khusus untuk anggotanya yang sedang melangsungkan resepsi pernikahan.

Mempelai diarak keliling kota menggunakan mobil pemadam kebakaran atau firefighter dan disambut dengan nozzle pora atau sambutan menggunakan alat semprot air pemadam kebakaran.

Seperti yang terjadi pada resepsi pernikahan Ferry Ramadhan dan Izzati Fahrin Nisa, Sabtu (8/12/2018). Ferry yang merupakan anggota pemadam kebakaran berseragam petugas pemadam kebakaran lengkap dan diarak menuju ke rumah mempelai perempuan menggunakan mobil pemadam kebakaran atau firefighter.

Setelah itu, saat kedua mempelai bertemu, keduanya diarak berkeliling kota menuju ke rumah Ferry di Jalan Bingkil Kota Malang, tempat resepsi akan berlangsung.

Selain diarak, kedua mempelai juga disambut dengan nozzle pora, yakni sambutan menggunakan alat semprot air mobil pemadam kebakaran. Arak-arakan dan nozzle pora itu dilakukan oleh anggota pemadam kebakaran atau rekan kerja Ferry.

Kepala UPT Pemadam Kebakaran Kota Malang, Jose Belo mengatakan, tradisi pernikahan di lingkungan unit kerjanya itu dilakukan dimulai sejak tahun 2017. Sampai saat ini, arak-arakan dan nozzle pora itu sudah tiga kali dilakukan untuk para anggotanya.

"Tradisi ini dimulai tahun kemarin. Untuk menjemput dan menerima calon keluarga anggota yang melaksanakan pernikahan," katanya.

Jose Belo mengatakan, pihaknya menerjunkan sebanyak 45 anggotanya untuk tradisi arak-arakan dan nozzle pora itu. Ia hanya menyisakan anggota yang piket menerima adanya informasi kebakaran dari masyarakat.

Belo berharap, tradisi itu bisa berlangsung selamanya untuk memberikan dukungan bagi anggotanya yang sedang melangsungkan resepsi perikahan. Selain itu, Belo berharap kinerja anggotanya terus meningkat dengan adanya tradisi tersebut.

"Inti dari semua kegiatan ini untuk memotivasi anggota supaya terus meningkatkan kinerjanya dalam melayani masyarakat. Dan juga untuk meningkatkan jiwa korsa," ungkapnya.

Ferry Ramadhan bekerja sebagai petugas pemadam kebakaran sejak dua tahun lalu. Meski merasa senang, Ferry mengaku sedikit gugup.

"Ini sebenarnya sudah tradisi di sini. Sedikit gugup saat keliling kota. Tapi Alhamdulillah di Damkar sudah terlatih sejak dulu terkait mental," katanya.

Ferry kenal dengan istrinya saat masih mengenyam pendidikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Hubungan itu bertahan dan berlanjut hingga ke jenjang pelaminan.

Izzati merasa senang menjalani tradisi arak-arakan dan nozzle pora bersama suaminya. Sepanjang menjalani tradisi itu, Izzati yang mengenakan pakaian pengantin warna ungu itu selalu menampakkan senyum.

"Iya senang. Ini unik sih," katanya.


Terkini Lainnya


Close Ads X